JURNALBIKESJURNALBIKES

JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)

Terapi hemodialisa yang harus dijalani pasien gagal ginjal kronik selama masa hidupnya. Lamanya terapi hemodialisa yang dijalani pasien memiliki waktu yang berbeda – berbeda pada setiap individu, proses hemodialisa menyebabkan komplikasi seperti pruritus. Pruritus terjadi pada pasien yang menjalani hemodialisa disebabkan karna saat proses dialisis terjadinya peningkatan suhu dan pelebaran pembuluh darah sehingga menyebabkan keringat dan gatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama hemodialisa dengan kejadian pruritus pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu jumlah pasien yang menjalani hemodialisa sebanyak 65 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan uji statistic yang digunakan adalah Uji Spearman rank. p-value= 0,001 (p>0,05) dan koefisien korelasi 0,493 yang memiliki arti bahwa ada hubungan Lama Hemodialisa dengan Kejadian Pruritus Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024.

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara lama hemodialisa dan kejadian pruritus pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2024.Mayoritas pasien yang menjalani hemodialisa lebih dari 24 bulan mengalami pruritus berat.Hasil ini mengindikasikan bahwa durasi hemodialisa dapat menjadi faktor risiko terjadinya pruritus, sehingga perlu perhatian lebih dalam manajemen perawatan pasien.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap pruritus pada pasien hemodialisa, seperti faktor diet, penggunaan obat-obatan, dan kondisi kulit. Kedua, studi intervensi yang berfokus pada pencegahan dan penanganan pruritus pada pasien hemodialisa perlu dikembangkan, misalnya dengan memberikan edukasi tentang perawatan kulit yang tepat, penggunaan emolien, atau terapi alternatif lainnya. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi pasien tentang pruritus, serta dampaknya terhadap kualitas hidup mereka. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kebutuhan pasien dan membantu dalam pengembangan strategi perawatan yang lebih efektif dan berpusat pada pasien. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.

  1. Gambaran Pruritus Uremik Pasien Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisa Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam... doi.org/10.32584/jpi.v4i1.358Gambaran Pruritus Uremik Pasien Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisa Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam doi 10 32584 jpi v4i1 358
Read online
File size783.17 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test