ARIPAFIARIPAFI

Jurnal Budi Pekerti Agama BuddhaJurnal Budi Pekerti Agama Buddha

Di era digital yang semakin maju, media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan generasi muda, termasuk mahasiswa. Media sosial tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi dan hiburan, tetapi juga mulai dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, termasuk dalam konteks keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penggunaan media sosial terhadap pemahaman ajaran Buddha di kalangan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan mahasiswa aktif pengguna media sosial. Teori utama yang digunakan adalah Uses and Gratifications yang menekankan bahwa pengguna media secara aktif memilih media untuk memenuhi kebutuhan tertentu, serta teori konstruksi sosial media yang melihat bahwa realitas dibentuk melalui interaksi digital. Penelitian ini menemukan bahwa intensitas dan kebiasaan penggunaan media sosial memiliki keterkaitan dengan tingkat pemahaman ajaran Buddha. Mahasiswa yang lebih sering memanfaatkan media sosial untuk mencari informasi keagamaan cenderung menunjukkan pemahaman yang lebih baik terhadap nilai-nilai Dhamma. Namun, jenis konten keagamaan yang dikonsumsi tidak selalu memberikan dampak langsung terhadap pemahaman yang mendalam. Hasil ini menunjukkan bahwa media sosial berpotensi menjadi sarana edukatif keagamaan yang positif apabila dimanfaatkan secara bijak.

Penggunaan media sosial secara signifikan memengaruhi pemahaman ajaran Buddha di kalangan mahasiswa STABN Raden Wijaya.Intensitas dan frekuensi penggunaan media sosial berperan penting dalam membentuk pemahaman tersebut.Meskipun jenis konten yang dikonsumsi tidak secara langsung memengaruhi pemahaman, kombinasi penggunaan media sosial dan jenis konten yang dikonsumsi secara simultan memiliki pengaruh yang berarti terhadap pemahaman ajaran Buddha.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai jenis konten keagamaan Buddhis yang paling efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kualitas konten, metode penyampaian, dan interaksi pengguna. Kedua, penting untuk meneliti bagaimana literasi digital dapat ditingkatkan di kalangan mahasiswa STABN Raden Wijaya, sehingga mereka dapat secara kritis mengevaluasi informasi keagamaan yang diperoleh dari media sosial dan menghindari penyebaran misinformasi. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan program pendampingan keagamaan yang memanfaatkan media sosial secara efektif, dengan melibatkan tokoh agama dan akademisi untuk memberikan bimbingan dan arahan kepada mahasiswa dalam memahami ajaran Buddha di era digital. Dengan demikian, media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembelajaran dan pendalaman ajaran Buddha, sekaligus meningkatkan kualitas pemahaman spiritual mahasiswa.

  1. Teknologi Informasi: Dampak Media Sosial pada Perubahan Sosial Masyarakat | Indo-MathEdu Intellectuals... doi.org/10.54373/imeij.v5i1.645Teknologi Informasi Dampak Media Sosial pada Perubahan Sosial Masyarakat Indo MathEdu Intellectuals doi 10 54373 imeij v5i1 645
  2. Dampak Media Sosial terhadap Pemahaman Ajaran Buddha : Studi pada Mahasiswa STABN Raden Wijaya | Jurnal... doi.org/10.61132/jbpab.v3i1.1830Dampak Media Sosial terhadap Pemahaman Ajaran Buddha Studi pada Mahasiswa STABN Raden Wijaya Jurnal doi 10 61132 jbpab v3i1 1830
  3. Mahayana Buddhism | The Doctrinal Foundations | Paul Williams | Taylor. mahayana buddhism doctrinal foundations... doi.org/10.4324/9780203428474Mahayana Buddhism The Doctrinal Foundations Paul Williams Taylor mahayana buddhism doctrinal foundations doi 10 4324 9780203428474
Read online
File size924.52 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test