UM SURABAYAUM SURABAYA

MUST: Journal of Mathematics Education, Science and TechnologyMUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aplikasi persamaan diferensial pada model pertumbuhan penduduk Kota Surabaya, yaitu model eksponensial dan model logistik, serta menentukan model yang terbaik antara keduanya untuk pendugaan jumlah penduduk Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilakukan melalui observasi dan analisis subjek. Subjek penelitian merupakan data jumlah penduduk Kota Surabaya dari tahun 2011 hingga 2015. Keakuratan dan keabsahan data diperiksa menggunakan triangulasi sumber dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model eksponensial IV memiliki bentuk persamaan 𝑃(𝑡) = 3.024.321 𝑒^(−0,00676)𝑡, sedangkan model logistik menghasilkan persamaan 𝑃 = 3.388.807 / ((0,12051)𝑒^(0,05682)𝑡 1). Berdasarkan analisis, model logistik lebih akurat digunakan untuk pendugaan jumlah penduduk Kota Surabaya dibandingkan model eksponensial.

Dalam penelitian ini diperoleh dua model pertumbuhan penduduk menggunakan persamaan diferensial, yaitu model eksponensial dengan persamaan 𝑃(𝑡) = 3.321 𝑒^(−0,00676)𝑡 dan model logistik dengan persamaan 𝑃 = 3.Kedua model dianalisis dengan membandingkan hasil simulasi terhadap data aktual dari Dispendukcapil.Analisis menunjukkan bahwa model logistik memiliki galat lebih kecil dan lebih mendekati data sebenarnya.Dengan demikian, model logistik merupakan model yang lebih akurat untuk menduga jumlah penduduk Kota Surabaya pada masa mendatang.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh kebijakan urbanisasi terhadap akurasi model logistik dalam memprediksi pertumbuhan penduduk jangka panjang di Kota Surabaya, terutama dengan mempertimbangkan faktor migrasi yang tidak sepenuhnya tercakup dalam model saat ini. Kedua, penting untuk mengembangkan model hibrida yang menggabungkan faktor ekonomi dan kapasitas infrastruktur kota ke dalam persamaan diferensial, untuk melihat sejauh mana daya dukung lingkungan memengaruhi pola pertumbuhan penduduk secara dinamis. Ketiga, perlu dilakukan penelitian komparatif yang membandingkan akurasi model logistik dengan model lain seperti model Gompertz atau model Verhulst yang mungkin lebih sesuai untuk kondisi perkotaan yang padat, dengan mempertimbangkan perubahan kebijakan pemerintah daerah dan tren sosial ekonomi terkini, sehingga dapat menghasilkan prediksi yang lebih adaptif dan realistis bagi perencanaan pembangunan kota.

Read online
File size694.08 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test