UNYUNY

Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan KonselingJurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap komitmen berorganisasi pengurus BEM FIP UNY. Penelitian ini menggunakan penelitian populasi dengan jumlah populasi sebanyak 92 mahasiswa pengurus BEM FIP UNY. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan emosi dan skala komitmen organisasi. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebanyak 65 mahasiswa (71%) memiliki kecerdasan emosi dengan kategori tinggi dan 27 mahasiswa (29%) memiliki kecerdasan emosi dengan kategori sedang; (2) sebanyak 70 mahasiswa (76%) memiliki komitmen organisasi dengan kategori tinggi dan 22 mahasiswa (24%) memiliki komitmen organisasi dengan kategori sedang; (3) kecerdasan emosi berpengaruh secara positif (nilai sig. sebesar 0,000 < 0,05) terhadap komitmen organisasi pengurus BEM FIP UNY dengan sumbangan efektif sebesar 53%, sehingga dapat diketahui bahwa kecerdasan emosi dapat memprediksi komitmen organisasi seseorang.

Terdapat pengaruh positif dan signifikan kecerdasan emosional terhadap komitmen berorganisasi pengurus BEM FIP UNY dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05.Kecerdasan emosional memberikan sumbangan efektif sebesar 53% terhadap komitmen berorganisasi.Sisanya sebesar 47% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Pertama, perlu diteliti faktor-faktor non-emosional seperti dukungan sosial dari rekan sebaya atau beban akademik yang mungkin memengaruhi komitmen berorganisasi mahasiswa, agar dapat dipahami secara lebih holistik mengapa sebagian pengurus tetap berkomitmen meski menghadapi tekanan tinggi. Kedua, perlu dikaji bagaimana dinamika kecerdasan emosional berkembang selama masa kepengurusan berlangsung melalui pendekatan penelitian longitudinal, untuk melihat apakah peningkatan kecerdasan emosional seiring waktu berhubungan langsung dengan peningkatan komitmen organisasi. Ketiga, diperlukan penelitian kualitatif mendalam untuk mengungkap pengalaman subjektif pengurus yang mengalami penurunan komitmen atau mengundurkan diri, termasuk peran budaya organisasi, gaya kepemimpinan, dan konflik interpersonal yang mungkin tidak terdeteksi dalam data kuantitatif. Ketiga arah penelitian ini dapat melengkapi temuan saat ini dengan memperdalam pemahaman tentang variabel-variabel yang turut membentuk komitmen organisasi di luar kecerdasan emosional, serta memberikan gambaran proses yang lebih dinamis dan kontekstual dalam kehidupan organisasi kemahasiswaan.

Read online
File size430.22 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test