UNIMAUNIMA

KOMPETENSIKOMPETENSI

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) Nilai budaya dalam cerita rakyat Sangihe “Bukide Batu dan “Gumansalangi, dan 2) Implikasi hasil penelitian bagi pembelajaran sastra di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sumber datanya adalah cerita rakyat Sangihe “Bukide Batu dan “Gumansalangi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam cerita rakyat “Bukide Batu terdapat nilai budaya berupa simbol, sikap, dan kepercayaan. Nilai budaya dalam cerita rakyat “Bukide Batu adalah tanggung jawab dan keberanian. Sementara nilai yang bertentangan dengan norma dan budaya masyarakat adalah kelicikan dan tidak menghormati. Penelitian juga menunjukkan nilai-nilai budaya dalam cerita Rakyat “Gumansalangi yang mencakup simbol dan sikap. Nilai budaya yang tercermin dari cerita rakyat ini tampak pada sifat tokoh cerita seperti sikap tegas, adil dan berani.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan berikut ini.Dalam ceria rakyat “Bukide Batu terdapat nilai budaya berupa simbol, sikap, dan kepercayaan.Simbol tersebut menggambarkan kehormatan dan kekeramatan, yakni “Putri Sangiang dan “Bukide Batu.Simbol yang kedua “Bukide Batu sebuah tempat di perbukitan yang adalah pusat kerajaan Tabukan.Bukit itu memiliki kekuatan gaib yang melindungi dan menangkal setiap serangan yang datang.Nilai budaya yang bertalian dengan sikap dalam cerita rakyat “Bukide Batu adalah tanggung jawab dan keberanian.Sementara nilai buruk, yang bertentangan dengan norma budaya masyarakat adalah kelicikan dan tidak menghormati.Ayah hewan Nilai budaya dalam cerita Rakyat “Gumansalangi adalah simbol dan sikap.Pangeran Gumansalangi menyimbolkan ketegasan mendidik dan memerintah sebagai raja.teror ketakutan, Naga menyimbolkan karena dapat diyakini ini menyemburkan api dari mulutnya yang dapat menghanguskan apa saja.Simbol lain yang ditampilkan dalam cerita rakyat “Gumansalangi adalah sebuah tempat yang bernama “Salurang.Salurang memiliki arti “pengagungan karena di tempat ini Pangeran Gumansalangi dan Putri Konda disambut, dimuliakan, dan diagungkan, kemudia diganti namanya menjadi “Medelu yang berarti “bagaikan Guntur dan “Mekila yang berarti “bagaikan kilat.Nilai budaya mengenai sikap yang tercermin dari cerita rakyat ini tampak pada sifat tokoh cerita.Dalam cerita ini sikap tegas dan adil ditampakkan oleh Raja Mindanau dan keberanian yang tampak pada Pangeran adalah cucu anak Gumansalangi membangun kerajaan sekalipun mendapat banyak tantangan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, saran penelitian lanjutan yang baru adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut tentang peran dongeng dalam pendidikan karakter anak di tengah keluarga, terutama dalam membentuk sikap, pandangan, dan tingkah laku anak sesuai dengan perubahan zaman. 2. Melakukan penelitian tentang bagaimana dongeng dapat digunakan sebagai media pendidikan karakter di sekolah, dengan mempertimbangkan aspek-aspek budaya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 3. Meneliti dan mengembangkan metode pembelajaran sastra yang memanfaatkan dongeng sebagai sumber pembelajaran nilai-nilai kehidupan dan pembentukan kepribadian siswa, serta mengintegrasikannya dengan kurikulum 2013 yang menekankan pada pendidikan karakter.

Read online
File size557.77 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test