Tel-UTel-U
Jurnal Manajemen IndonesiaJurnal Manajemen IndonesiaKeberhasilan suatu proyek konstruksi dapat ditentukan oleh pencapaian target dari segi waktu, biaya dan mutu. Data menunjukkan beberapa proyek konstruksi yang dikerjakan Waskita Karya mengalami keterlambatan penyelesaian pekerjaan dan kenaikan biaya. Mitigasi risiko memiliki peran penting dalam pengendalian proyek sejak awal untuk mengetahui penyebab risiko dan cara penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi mitigasi risiko pada Proyek Pembangunan Gedung dan Penempatan Stasiun Medan Tahap II. Fenomena penelitian dieksplorasi dengan menggunakan metode studi kasus melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan dokumentasi. Faktor risiko konstruksi meliputi risiko internal, eksternal dan proyek. Studi yang lebih mendalam terbatas pada risiko proyek, yang berdampak langsung pada waktu, biaya, kualitas, konstruksi, dan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43 faktor risiko yang relevan telah diidentifikasi. Didapatkan 11 faktor risiko dengan tingkat risiko sangat tinggi antara lain (1) keterlambatan serah terima proyek ke owner, (2) tidak tercapainya rencana produktifitas alat milik kontraktor, (3) keterlambatan pembebasan lahan, (4) keterlambatan finalisasi desain, (5) kenaikan BK/PU, (6) kenaikan harga material, (7) waste material melebihi rencana, (8) potensi cuaca ekstrem yang menghambat pelaksanaan proyek, (9) terdapat utilitas eksisting, bangunan, atau objek lainnya yang perlu perizinan dalam hal pembongkaran pada area kerja, (10) keterlambatan pemenuhan tenaga kerja dan alat kerja, (11) dilakukannya inovasi metode kerja.
Penelitian ini mengidentifikasi 43 faktor risiko yang relevan, dengan 11 di antaranya berada pada tingkat risiko sangat tinggi yang memerlukan penanganan prioritas.Mitigasi risiko terhadap faktor-faktor tersebut diharapkan dapat mencegah atau meminimalkan dampak negatif terhadap pelaksanaan proyek.Penerapan strategi mitigasi risiko secara efektif berkontribusi terhadap keberhasilan proyek dalam aspek biaya, waktu, dan kualitas.
Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menganalisis evolusi risiko selama tahap konstruksi dan pasca-konstruksi, karena penelitian ini hanya mencakup tahap persiapan proyek, sehingga penting untuk memahami bagaimana faktor risiko berubah dan berkembang seiring kemajuan proyek. Kedua, penelitian berikutnya dapat mengevaluasi efektivitas strategi mitigasi risiko yang diterapkan dalam proyek ini dengan membandingkan hasil aktual terhadap rencana mitigasi, untuk mengetahui metode mana yang paling efisien dalam mengurangi risiko sangat tinggi seperti keterlambatan pembebasan lahan dan kenaikan harga material. Ketiga, perlu dikaji bagaimana ketergantungan terhadap pihak ketiga dalam penyediaan tenaga kerja dan alat kerja memengaruhi ketahanan proyek terhadap gangguan eksternal, serta strategi apa yang dapat dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan tersebut, terutama dalam proyek yang berlokasi di area aktif seperti stasiun kereta api yang kompleks. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memberikan gambaran menyeluruh tentang siklus hidup risiko dalam proyek konstruksi besar dan memperkuat sistem manajemen risiko secara berkelanjutan.
| File size | 916.26 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
ARITEKINARITEKIN Perusahaan konstruksi perlu memprioritaskan peningkatan kapasitas manajerial di lapangan, terutama dalam hal perencanaan tenaga kerja, kepemimpinan operasional,Perusahaan konstruksi perlu memprioritaskan peningkatan kapasitas manajerial di lapangan, terutama dalam hal perencanaan tenaga kerja, kepemimpinan operasional,
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penelitian ini menganalisis kerangka hukum dan implikasi pemutusan kontrak oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah,Penelitian ini menganalisis kerangka hukum dan implikasi pemutusan kontrak oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah,
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Dualitas peran kontraktor sebagai pelaksana konstruksi dan pemegang saham minoritas menimbulkan kompleksitas hukum yang memerlukan pendekatan integratifDualitas peran kontraktor sebagai pelaksana konstruksi dan pemegang saham minoritas menimbulkan kompleksitas hukum yang memerlukan pendekatan integratif
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pembagian kewenangan tersebut, bentuk pengawasan yang dilakukan oleh masing-masing tingkat pemerintahan, sertaArtikel ini bertujuan untuk menganalisis pembagian kewenangan tersebut, bentuk pengawasan yang dilakukan oleh masing-masing tingkat pemerintahan, serta
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Perbedaan filosofi antara sistem civil law yang mengutamakan kepastian formal dan common law yang menawarkan fleksibilitas substantif secara signifikanPerbedaan filosofi antara sistem civil law yang mengutamakan kepastian formal dan common law yang menawarkan fleksibilitas substantif secara signifikan
UNSULTRAUNSULTRA Berdasarkan dampak penggunaan standar WBS yang dirasakan oleh tim proyek pada pembangunan Gedung Veteran, standar tersebut sangat membantu dalam pengendalianBerdasarkan dampak penggunaan standar WBS yang dirasakan oleh tim proyek pada pembangunan Gedung Veteran, standar tersebut sangat membantu dalam pengendalian
UBBUBB Penelitian ini menggunakan data seperti detail engineering design, master time schedule, dan data logistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisaPenelitian ini menggunakan data seperti detail engineering design, master time schedule, dan data logistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa
JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION Environmental Factor menempati urutan prioritas ketiga dengan nilai 12,66 % dengan sub kriteria yang paling berpengaruh adalah Aspek Fasilitas. MaterialEnvironmental Factor menempati urutan prioritas ketiga dengan nilai 12,66 % dengan sub kriteria yang paling berpengaruh adalah Aspek Fasilitas. Material
Useful /
JURNALFKMUITJURNALFKMUIT Pelatihan K3 yang rutin baik secara internal maupun eksternal meningkatkan kompetensi pekerja dan membangun budaya keselamatan, sementara sistem penangananPelatihan K3 yang rutin baik secara internal maupun eksternal meningkatkan kompetensi pekerja dan membangun budaya keselamatan, sementara sistem penanganan
JURNALFKMUITJURNALFKMUIT Sampel pada penelitian ini berjumlah 173 sampel yang diperoleh berdasarkan rumus Slovin dengan penarikan purposive sampling dengan kriteria eksklusi danSampel pada penelitian ini berjumlah 173 sampel yang diperoleh berdasarkan rumus Slovin dengan penarikan purposive sampling dengan kriteria eksklusi dan
UNSULTRAUNSULTRA Penelitian ini merupakan studi laboratorium yang mengkaji material penyusun beton meliputi pengujian analisis ayakan agregat, pengujian kandungan air,Penelitian ini merupakan studi laboratorium yang mengkaji material penyusun beton meliputi pengujian analisis ayakan agregat, pengujian kandungan air,
UNSULTRAUNSULTRA Kondisi eksisting fasilitas pedestrian termasuk dalam kriteria tidak baik, dengan nilai persentase sebesar 39,3%. Aspek keselamatan pejalan kaki juga termasukKondisi eksisting fasilitas pedestrian termasuk dalam kriteria tidak baik, dengan nilai persentase sebesar 39,3%. Aspek keselamatan pejalan kaki juga termasuk