ONERESEARCHONERESEARCH

Oetoesan HindiaOetoesan Hindia

Pernikahan merupakan suatu ikatan pertalian antara seorang laki-laki dan seorang perempuan sebagai suami dan istri untuk membangun sebuah keluarga. Tujuan berkeluarga adalah untuk melestarikan keturunan dan membentuk keluarga sakinah hingga ke SurgaNya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penerangan khususnya kepada pasangan calon suami istri bagaimana mewujudkan keluarga sakinah melalui bimbingan pra-nikah. Dengan mengikuti kursus atau bimbingan pra-nikah pasangan calon pengantin diberikan bekal ilmu pernikahan, keluarga, dan parenting sehingga lebih siap dalam menjalani hidup berumah tangga. Berdasarkan hasil penelitian, adanya bimbingan pra-nikah merupakan sebagai upaya preventif terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang berakibat pada keretakan pada rumah tangga atau perceraian.

Menikah adalah ibadah dan ibadah terlama adalah pernikahan.Menikah bukan hanya untuk mencapai kebahagiaan, tetapi juga melibatkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab oleh suami dan istri dalam mengarungi kehidupan rumah tangga.Bimbingan pra-nikah menjadi wadah dan upaya preventif dalam mempersiapkan calon suami dan istri menghadapi berbagai permasalahan keluarga.

Pertama, perlu penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas bimbingan pra-nikah berbasis daring dibandingkan dengan metode tatap muka dalam meningkatkan kesiapan mental calon pengantin menghadapi rumah tangga. Kedua, penting untuk mengkaji sejauh mana pemahaman pasangan tentang hak dan kewajiban suami-istri berdasarkan ajaran Islam berpengaruh terhadap ketahanan keluarga di era digitalisasi. Ketiga, perlu diteliti bagaimana integrasi materi persiapan kesehatan pranikah, seperti tes genetik dan skrining penyakit menular, ke dalam kurikulum bimbingan pra-nikah secara nasional dapat mencegah risiko kesehatan bagi pasangan dan generasi berikutnya. Studi-studi ini dapat memberikan gambaran komprehensif tentang pendekatan holistik dalam persiapan pernikahan yang tidak hanya mencakup aspek agama dan psikologis, tetapi juga kesehatan fisik dan adaptasi terhadap perubahan sosial. Selain itu, penelitian bisa mengeksplorasi model bimbingan yang melibatkan orang tua calon pengantin untuk memperkuat dukungan keluarga besar. Dengan demikian, bimbingan pra-nikah dapat dikembangkan menjadi program yang lebih inklusif dan relevan dengan tantangan zaman. Penelitian juga dapat mengamati dampak jangka panjang dari bimbingan pra-nikah terhadap angka perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga. Fokus pada faktor-faktor kontekstual seperti latar belakang pendidikan, ekonomi, serta budaya lokal akan membantu menyusun strategi yang lebih terarah. Pendekatan kuantitatif dan kualitatif dapat digunakan untuk menilai efektivitas berbagai model bimbingan. Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar penyempurnaan kebijakan nasional tentang bimbingan pra-nikah.

Read online
File size301.37 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test