LP3MZHLP3MZH

ASMARALOKA: Jurnal Bidang Pendidikan, Linguistik, dan Sastra IndonesiaASMARALOKA: Jurnal Bidang Pendidikan, Linguistik, dan Sastra Indonesia

Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi verbal dalam diskusi televisi Tiga Terlapor Ijazah Jokowi Bersaksi menggunakan model SPEAKING Dell Hymes dalam kerangka etnografi komunikasi. Penelitian ini menyelidiki bagaimana unsur-unsur komunikasi, seperti setting, peserta, tujuan, urutan tindakan, nada, instrumen, norma, dan genre, membentuk dinamika interaksi dalam diskursus politik digital. Pendekatan kualitatif dengan analisis wacana berbasis etnografi komunikasi digunakan. Data dikumpulkan dari siaran langsung iNews pada 29 April 2025, yang terdiri dari satu episode berdurasi 2 jam 2 menit 56 detik. Temuan menunjukkan bahwa program ini berfungsi sebagai platform informatif dan arena diskursif untuk negosiasi identitas, kontestasi ideologi, dan representasi kekuasaan. Setiap komponen model SPEAKING berkontribusi secara unik, seperti setting dan key yang mempengaruhi formalitas dan nada, peserta yang merefleksikan hubungan kekuasaan, tujuan dan urutan tindakan yang memandu strategi persuasif, serta norma dan instrumen yang mengungkapkan dasar etis dan ideologis dialog. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan etnografi komunikasi sangat efektif dalam menganalisis tindak tutur dalam konteks politik digital, menunjukkan bagaimana interaksi verbal terstruktur dan dibentuk oleh hierarki sosial, norma komunikasi, dan posisi ideologis yang bersaing.

Berdasarkan analisis tayangan Tiga Terlapor Ijazah Jokowi Bersaksi menggunakan model SPEAKING Dell Hymes, komunikasi dalam dialog tersebut mencerminkan praktik wacana publik yang kompleks, multimodal, dan sarat nilai sosial-politik.Setiap elemen dalam model SPEAKING, seperti setting, participants, ends, hingga genre, berkontribusi secara signifikan dalam membentuk makna komunikasi yang berlangsung.Temuan ini menunjukkan bahwa interaksi dalam tayangan bukan sekadar pertukaran informasi, melainkan praktik komunikasi strategis yang dibentuk oleh konteks, posisi sosial, tujuan politik, dan strategi linguistik.Tayangan ini menjadi representasi nyata bahwa media massa berperan sebagai arena produksi makna, di mana bahasa digunakan untuk membangun narasi, mempertahankan kredibilitas, dan memengaruhi opini publik.Model SPEAKING terbukti efektif dalam mengungkap dinamika sosial dan ideologis dalam ruang media politik Indonesia.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas objek kajian dengan melibatkan komparasi antarprogram dari media yang berbeda, menambahkan analisis respons publik melalui media sosial, serta mengintegrasikan pendekatan multimodal untuk menangkap kompleksitas visual, gestural, dan prosodik dalam komunikasi televisi dan daring. Dengan demikian, penelitian dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika komunikasi dalam wacana politik digital, termasuk pengaruhnya terhadap opini publik dan peran media dalam membentuk narasi politik.

Read online
File size356.28 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test