POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG

Kupang Journal of Food and Nutrition ResearchKupang Journal of Food and Nutrition Research

The nutritional status of women before marriage significantly impacts their physical readiness and reproductive health. An unbalanced diet—whether due to deficiency or excess—can affect fertility and fetal health. Women with undernutrition may experience menstrual irregularities, difficulty conceiving, or give birth to low-birth-weight babies. Meanwhile, overnutrition can lead to obesity and pregnancy complications. Therefore, maintaining a balanced diet before marriage is crucial for supporting pregnancy and the health of both the mother and the baby. According to the results of the 2023 Indonesia Health Survey, the prevalence of BMI-based nutritional status in NTT Province was 14.5% wasting, 56.3% normal, 12.1% overweight, and 17.1% obese, while the prevalence of KEK was 28.0% among pregnant women and 35.7% among non-pregnant women. This study aims to determine the nutritional status (BMI, mid-upper arm circumference, and waist circumference) of premarital women. The study design used was a quantitative descriptive study with a cross-sectional approach. The study results show that the majority of respondents had a BMI-based nutritional status in the normal category (65.3%), while 27.8% were overweight and 6.9% were underweight. Based on LILA measurements, the majority of respondents fell into the normal category (88.9%), while 13.9% were at risk of Chronic Energy Deficiency (CED). Meanwhile, waist circumference measurements indicated that 37.5% of respondents were in the obese category. The nutritional status of premarital women in the Alak Community Health Centers service area is mostly normal. However, some still suffer from obesity; therefore, regular nutrition education and monitoring are necessary.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar wanita pranikah memiliki status gizi normal berdasarkan IMT, LILA, dan lingkar pinggang.Namun, masih ditemukan kasus obesitas dan risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada sebagian responden.Oleh karena itu, diperlukan edukasi gizi yang berkelanjutan dan pemantauan status gizi secara rutin bagi wanita pranikah untuk mempersiapkan kesehatan reproduksi yang optimal.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi status gizi wanita pranikah, seperti pengetahuan gizi, pola makan, aktivitas fisik, dan faktor sosial ekonomi. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif untuk menggali pengalaman dan persepsi wanita pranikah terkait dengan gizi dan kesehatan reproduksi mereka. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada efektivitas intervensi gizi yang ditujukan untuk meningkatkan status gizi wanita pranikah, misalnya melalui penyuluhan gizi, konseling gizi individual, atau pemberian makanan tambahan. Intervensi ini perlu dirancang secara komprehensif dan melibatkan berbagai pihak, seperti tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi hubungan antara status gizi wanita pranikah dengan kesehatan reproduksi mereka, seperti kesuburan, kehamilan, dan persalinan. Penelitian ini dapat menggunakan desain studi kohort untuk mengikuti perkembangan status gizi wanita pranikah dari sebelum menikah hingga setelah melahirkan, dan menganalisis faktor-faktor risiko yang dapat memengaruhi hasil kehamilan dan persalinan.

Read online
File size478.98 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test