MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI

AMMA : Jurnal Pengabdian MasyarakatAMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Kesejahteraan ekonomi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kecamatan Telaga masih menjadi tantangan yang memerlukan solusi taktis. Meskipun banyak guru telah memiliki unit usaha mandiri (UMKM) seperti produk kuliner, alat tulis, dan meubel, namun efektivitas pemasarannya masih terhambat oleh rendahnya literasi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pemasaran digital para guru melalui konsep Digital Teacherpreneurship. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning (PAL) yang meliputi fase rekognisi masalah, transformasi platform digital, dan sinergi jaringan promosi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui observasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman digital peserta sebesar 85%. Peserta berhasil mengonfigurasi etalase digital melalui fitur Katalog WhatsApp Business dan menginisiasi strategi cross-promotion kolektif. Inovasi ini terbukti efektif memperluas jangkauan pasar tanpa biaya tambahan, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi guru tanpa mengganggu integritas profesional di sekolah.

Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Kecamatan Telaga, dapat disimpulkan bahwa program Digital Teacherpreneurship telah memberikan kontribusi nyata dalam upaya penguatan ekonomi guru PAUD dan TK berstatus PPPK Paruh Waktu.Ketercapaian program ini terlihat dari keberhasilan peserta mentransformasi manajemen pemasaran UMKM mereka (kue rumahan, ATK, dan meubel) dari sistem konvensional menjadi berbasis digital menggunakan platform WhatsApp Business.Peningkatan pemahaman teknologi sebesar 85% membuktikan bahwa pendekatan Participatory Action Learning (PAL) sangat efektif dalam mengatasi hambatan literasi digital pada pendidik.Lebih lanjut, inovasi strategi cross-promotion (promosi silang) yang diterapkan telah menciptakan ekosistem pemasaran kolektif yang solid di tingkat lokal.Strategi ini tidak hanya memperluas jangkauan pasar secara masif tanpa biaya tambahan (zero cost marketing), tetapi juga memperkuat modal sosial dan solidaritas ekonomi antar-guru.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada pengembangan modul pelatihan digital marketing yang lebih komprehensif dan disesuaikan dengan karakteristik UMKM guru PPPK, termasuk integrasi platform e-commerce selain WhatsApp Business. Selain itu, perlu dilakukan studi longitudinal untuk mengukur dampak jangka panjang program Digital Teacherpreneurship terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi guru PPPK, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan usaha mereka. Terakhir, penelitian dapat mengkaji potensi kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan mikro untuk memberikan dukungan finansial dan pendampingan bisnis bagi guru PPPK yang menjalankan UMKM.

Read online
File size613.26 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test