UNSUNS

Journal of Biodiversity and BiotechnologyJournal of Biodiversity and Biotechnology

Permintaan padi di Indonesia terus meningkat, sedangkan produksi telah berkurang. Sebagai solusi, pembiakan tanaman melalui radiasi gamma dengan dosis 200 gray pada padi Mentik Wangi dapat meningkatkan sifat genetik yang tidak diinginkan, seperti tinggi tanaman dan rendahnya hasil, untuk menghasilkan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi hasil galur mutan yang menjanjikan dengan radiasi gamma 200 gray pada padi Mentik Wangi dan memperoleh galur mutan dengan kriteria unggul untuk batang pendek, berumur pendek, dan hasil tinggi. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor tunggal, yaitu galur yang terdiri dari 14 galur mutan, M6-200-G29-11-98-15 (G1), M6-200-G59-3-30-3 (G2), M6-200-G59-3-30-7 (G3), M6-200-G59-3-30-12 (G4), M6-200-G 59-18-1-2 (G5), M6-200-G59-18-1-13 (G6), M6-200-G59-18-43-7 (G7), M6-200-G59-18-43-16 (G8), M6-200-G107-17-60-3 (G9), M6-200-G107-17-60-23 (G10), M6-200-G147-2-48-19 (G11), M6-200-G17-2-55-1 (G12), M6-200-G147-2-55-8 (G13), M6-200-G147-10-76-14 (14) dan 1 galur kontrol dengan 3 ulangan. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman (cm), total anakan, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, panjang malai (cm), jumlah biji per malai, indeks kepadatan malai, berat 100 biji (g), dan produktivitas (t.h-1). Data dianalisis menggunakan Analisis Varians (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5%, dan jika signifikan, dilanjutkan dengan Uji Rentang Berganda Duncan (DMRT) pada tingkat kesalahan 5%. Hasil menunjukkan bahwa semua galur yang diuji menghasilkan kriteria unggul yang diharapkan: batang pendek, berumur pendek, dan produktivitas tinggi.

Galur mutan yang menjanjikan dari padi Mentik Wangi yang diuji memiliki karakteristik pertumbuhan dan kriteria unggul, serta hasil yang lebih baik daripada tanaman tua (galur kontrol) dalam bentuk.tinggi tanaman yang rendah (101,88 - 106,58 cm), jumlah anakan produktif yang besar (22,27-29,07 batang), umur panen yang pendek (98,67-101,33 hari setelah penanaman), dan produktivitas tinggi (6,97-8,55 t.Galur ini dapat digunakan sebagai sumber keragaman baru untuk pengujian lebih lanjut dan pengujian multilokasi, dan dapat dirilis sebagai varietas baru.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengeksplorasi potensi keragaman genetik yang lebih luas dalam padi Mentik Wangi, terutama dalam hal karakteristik pertumbuhan dan produktivitas. Penelitian ini dapat melibatkan analisis genetik yang lebih mendalam untuk mengidentifikasi gen-gen kunci yang bertanggung jawab atas sifat-sifat unggul yang ditemukan. Kedua, penelitian dapat diarahkan pada pengembangan teknik-teknik pembiakan tanaman yang lebih efisien dan efektif untuk menghasilkan varietas padi Mentik Wangi dengan karakteristik unggul yang diinginkan. Ini dapat mencakup pengembangan protokol pembiakan yang lebih canggih atau penggunaan teknologi mutasi yang lebih terkendali. Ketiga, studi lanjutan dapat berfokus pada dampak lingkungan dan sosial dari penggunaan radiasi gamma dalam pembiakan tanaman. Penelitian ini dapat menyelidiki dampak radiasi gamma pada ekosistem lokal dan juga dampak sosial-ekonomi dari penggunaan varietas padi Mentik Wangi yang dimutasi.

Read online
File size244.61 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test