POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG

Journal of Maternal and Child Health Sciences (JMCHS)Journal of Maternal and Child Health Sciences (JMCHS)

Latar Belakang: Dismenore adalah gangguan menstruasi umum pada remaja putri dan sering mengganggu aktivitas sehari-hari, kehadiran di sekolah, dan konsentrasi belajar. Intervensi non-farmakologis seperti hipnoterapi dan terapi musik telah dikembangkan sebagai alternatif yang aman untuk mengatasi nyeri menstruasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh audio hipnoterapi Sriwijaya Gending terhadap penurunan nyeri dismenore primer pada remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen one-group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 40 siswi yang mengalami dismenore primer di SMAN 1 SP Padang, yang dipilih menggunakan total sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numerical Rating Scale (NRS). Intervensi melibatkan mendengarkan audio hipnoterapi Sriwijaya Gending selama menstruasi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan intensitas nyeri dismenore setelah intervensi, dengan nilai p 0,000. Kesimpulan: Audio hipnoterapi Sriwijaya Gending memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri dismenore primer pada remaja putri.

Audio hipnoterapi Sriwijaya Gending berpengaruh signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore primer pada remaja putri.Intervensi ini dapat digunakan sebagai alternatif nonfarmakologis yang aman, sederhana, dan sesuai dengan konteks budaya dalam penatalaksanaan nyeri haid pada remaja.Penelitian ini memperkuat konsep bahwa nyeri menstruasi dipengaruhi oleh faktor fisiologis dan psikologis, sehingga intervensi non-farmakologis dapat menjadi solusi yang efektif.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas audio hipnoterapi Sriwijaya Gending dalam jangka panjang, misalnya dengan melakukan studi follow-up untuk melihat apakah efek penurunan nyeri tetap bertahan setelah intervensi dihentikan. Selain itu, penelitian dapat diperluas dengan melibatkan kelompok kontrol untuk membandingkan efektivitas audio hipnoterapi dengan metode penanganan nyeri dismenore lainnya, seperti pemberian obat pereda nyeri atau terapi fisik. Terakhir, penting untuk meneliti lebih dalam mengenai faktor-faktor individual yang dapat memengaruhi respons terhadap audio hipnoterapi, seperti tingkat sugestibilitas, preferensi musik, dan pengalaman sebelumnya dengan terapi relaksasi, sehingga intervensi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu untuk mencapai hasil yang optimal.

  1. The Effect Of Sriwijaya Gending Audio Hypnotherapy On Primary Dysmenorrhea Pain In Adolescent Girls Of... doi.org/10.36086/maternalandchild.v5i2.3639The Effect Of Sriwijaya Gending Audio Hypnotherapy On Primary Dysmenorrhea Pain In Adolescent Girls Of doi 10 36086 maternalandchild v5i2 3639
Read online
File size930.48 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test