UNESAUNESA
Indonesian Journal of Labour Law and Industrial RelationsIndonesian Journal of Labour Law and Industrial RelationsHadiyansyah, seorang pekerja outsourcing dari PT Bina Cipta Abadi, ditugaskan bekerja di PT Yuasa Battery Indonesia dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Setelah bekerja selama 10 tahun, Hadiyansyah dipecat oleh PT Yuasa Battery Indonesia dengan alasan rasionalisasi perusahaan akibat pandemi Covid-19, tetapi perusahaan tidak memberikan kompensasi apa pun. Perselisihan juga terjadi karena Hadiyansyah menganggap dirinya sebagai karyawan PT Yuasa Battery Indonesia, tetapi PT Yuasa Battery Indonesia tidak mengakui hal tersebut. Ada juga status perjanjian kerja yang tidak jelas yang diyakini Hadiyansyah sebagai PKWTT, bukan PKWT seperti perjanjian kerja awal. Sebagai langkah hukum, Hadiyansyah mengajukan gugatan ke PHI. Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan bahwa gugatan Hadiyansyah tidak memiliki dasar hukum dan ditolak secara keseluruhan. Hadiyansyah mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung dan sebagian gugatan Hadiyansyah dikabulkan melalui Putusan Mahkamah Agung Nomor 394 K/Pdt.Sus-PHI/2023. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan hukum antara Hadiyansyah dan PT Yuasa Battery Indonesia, serta mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam tidak mengabulkan permohonan Hadiyansyah untuk mendapatkan kompensasi haknya.
Berdasarkan formulasi masalah dan hasil pembahasan yang telah disajikan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.Bahwa analisis unsur hubungan kerja dapat disimpulkan bahwa untuk dikatakan bahwa Hadiyansyah memiliki hubungan hukum dengan PT Yuasa Battery Indonesia, unsur hubungan kerja harus terpenuhi sesuai dengan ketentuan Pasal 1 Nomor 15 Undang-Undang Ketenagakerjaan.Namun, faktanya unsur-unsur tersebut tidak terpenuhi, karena memang tidak ada hubungan langsung antara Hadiyansyah dan PT Yuasa Battery Indonesia.Dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 394 K/Pdt.Sus-PHI/2023 mengenai gugatan, tidak dikabulkan oleh Mahkamah Agung, tetapi Hakim tidak memberikan penjelasan dan dasar hukum yang digunakan sebagai acuan pertimbangannya.Maka penulis memberikan pendapat mengenai mengapa Panel Hakim mengecualikan uang penggantian dari kompensasi pesangon yang menjadi dasar gugatan Hadiyansyah, yaitu perbedaan interpretasi hukum mengenai uang penggantian hak cuti oleh Mahkamah Agung, ketidakmampuan Hadiyansyah memberikan bukti mengenai perjanjian atau hak cuti yang belum diambil, prinsip keadilan yang digunakan oleh Mahkamah Agung dalam membuat keputusan, Panel Hakim Mahkamah Agung mempertimbangkan yurisprudensi.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. 1. Untuk hakim, dalam memutuskan sebuah kasus, harus mengandung alasan yang jelas dan eksplisit. Dalam kasus ini, putusan yang dikeluarkan oleh hakim kurang dalam memberikan dasar hukum yang lengkap. Panel Hakim Mahkamah Agung Agung seharusnya menjelaskan dan mengurai setiap poin gugatan Hadiyansyah sebagai Pemohon dan memberikan penjelasan dasar hukum satu per satu. Misalnya, dalam pertimbangan hakim mengenai penolakan pemberian uang penggantian hak cuti yang ingin diklaim oleh Hadiyansyah. Hakim Mahkamah Agung tidak menjelaskan alasan dan dasar hukum yang menjadi acuan hakim dalam tidak mengabulkan gugatan Hadiyansyah.. 2. Untuk perusahaan, perusahaan harus lebih memahami peraturan perundang-undangan yang mengatur PKWT dan PKWTT. Di mana kedua perjanjian kerja memiliki hak dan kewajiban yang berbeda serta beban kerja. Selain itu, dalam kasus PKWT, perusahaan tidak boleh memperpanjangnya dengan mengabaikan aturan yang berlaku, perlu diperhatikan dan memastikan bahwa prosedur dan batas-batas tertentu dalam melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan dan mematuhi prosedur yang diatur dalam undang-undang atau peraturan lainnya yang berkaitan dengan ketenagakerjaan. Jika tidak, status perjanjian kerja seharusnya diubah dari PKWT menjadi PKWTT.. 3. Untuk masyarakat, terutama pekerja PKWT, jika mengalami kondisi serupa di mana perjanjian kerja diperbarui secara terus-menerus, perlu mengetahui hak-hak yang seharusnya diperoleh dari perusahaan yang terikat perjanjian kerja. Jangan hanya diam karena ada hak pekerja yang dirugikan yang harus diperjuangkan.
- Aspek Hukum Pelaksanaan Pekerjaan Pokok Oleh Tenaga Kerja Outsourcing Di Indonesia | Koto | Legalitas:... doi.org/10.33087/legalitas.v14i2.333Aspek Hukum Pelaksanaan Pekerjaan Pokok Oleh Tenaga Kerja Outsourcing Di Indonesia Koto Legalitas doi 10 33087 legalitas v14i2 333
- Tinjauan Yuridis Perusahaan dalam Pelaksanaan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Menurut Undang-Undang No.13... jurnal.unublitar.ac.id/index.php/briliant/article/view/895Tinjauan Yuridis Perusahaan dalam Pelaksanaan Pemutusan Hubungan Kerja PHK Menurut Undang Undang No 13 jurnal unublitar ac index php briliant article view 895
- Keabsahan Materi Muatan Terkait Uang Pesangon Dalam Peraturan Perundang-Undangan | JURNAL USM LAW REVIEW.... doi.org/10.26623/julr.v5i1.4808Keabsahan Materi Muatan Terkait Uang Pesangon Dalam Peraturan Perundang Undangan JURNAL USM LAW REVIEW doi 10 26623 julr v5i1 4808
- Implementasi Pengawasan Dan Pemberian Sanksi Terhadap Perusahaan Atas Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu... journals.usm.ac.id/index.php/julr/article/view/7085Implementasi Pengawasan Dan Pemberian Sanksi Terhadap Perusahaan Atas Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu journals usm ac index php julr article view 7085
| File size | 333.67 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
PUBMEDIAPUBMEDIA Struktur dan skala upah merupakan instrumen penting dalam sistem upah nasional untuk memastikan keadilan, kepastian hukum, dan perlindungan hak pekerja.Struktur dan skala upah merupakan instrumen penting dalam sistem upah nasional untuk memastikan keadilan, kepastian hukum, dan perlindungan hak pekerja.
PUBMEDIAPUBMEDIA This study aims to analyze the constitutional status of free basic education in private schools as affirmed by Constitutional Court Decision No. 3/PUU-XXII/2024This study aims to analyze the constitutional status of free basic education in private schools as affirmed by Constitutional Court Decision No. 3/PUU-XXII/2024
PUBMEDIAPUBMEDIA Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketentuan normatif yang lebih jelas dan terstruktur dalam Undang-Undang Penanaman Modal diperlukan untuk memperkuat kepastianPenelitian ini menyimpulkan bahwa ketentuan normatif yang lebih jelas dan terstruktur dalam Undang-Undang Penanaman Modal diperlukan untuk memperkuat kepastian
PUBMEDIAPUBMEDIA Terdapat ketidakterpaduan normatif dan kekosongan pengaturan teknis antara UU No. 17 Tahun 2023 dan regulasi JKN, yang perlu diatasi melalui harmonisasiTerdapat ketidakterpaduan normatif dan kekosongan pengaturan teknis antara UU No. 17 Tahun 2023 dan regulasi JKN, yang perlu diatasi melalui harmonisasi
PUBMEDIAPUBMEDIA Penelitian ini merekomendasikan reformasi institusional untuk memperkuat independensi legislatif dan yudikatif serta memperluas partisipasi publik dalamPenelitian ini merekomendasikan reformasi institusional untuk memperkuat independensi legislatif dan yudikatif serta memperluas partisipasi publik dalam
UNESAUNESA Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis (TPS) yang melibatkan identifikasi, peninjauan, dan sintesis 20 artikel yang diterbitkan dalamMetode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis (TPS) yang melibatkan identifikasi, peninjauan, dan sintesis 20 artikel yang diterbitkan dalam
UNESAUNESA Ketidakpastian hukum ini terjadi karena konflik kepentingan antara pekerja dan pengusaha. Pekerja memiliki hak atas pesangon, kompensasi masa kerja, danKetidakpastian hukum ini terjadi karena konflik kepentingan antara pekerja dan pengusaha. Pekerja memiliki hak atas pesangon, kompensasi masa kerja, dan
UNSURUNSUR Pendekatan masalah yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dalam penelitian ini Penulis gunakan berdasarkan asas-asasPendekatan masalah yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dalam penelitian ini Penulis gunakan berdasarkan asas-asas
Useful /
PUBMEDIAPUBMEDIA Perkembangan teknologi telah membuat perkembangan di semua sektor, termasuk dalam sistem jual beli. Jual beli sekarang menggunakan lebih banyak internetPerkembangan teknologi telah membuat perkembangan di semua sektor, termasuk dalam sistem jual beli. Jual beli sekarang menggunakan lebih banyak internet
UMSUMS Salah satu tindakan yang dapat dilakukan masyarakat awam dan tenaga medis dalam menangani kasus gawat darurat yaitu dengan memberikan Bantuan Hidup DasarSalah satu tindakan yang dapat dilakukan masyarakat awam dan tenaga medis dalam menangani kasus gawat darurat yaitu dengan memberikan Bantuan Hidup Dasar
UMSUMS Terdapat tiga macam pola asuh orang tua. Pola asuh permisif membuat anak menjadi lebih bebas melakukan hal-hal negatif karena memberikan kebebasan padaTerdapat tiga macam pola asuh orang tua. Pola asuh permisif membuat anak menjadi lebih bebas melakukan hal-hal negatif karena memberikan kebebasan pada
UNESAUNESA Berdasarkan rumusan masalah dan hasil pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. 1) Bahwa alasan pemutusanBerdasarkan rumusan masalah dan hasil pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. 1) Bahwa alasan pemutusan