UNIVMEDUNIVMED
Universa MedicinaUniversa MedicinaLatar Belakang: Carica papaya secara tradisional digunakan untuk mengobati malaria. Mekanisme kerja konstituen aktifnya dapat ditentukan melalui docking molekuler. Penelitian ini menguji aktivitas antimalaria in silico dari senyawa terpilih dari Carica papaya menggunakan Plasmodium falciparum dihydrofolate reductase thymidylate synthase (PfDHFR-TS) sebagai protein target. Metode: Skrining aktivitas antimalaria senyawa Carica papaya dilakukan in silico menggunakan perangkat lunak AutoDock 4.2 yang dilengkapi dengan Autodock tools 1.5.6 untuk persiapan. Lima senyawa yang terkandung dalam daun Carica papaya, yaitu quercitrin, isoquercitrin, carpaine, caricaxanthin, dan violaxanthin berhasil didocking dengan protein target. Metode docking molekuler dinyatakan valid jika RMSD yang diperoleh tidak lebih dari 2 Å. Evaluasi in vitro dari senyawa uji sebagai antimalaria dicapai dengan menentukan aktivitas penghambatan mereka terhadap dihydrofolate reductase thymidylate synthase (PfDHFR-TS) yang berperan dalam sintesis nukleotida yang dibutuhkan oleh Plasmodium falciparum. Hasil: Validasi Plasmodium falciparum DHFR-TS dengan PDB ID 1J3I menunjukkan nilai RMSD sebesar 1,58 Å. Hasil docking menunjukkan bahwa quercitrin, isoquercitrin, carpaine, dan caricaxanthin menunjukkan nilai energi negatif yang mirip dengan ligan asli. Oleh karena itu, keempat senyawa tersebut memiliki afinitas yang baik terhadap protein target, sedangkan violaxanthin menunjukkan nilai energi positif, yang menunjukkan tidak adanya afinitas terhadap protein target. Kesimpulan: Berdasarkan nilai afinitas ikatan dan interaksi molekuler, isoquercitrin dan quercitrin memiliki aktivitas penghambatan terhadap dihydrofolate reductase thymidylate synthase (PfDHFR-TS), sehingga berpotensi sebagai kandidat antimalaria alami.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa caricaxanthin dari Carica papaya merupakan flavonoid-glikosida yang paling menjanjikan yang efektif terhadap PfDHFR-TS.Penelitian ini juga menemukan bahwa isoquercitrin dan quercitrin memiliki aktivitas penghambatan terhadap dihydrofolate reductase thymidylate synthase (PfDHFR-TS), sehingga berpotensi sebagai kandidat antimalaria alami.Namun, penelitian eksperimental lebih lanjut (in vitro/in vivo) diperlukan untuk memahami sepenuhnya aktivitas caricaxanthin terhadap PfDHFR-TS.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji aktivitas in vitro dan in vivo dari caricaxanthin terhadap PfDHFR-TS untuk mengkonfirmasi potensi antimalarianya. Kedua, studi lebih mendalam mengenai mekanisme molekuler bagaimana caricaxanthin berinteraksi dengan PfDHFR-TS perlu dilakukan, termasuk identifikasi residu asam amino kunci yang terlibat dalam interaksi tersebut. Ketiga, penelitian tentang optimasi struktur caricaxanthin melalui modifikasi kimia dapat dilakukan untuk meningkatkan afinitas dan efektivitasnya sebagai inhibitor PfDHFR-TS. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang potensi antimalaria dari caricaxanthin dan membuka jalan bagi pengembangan obat antimalaria baru yang lebih efektif dan aman. Selain itu, penelitian lebih lanjut juga perlu dilakukan untuk mengeksplorasi potensi sinergis antara caricaxanthin dengan obat antimalaria yang sudah ada, serta untuk menguji efektivitasnya terhadap strain Plasmodium falciparum yang resisten terhadap obat.
- Universa Medicina. antimalarial flavonoid glycoside carica papaya inhibitory potential against plasmodium... doi.org/10.18051/UnivMed.2025.v44.26-33Universa Medicina antimalarial flavonoid glycoside carica papaya inhibitory potential against plasmodium doi 10 18051 UnivMed 2025 v44 26 33
- Molecular Docking Analysis of Pyrimethamine Derivatives with Plasmodium falciparum Dihydrofolate Reductase.... doi.org/10.6026/97320630014232Molecular Docking Analysis of Pyrimethamine Derivatives with Plasmodium falciparum Dihydrofolate Reductase doi 10 6026 97320630014232
- Therapeutic Potential of Quercetin: New Insights and Perspectives for Human Health | ACS Omega. therapeutic... pubs.acs.org/doi/10.1021/acsomega.0c01818Therapeutic Potential of Quercetin New Insights and Perspectives for Human Health ACS Omega therapeutic pubs acs doi 10 1021 acsomega 0c01818
| File size | 995.13 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
POLIJEPOLIJE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen yang merupakan metode kuantitatif, digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independenMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen yang merupakan metode kuantitatif, digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen
POLIJEPOLIJE Studi molecular docking mengungkapkan bahwa kelima polisakarida (ι‑carrageenan, xyloglucan, pectin, glucomannan, β‑glucan) memiliki interaksi non‑kovalenStudi molecular docking mengungkapkan bahwa kelima polisakarida (ι‑carrageenan, xyloglucan, pectin, glucomannan, β‑glucan) memiliki interaksi non‑kovalen
POLIJEPOLIJE Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan metode Taguchi L9(32) guna mengoptimalkan parameter proses pemanggangan rotiPenelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan metode Taguchi L9(32) guna mengoptimalkan parameter proses pemanggangan roti
UNSOEDUNSOED Empat ligan uji, yaitu epigallocatechin‑3‑gallate (−98,93 kcal/mol) dari daun S. polyanthum, katekin (−80,10 kcal/mol) dan epikatekin (−80,12 kcal/mol)Empat ligan uji, yaitu epigallocatechin‑3‑gallate (−98,93 kcal/mol) dari daun S. polyanthum, katekin (−80,10 kcal/mol) dan epikatekin (−80,12 kcal/mol)
STIKESALFATAHSTIKESALFATAH Penelitian ini bertujuan guna mengetahui aktivitas antioksidan sediaan clay mask. Metode ini meliputi ekstraksi daun pepaya dan bunga telang menggunakanPenelitian ini bertujuan guna mengetahui aktivitas antioksidan sediaan clay mask. Metode ini meliputi ekstraksi daun pepaya dan bunga telang menggunakan
INABJINABJ Banyak faktor genetik yang diketahui berkaitan dengan osteoporosis, dan saat ini peran gen reseptor peptida-1 seperti glukagon (GLP-1R) dalam kesehatanBanyak faktor genetik yang diketahui berkaitan dengan osteoporosis, dan saat ini peran gen reseptor peptida-1 seperti glukagon (GLP-1R) dalam kesehatan
INABJINABJ Kesimpulan: Diet HFHS selama delapan minggu dapat memicu obesitas dan kerusakan mukosa pada kolon, tetapi tidak mengganggu keseimbangan sitokin kolon.Kesimpulan: Diet HFHS selama delapan minggu dapat memicu obesitas dan kerusakan mukosa pada kolon, tetapi tidak mengganggu keseimbangan sitokin kolon.
JOURNAL JPSJOURNAL JPS Human Maltase-glucoamylase (MGA) merupakan salah satu enzim pada usus kecil yang bertanggungjawab untuk mengkatalisis pelepasan glukosa dari pencernaanHuman Maltase-glucoamylase (MGA) merupakan salah satu enzim pada usus kecil yang bertanggungjawab untuk mengkatalisis pelepasan glukosa dari pencernaan
Useful /
ITSITS The results show that the MS-AGSARMACH(2,1,1) model can explain past and future crises well. Based on export indicator, the MS-AGSARMACH(2,1,1) model canThe results show that the MS-AGSARMACH(2,1,1) model can explain past and future crises well. Based on export indicator, the MS-AGSARMACH(2,1,1) model can
UNIVMEDUNIVMED 006); ESR >66 mm/hr (AOR 2. 32; 95% CI 1. 11–4. 026). CONCLUSION Greater cumulative methotrexate dose (>85 mg) was the most influential predictor of006); ESR >66 mm/hr (AOR 2. 32; 95% CI 1. 11–4. 026). CONCLUSION Greater cumulative methotrexate dose (>85 mg) was the most influential predictor of
UNIVMEDUNIVMED One health indicator assessed for achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) is the nutritional status of toddlers. Stunting, indicating chronicOne health indicator assessed for achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) is the nutritional status of toddlers. Stunting, indicating chronic
ITSITS The dataset used in this research consists of a response variable, namely the gender inequality index where the index value is divided into ordinal categoriesThe dataset used in this research consists of a response variable, namely the gender inequality index where the index value is divided into ordinal categories