ARIPAFIARIPAFI

Jurnal Budi Pekerti Agama BuddhaJurnal Budi Pekerti Agama Buddha

Tradisi keagamaan lokal memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga spiritualitas, identitas budaya, dan kohesi sosial masyarakat, khususnya di daerah pedesaan yang masih memegang teguh nilai-nilai tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pengaruh tradisi Puja Bhakti Keliling terhadap tingkat keaktifan umat Buddha dalam berbagai kegiatan keagamaan di Desa Sumogawe. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif, melibatkan 60 responden yang dipilih secara purposif, dan data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini memberikan kontribusi signifikan terhadap keaktifan umat, dengan nilai R² sebesar 0,634 dan koefisien regresi sebesar 0,756, yang menegaskan pengaruh positifnya. Dimensi kebersamaan, interaksi sosial, dan makna spiritual menjadi faktor utama yang mendorong partisipasi aktif. Temuan juga mengungkap rendahnya partisipasi dalam sesi pembelajaran Dhamma, yang menjadi dasar perlunya inovasi dalam metode edukatif dan pendekatan pembelajaran yang lebih menarik di komunitas umat awam. Tradisi Puja Bhakti Keliling terbukti berperan sebagai sarana spiritual, sosial, dan edukatif yang secara holistik mendukung ketahanan komunitas serta keberlanjutan praktik keagamaan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan model tradisi ini melalui dukungan lintas generasi, inovasi metode pembelajaran partisipatif, dan pendekatan kontekstual yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Penelitian ini membuktikan bahwa tradisi Puja Bhakti Keliling memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keaktifan umat Buddha dalam kegiatan keagamaan di Desa Sumogawe.Melalui keterlibatan dalam ritual kolektif yang dilaksanakan secara bergiliran di rumah-rumah umat, tercipta ruang partisipatif yang tidak hanya menguatkan aspek spiritual, tetapi juga mempererat relasi sosial dan membentuk identitas kolektif komunitas.Tradisi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kehadiran umat di vihara, kontribusi sosial, dan partisipasi dalam perayaan keagamaan.Diperlukan inovasi dalam pembelajaran Dhamma untuk meningkatkan pemahaman ajaran agama.

Berdasarkan temuan penelitian, disarankan untuk mengembangkan model pembelajaran Dhamma yang inovatif, seperti pendekatan berbasis proyek dan penggunaan teknologi digital, guna meningkatkan minat dan pemahaman umat, terutama generasi muda. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhi keaktifan umat dalam kegiatan keagamaan, seperti peran dukungan keluarga dan tokoh agama. Terakhir, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas program-program pemberdayaan komunitas dalam memperkuat modal sosial dan ketahanan komunitas Buddhis di daerah pedesaan, sehingga tradisi keagamaan dapat terus dilestarikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

  1. Validate User. validate user sorry experiencing unusual traffic time please help us confirm robot take... doi.org/10.1108/jiabr-09-2020-0275Validate User validate user sorry experiencing unusual traffic time please help us confirm robot take doi 10 1108 jiabr 09 2020 0275
  2. The Impact of Hyposalivation on Quality of Life (QoL) and Oral Health in the Aging Population of Al Madinah... mdpi.com/1660-4601/14/4/445The Impact of Hyposalivation on Quality of Life QoL and Oral Health in the Aging Population of Al Madinah mdpi 1660 4601 14 4 445
Read online
File size421.87 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test