NALANDANALANDA

Dhammavicaya : Jurnal Pengkajian DhammaDhammavicaya : Jurnal Pengkajian Dhamma

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Iklim Organisasi dan Kepuasan Kerja baik secara parsial maupun simultan terhadap terhadap Inovasi guru. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis regreli liner dengan bantuan SPSS v 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis koefisien korelasi tiga variable terkonfirmasi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa (1) terdapat hubungan positif antara iklim organisasi dengan inovasi guru (2) terdapat hubungan positif antara kepuasan kerja dengan inovasi guru 3) secara simultan terdapat hubungan positif antara iklim organisasi dan kepuasan kerja dengan inovasi guru (4) sebesar 98,6% iklim organisasi dan kepuasan kerja berpengaruh terhadap inovasi guru, sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian (5) nilai koefisien korelasi dihasilkan sebesar ry1.2 = 0,993, menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan termasuk dalam kategori sangat kuat.

Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara iklim organisasi (X1) terhadap inovasi guru PAUD (Y) Sekolah Guang Ming seluruh Indonesia, dengan nilai hubungan positif sebesar 0,846 yang ditunjukkan oleh koefisien determinasi sebesar 0,715.Selain itu, terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara kepuasan kerja dengan inovasi guru PAUD Sekolah Guang Ming seluruh Indonesia, yaitu sebesar 0,981 yang tercermin dari koefisien determinasi sebesar 0,949.Lebih lanjut, hubungan positif yang sangat kuat antara iklim organisasi dan kepuasan kerja dengan inovasi guru PAUD Sekolah Guang Ming seluruh Indonesia mencapai 0,993, dengan koefisien determinasi sebesar 0,986.

Penelitian ini telah mengungkap hubungan yang kuat antara iklim organisasi, kepuasan kerja, dan inovasi guru. Namun, temuan ini juga membuka pintu bagi pertanyaan-pertanyaan menarik untuk studi lanjutan. Salah satu arah penelitian yang penting adalah mengidentifikasi dan menganalisis variabel-variabel lain di luar iklim organisasi dan kepuasan kerja yang mungkin turut memengaruhi inovasi guru. Mengingat bahwa kedua faktor yang diteliti hanya menjelaskan sebagian besar, bukan keseluruhan, dari variasi inovasi, studi masa depan dapat mengeksplorasi peran kepemimpinan transformasional, ketersediaan fasilitas dan teknologi, atau jenis program pengembangan profesional yang spesifik dalam mendorong kreativitas dan gagasan baru di kalangan pendidik. Selain itu, akan sangat berharga jika penelitian selanjutnya mengambil pendekatan kualitatif yang lebih mendalam. Ini bisa dilakukan melalui wawancara atau focus group discussion dengan para guru dan kepala sekolah untuk memahami secara naratif pengalaman mereka, tantangan konkret yang dihadapi saat berinovasi, serta bagaimana persepsi mereka terhadap iklim kerja dan kepuasan memengaruhi praktik inovatif secara langsung. Memahami bagaimana dan mengapa di balik angka-angka statistik akan memberikan konteks yang lebih kaya. Terakhir, untuk menguji generalisasi temuan, akan sangat relevan untuk melakukan studi replikasi di berbagai konteks pendidikan lain, misalnya di sekolah dasar atau menengah, atau bahkan di sekolah non-PAUD dengan latar belakang sosial-ekonomi yang berbeda. Ini akan membantu kita melihat apakah pola hubungan antara iklim organisasi, kepuasan kerja, dan inovasi guru tetap konsisten di lingkungan yang beragam, atau apakah ada faktor-faktor kontekstual yang signifikan mempengaruhi dinamika tersebut.

Read online
File size582.15 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test