ITSCIENCEITSCIENCE

Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi ElektroElektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro

Kanker paru-paru merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di seluruh dunia, dengan angka mortalitas yang terus meningkat setiap tahun. Di Indonesia, prevalensi kanker paru-paru juga mengalami peningkatan, terutama pada kelompok usia lanjut dan perokok aktif maupun pasif. Radioterapi merupakan salah satu modalitas utama dalam penatalaksanaan kanker paru-paru, khususnya bagi pasien yang tidak dapat menjalani pembedahan. Seiring kemajuan teknologi, metode Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT) dikembangkan untuk meningkatkan presisi pemberian dosis radiasi dengan tetap melindungi jaringan sehat di sekitar tumor. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur terkini mengenai efektivitas dan keamanan Intensity-Modulated Radiotherapy (IMRT) dibandingkan teknik konvensional seperti Three-Dimensional Conformal Radiotherapy (3D-CRT). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020 terhadap artikel internasional yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2019–2024). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa IMRT mampu menurunkan dosis radiasi pada organ vital seperti jantung, paru-paru, spinalis, kontralateral, dan medula kardiopulmoner tanpa mengurangi efektivitas pengendalian tumor. Teknik turunan IMRT seperti Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT) dan Simultaneous Integrated Boost (SIB-IMRT) terbukti meningkatkan akurasi penyinaran serta kualitas hidup pasien. IMRT merupakan inovasi penting dalam bidang onkologi radiasi yang efektif, aman, dan berpotensi menjadi standar utama dalam tata laksana radioterapi kanker paru-paru di masa depan.

Berdasarkan analisis sistematis, teknik Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT) terbukti memberikan keunggulan dosimetrik dan klinis dibandingkan 3D-Conformal Radiation Therapy (3D-CRT) pada pasien kanker paru, khususnya NSCLC stadium III.IMRT mampu menurunkan dosis radiasi pada organ at risk (OAR) dan meningkatkan kontrol tumor, serta menurunkan insidensi toksisitas paru.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperkuat bukti klinis dan mengevaluasi dampak IMRT pada berbagai karakteristik pasien.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif prospektif yang membandingkan IMRT dengan teknik radioterapi modern lainnya, seperti VMAT dan SIB-IMRT, dengan fokus pada parameter kuantitatif dosimetri dan luaran klinis jangka panjang. Kedua, penelitian yang mengevaluasi hubungan antara parameter dosis spesifik dengan kejadian toksisitas paru secara longitudinal akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai efek samping radiasi. Ketiga, kajian mengenai adaptive radiotherapy berbasis citra (adaptive IMRT) perlu dilakukan untuk menilai dampak perubahan volume tumor selama terapi terhadap efektivitas dan keamanan dosis. Dengan pengembangan penelitian-penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh bukti yang lebih kuat untuk mendukung penerapan IMRT sebagai standar utama radioterapi kanker paru-paru, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

Read online
File size316.99 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test