UNTAG BANYUWANGIUNTAG BANYUWANGI

Journal of English Teaching and LearningJournal of English Teaching and Learning

Penelitian ini membahas dan menganalisis pengalaman serta pemahaman tentang bahasa, metode, budaya, dan kebiasaan siswa dalam pendidikan bahasa Inggris di Thailand. Tujuan penelitian adalah meningkatkan keterampilan calon guru dalam pembelajaran bahasa Inggris melalui program Teaching Practicum Internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan self-reflection dalam narrative inquiry sebagai pengalaman belajar, dengan subjek penelitian yaitu peneliti sendiri sebagai calon guru. Pengumpulan data dilakukan melalui penulisan autobiografi naratif, wawancara, jurnal reflektif, photovoice, dan rekaman video sebagai media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan naratif melalui self-reflection dapat menjadi strategi yang efektif untuk mendukung praktik pengajaran internasional serta membantu guru dan siswa merefleksikan, mempertanyakan, dan memahami pengalaman praktik mengajar dari sudut pandang yang beragam.

Rekaman video berperan penting dalam meningkatkan reflektivitas dan kesadaran calon guru terhadap berbagai perspektif dalam pengajaran bahasa.Interaksi kelas menjadi tantangan utama yang terkait dengan kompetensi komunikatif, sehingga diperlukan pelatihan yang lebih fokus dalam modul pengajaran bahasa Inggris.Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan dalam program pendidikan guru melalui strategi kolaboratif dan penguatan kesadaran reflektif agar calon guru mampu menghubungkan teori dengan praktik secara kritis dan bertanggung jawab.

Pertama, perlu dikaji bagaimana efektivitas video-mediated reflection berbeda antara calon guru yang mengajar di sekolah internasional dibandingkan dengan sekolah lokal, untuk memahami pengaruh konteks pendidikan terhadap perkembangan reflektif. Kedua, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan platform digital kolaboratif yang memungkinkan calon guru berdiskusi dan memberi umpan balik secara langsung melalui video pembelajaran mereka, guna meningkatkan interaksi reflektif secara sistematis. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana pelatihan kompetensi komunikatif berbasis video dapat dirancang secara tematik sesuai kebutuhan kelas usia dini, sehingga calon guru tidak hanya menguasai materi namun juga mampu mengelola dinamika emosional dan interaksi sosial siswa secara efektif.

Read online
File size168.18 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test