SAINTISPUBSAINTISPUB

Electronic Journal of Education, Social Economics and TechnologyElectronic Journal of Education, Social Economics and Technology

Penelitian ini mengkaji politisasi bantuan dalam Pemilu Legislatif 2024 di Banda Aceh melalui perspektif teori patron-klien, mengeksplorasi bagaimana calon atau partai politik menggunakan bantuan materi untuk memperoleh dukungan pemilih. Dengan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara terhadap pemilih di Banda Aceh dan telaah literatur terkait. Temuan menunjukkan bahwa bantuan materi kerap berfungsi sebagai alat transaksional, di mana pemilih diharapkan membalas dengan memberikan suara kepada calon yang memberi bantuan. Harapan timbal balik ini secara signifikan memengaruhi perilaku pemilih, karena banyak yang mengutamakan manfaat materi langsung daripada pertimbangan ideologis atau programatik. Namun, tidak semua pemilih mengikuti dinamika transaksional ini; sebagian menilai calon berdasarkan kualitas politik dan program mereka, terlepas dari pemberian bantuan. Persepsi terhadap calon yang tidak memberi bantuan bervariasi—sebagian pemilih menganggap ketiadaan bantuan sebagai kerugian, sementara lainnya menghargai visi dan integritas calon di atas tawaran materi. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun politisasi bantuan memengaruhi hasil pemilu, kepercayaan dan loyalitas pemilih bergantung pada pemenuhan janji politik dan komitmen jangka panjang oleh calon. Keseimbangan antara strategi bantuan jangka pendek dan akuntabilitas politik yang autentik sangat penting untuk menjaga kepercayaan dan menjunjung integritas sistem politik.

Politisasi bantuan dalam Pemilu Legislatif di Banda Aceh memainkan peran penting dalam membentuk perilaku pemilih melalui hubungan patron-klien yang bersifat transaksional.Pemilih merasa berkewajiban membalas bantuan materi dengan dukungan suara, meskipun sebagian tetap menilai calon berdasarkan kualitas politik dan program mereka.Kepercayaan dan loyalitas jangka panjang bergantung pada komitmen calon untuk memenuhi janji politik, sehingga keseimbangan antara strategi jangka pendek dan akuntabilitas jangka panjang diperlukan untuk memperkuat praktik demokrasi.

Pertama, perlu diteliti bagaimana literasi politik masyarakat memengaruhi efektivitas politisasi bantuan dalam membentuk preferensi pemilih di wilayah perkotaan dan pedesaan di Aceh, untuk memahami apakah pemilih yang lebih melek politik cenderung menolak insentif materi. Kedua, perlu dikaji dampak jangka panjang dari politisasi bantuan terhadap kinerja legislatif, khususnya apakah anggota legislatif yang terpilih melalui strategi bantuan lebih rendah kinerjanya dalam menyerap aspirasi dan mengawasi kebijakan dibandingkan yang tidak menggunakan strategi tersebut. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran media lokal dan platform digital dalam membentuk persepsi publik terhadap politisasi bantuan, termasuk bagaimana informasi tentang pemberian bantuan disebarkan dan dipahami oleh pemilih, untuk melihat potensi media sebagai alat edukasi atau malah sebagai alat mobilisasi politik yang memperkuat hubungan patron-klien. Studi-studi ini dapat memberikan gambaran lebih komprehensif tentang akar, mekanisme, dan konsekuensi politisasi bantuan, serta membuka ruang untuk intervensi yang lebih tepat guna dalam membangun pemilu yang adil dan berkualitas.

  1. Revitalizing Political Parties in Indonesia: Dissecting Patronage-Clientelism Dynamics vis-à-vis... jurnal.erapublikasi.id/index.php/JMI/article/view/467Revitalizing Political Parties in Indonesia Dissecting Patronage Clientelism Dynamics vis y vis jurnal erapublikasi index php JMI article view 467
  2. Relasi Kuasa dan Suara: Politik Patron Klien Pada Pilkada Langsung di Kabupaten Grobogan 2020 | Nastain... doi.org/10.14710/politika.13.1.2022.167-184Relasi Kuasa dan Suara Politik Patron Klien Pada Pilkada Langsung di Kabupaten Grobogan 2020 Nastain doi 10 14710 politika 13 1 2022 167 184
Read online
File size380.85 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test