INDRAINSTITUTEINDRAINSTITUTE

Journal of Education and CultureJournal of Education and Culture

Kemampuan mental imagery merupakan salah satu komponen psikologis yang berperan penting dalam peningkatan performa atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berdasarkan lima dimensi yang diukur menggunakan Sport Imagery Ability Questionnaire (SIAQ). Metode yang digunakan adalah survei deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling, melibatkan seluruh populasi sebanyak 47 atlet futsal. Instrumen yang digunakan adalah SIAQ yang mencakup lima dimensi, yaitu skill imagery, strategy imagery, goal imagery, affect imagery, dan mastery imagery. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan acuan mean dan standar deviasi untuk pengkategorian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas atlet (55%) berada pada kategori sedang, diikuti kategori tinggi (17%), sangat tinggi (11%), serta masing-masing 9% pada kategori rendah dan sangat rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan mental imagery atlet futsal SMAN 2 Purwakarta secara umum berada pada tingkat moderat dan masih memerlukan pengembangan melalui program latihan mental yang terstruktur dan sistematis. Implikasi dari penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pelatih dan psikolog olahraga untuk mengintegrasikan latihan mental imagery berbasis SIAQ dalam program pembinaan atlet.

Mayoritas atlet (55%) termasuk dalam kategori sedang, menunjukkan kemampuan dasar yang memadai namun belum optimal untuk memberikan dampak maksimal terhadap performa.Sebanyak 18% atlet berada pada kategori rendah dan sangat rendah, sehingga memerlukan perhatian khusus melalui program latihan mental yang terstruktur dan disesuaikan secara individual.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lintas cabang olahraga dengan sampel lebih besar untuk mengetahui apakah profil kemampuan mental imagery yang sebagian besar berada pada kategori sedang juga terjadi pada atlet dari olahraga lain di Indonesia. Kedua, sebaiknya dikaji lebih lanjut hubungan langsung antara skor kemampuan imagery dari SIAQ dengan performa aktual atlet selama pertandingan, untuk membuktikan secara empiris sejauh mana keberhasilan teknik imaging berdampak pada peningkatan prestasi. Ketiga, perlu dikembangkan studi intervensi jangka panjang yang menguji efektivitas penerapan PETTLEP Model dalam program latihan mental secara rutin, terutama pada atlet dengan kemampuan imagery rendah, untuk melihat perubahan progresif dalam kemampuan imagery dan performa mereka. Penelitian seperti ini dapat membantu merancang program pembinaan mental yang lebih tepat sasaran. Selain itu, studi tersebut dapat mengungkap faktor-faktor seperti pengalaman bertanding, jenis posisi bermain, dan tingkat kepercayaan diri yang mungkin memengaruhi perkembangan imagery. Dengan pendekatan longitudinal, hasilnya bisa memberikan bukti kuat tentang pengaruh latihan mental terhadap performa. Penelitian lanjutan juga bisa membandingkan efektivitas pelatihan imagery secara individual versus kelompok. Temuan dari penelitian semacam itu akan sangat berguna bagi pelatih dan psikolog olahraga. Integrasi temuan ini ke dalam kurikulum pelatihan atlet muda bisa menjadi langkah strategis. Dengan begitu, pengembangan kemampuan mental bisa dimulai sejak dini secara sistematis.

  1. Effect of Limb Power, Arm Power, Hand Eye Coordination on the Combination of Punches and Kicks of Martial... doi.org/10.53863/mor.v3i1.606Effect of Limb Power Arm Power Hand Eye Coordination on the Combination of Punches and Kicks of Martial doi 10 53863 mor v3i1 606
  2. Olympic Movement Based Pencak Silat Training Model Block and Random Methods | Jurnal Moderasi Olahraga.... jurnal.umnu.ac.id/index.php/mor/article/view/1536Olympic Movement Based Pencak Silat Training Model Block and Random Methods Jurnal Moderasi Olahraga jurnal umnu ac index php mor article view 1536
Read online
File size181.57 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test