UNSUNS

Journal of Biodiversity and BiotechnologyJournal of Biodiversity and Biotechnology

Labu (Cucumis melo L.) adalah tanaman hortikultura penting dan komoditas ekonomi dengan permintaan pasar yang meningkat. Data dari Statistik Indonesia menunjukkan bahwa produksi labu meningkat dari 117.794 ton pada tahun 2023 menjadi 125.384 ton pada tahun 2024. Peningkatan produksi labu dapat dicapai melalui program pemuliaan tanaman yang bertujuan mengembangkan varietas unggul dengan potensi hasil tinggi, toleransi terhadap hama dan penyakit utama, serta kualitas gizi yang baik untuk mendukung kesehatan manusia.

Genotipe labu yang dievaluasi menunjukkan variabilitas pada karakteristik kualitatif dan kuantitatif.Genotipe G2 memiliki panjang dan diameter buah terbesar.Genotipe G15 memiliki kandungan total solid soluble tertinggi, sedangkan genotipe G7 memiliki ketebalan daging buah yang paling signifikan.Perkiraan heritabilitas broad-sense dari karakteristik yang dievaluasi berkisar dari rendah hingga moderat.Karakteristik panjang, diameter, dan berat buah menunjukkan heritabilitas broad-sense moderat (>45%).Karakteristik-karakteristik ini memiliki korelasi positif dan signifikan dengan berat buah, yang menunjukkan bahwa karakteristik-karakteristik ini dapat digunakan sebagai kriteria seleksi untuk berat buah dalam program pemuliaan tanaman selanjutnya.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh lingkungan terhadap karakteristik kuantitatif labu. Selain itu, penelitian tentang korelasi antara karakteristik kualitatif dan kuantitatif dapat dilakukan untuk memahami hubungan antara kedua kelompok karakteristik tersebut. Terakhir, studi tentang efek interaksi antara genotipe dan lingkungan pada karakteristik labu dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi variabilitas dan korelasi karakteristik labu.

Read online
File size278.58 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test