PRISMASEJAHTERAPRISMASEJAHTERA

Darma CendekiaDarma Cendekia

BKB PAUD Flamboyan Kelurahan Gedong beralamat di Jl. Hj. Taiman Barat, RT.05/02, Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sekolah berdiri di bawah naungan kelurahan dan termasuk dalam program PKK. Mitra memiliki dua orang guru yang berasal dari anggota PKK dan jumlah peserta didik 16. Rentang usia orang tua peserta didik adalah 30-38 tahun dengan tingkat pendidikan orang tua peserta didik mayoritas lulusan sekolah lanjutan tingkat. Rerata jumlah anak orang tua peserta didik adalah 3 orang. Berdasarkan hasil wawancara dengan mitra, Tim menemukan masih minimnya pengetahuan orang tua siswa mengenai alternatif pola asuh yang sejalan dengan perkembangan otak. Mengingat pentingnya peran pola asuh dalam pembentukan karakter anak sebagai generasi muda penerus bangsa, Tim melaksanakan kegiatan edukasi bagi mitra guna meningkatkan pemahaman mengenai brain-based parenting sebagai antisipasi generasi cemas. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan ini berupa ceramah dan diskusi secara luring. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra mengenai brain-based parenting yang ditunjukkan dengan pemahaman implementasi metode RPM3 berupa Responding, Preventing, Mentoring, Monitoring, dan Modelling.

Kegiatan edukasi tim kepada orang tua siswa BKB PAUD Flamboyan terbukti telah memberikan peningkatan pemahaman mitra tentang pentingnya pemahaman dan penerapan pola asuh ramah otak (Brain-based parenting).Kondisi awal mitra yang kurang memahami pentingnya pola asuh yang ramah otak mengalami perubahan setelah Tim memberikan edukasi mengenai pengertian pola asuh brain-based, metode yang diterapkan, dan dampak bila pola asuh tidak ramah otak.Orang tua juga merasa antusias untuk mulai menerapkan pola asuh ramah otak karena memahami dampak negatif ketika salah dalam mengasuh.

Pertama, perlu penelitian lanjutan mengenai efektivitas metode RPM3 dalam jangka panjang terhadap perkembangan emosional dan kognitif anak usia dini di lingkungan serupa, untuk melihat apakah pemahaman orang tua berubah menjadi praktik konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, diperlukan studi tentang hambatan internal dan eksternal yang dihadapi orang tua dalam menerapkan brain-based parenting, seperti tekanan ekonomi atau kurangnya akses informasi, agar intervensi pendidikan dapat dirancang lebih tepat sasaran. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi model pelatihan hybrid (daring dan luring) bagi orang tua di wilayah perkotaan padat seperti Jakarta, untuk menguji apakah pendekatan ini lebih efektif dalam menjangkau lebih banyak peserta sekaligus mempertahankan kualitas interaksi edukatif dibanding metode luring semata. Ide-ide ini memperdalam temuan penelitian ini dengan menguji keberlanjutan, kontekstualisasi, dan skalabilitas penerapan brain-based parenting di komunitas serupa.

Read online
File size350.88 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test