UMSUMS

Jurnal Berita Ilmu KeperawatanJurnal Berita Ilmu Keperawatan

Gawat darurat merupakan suatu kejadian yang terjadi secara mendadak sehingga mengakibatkan seseorang memerlukan penanganan dan pertolongan secara cepat dan tepat. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan masyarakat awam dan tenaga medis dalam menangani kasus gawat darurat yaitu dengan memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Basic Life Support (BLS) yang merupakan suatu usaha mencegah terjadinya henti jantung dan henti napas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan penanganan tersedak terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa SMAN 3 Mamuju. Penelitian ini menggunakan desain One-Group pre-test-post-test guna mengetahui pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan penanganan tersedak pada siswa SMAN 3 Mamuju. Subjek penelitian ini adalah siswa SMAN 3 Mamuju dengan total responden sebanyak 35 siswa. Analisis data penelitian menggunakan SPSS dan uji hipotesis menggunakan Paired t-test. Hasil uji statistik dengan Paired t-test terdapat pengaruh signifikan sebelum dan setelah diberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan penanganan tersedak dengan nilai signifikansi p value= 0,001 pengetahuan, keterampilan BHD P Value = 0,002 dan keterampilan penanganan tersedak P Value =0,001 dengan taraf signifikansi 0,05 (P<0,05). Kesimpulan: Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan penanganan tersedak efektif untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan Bantuan Hidup Dasar dan keterampilan penanganan tersedak siswa SMAN 3 Mamuju sehingga diharapkan penanganan kasus gawat darurat yang dapat ditemui dilapangan dapat diatasi dengan cepat dan tepat.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pelajar sebagai orang awam dapat memberikan pertolongan pertama kepada siapapun dalam keadaan gawat darurat, terutama pada seseorang yang mengalami henti napas, henti jantung, dan tersedak, setelah diberikan pelatihan.Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta keterampilan penanganan tersedak pada siswa SMAN 3 Mamuju setelah mengikuti pelatihan.Dengan demikian, pelatihan ini efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menangani kasus gawat darurat.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas metode pelatihan BHD dan penanganan tersedak yang berbeda, seperti penggunaan simulasi virtual reality atau pelatihan berbasis permainan, untuk meningkatkan retensi pengetahuan dan keterampilan siswa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan BHD dan penanganan tersedak di lingkungan sekolah, seperti tingkat kepercayaan diri siswa, dukungan dari guru dan staf sekolah, serta ketersediaan fasilitas dan peralatan yang memadai. Ketiga, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program pelatihan BHD dan penanganan tersedak yang melibatkan partisipasi aktif orang tua atau wali siswa, dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan keluarga dalam menghadapi situasi darurat di rumah atau di lingkungan sekitar. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kasus gawat darurat dan mengurangi angka kematian akibat henti jantung dan tersedak.

Read online
File size324.83 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test