JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY

Jurnal Empathy Pengabdian Kepada MasyarakatJurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat

Kehamilan pada seorang perempuan merupakan proses fisiologis, namun terdapat risiko mengalami komplikasi kehamilan. Banyak faktor yang memengaruhi, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang dapat menyebabkan kematian ibu. Pada tahun 2021, kehamilan dengan risiko di Puskesmas Arjowinangun sebanyak 335 (43,96%). Salah satu program yang dilakukan untuk mengatasi kematian ibu adalah pendampingan kehamilan berdasarkan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pendampingan ini dilakukan dengan melibatkan kader kesehatan dengan menerapkan fungsi motivasi, edukasi, dan pelaporan. Kegiatan ini terdiri dari persiapan, implementasi, dan evaluasi. Implementasi meliputi pelatihan kader dan pendampingan ibu hamil di wilayah Puskesmas Arjowinangun, Malang. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader, serta tidak adanya komplikasi pada ibu dan bayi yang didampingi. Diperlukan penyegaran materi bagi kader, serta pendampingan oleh tenaga terlatih untuk mencapai hasil pendampingan yang optimal bagi ibu hamil.

Penyegaran materi bagi kader, serta pendampingan oleh tenaga terlatih dalam program pendampingan kehamilan diperlukan untuk hasil pendampingan yang optimal bagi ibu hamil.Program ini perlu dilanjutkan agar kebermanfaatannya tetap dirasakan, guna penurunan AKI yang signifikan.Pemberdayaan kader kesehatan merupakan strategi efektif dalam meningkatkan efektivitas program pendampingan kehamilan, terutama dalam deteksi dini risiko kehamilan dan memberikan edukasi yang tepat kepada ibu hamil.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian kuantitatif dengan desain kohort dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari pendampingan kader kesehatan terhadap penurunan angka kematian ibu dan bayi di wilayah kerja Puskesmas Arjowinangun. Kedua, penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi motivasi dan kinerja kader kesehatan dalam melaksanakan program pendampingan kehamilan, serta bagaimana faktor-faktor tersebut dapat dioptimalkan. Ketiga, penelitian intervensi dengan desain randomized controlled trial (RCT) dapat dilakukan untuk menguji efektivitas model pendampingan kehamilan yang dikembangkan oleh kader kesehatan, dengan membandingkan hasilnya dengan model pendampingan konvensional yang dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional. Ketiga saran ini saling melengkapi dan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran kader kesehatan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi, serta memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan dan program yang lebih efektif.

  1. (PDF) Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi Sebagai Upaya Penurunan AKI dan AKB (Studi Kasus Pendampingan... doi.org/10.13140/RG.2.2.18993.02400PDF Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi Sebagai Upaya Penurunan AKI dan AKB Studi Kasus Pendampingan doi 10 13140 RG 2 2 18993 02400
  2. Experiences engaging community health workers to provide maternal and newborn health services: Implementation... doi.org/10.1016/j.ijgo.2015.03.006Experiences engaging community health workers to provide maternal and newborn health services Implementation doi 10 1016 j ijgo 2015 03 006
  3. Knowledge enhancement about pregnancy complications: Optimizing the role of high risk pregnancy prepared... journal.ugm.ac.id/jcoemph/article/view/47317Knowledge enhancement about pregnancy complications Optimizing the role of high risk pregnancy prepared journal ugm ac jcoemph article view 47317
Read online
File size339.9 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test