4141

Jurnal Perikanan TerpaduJurnal Perikanan Terpadu

Ikan kambing-kambing (Canthidermis maculata) merupakan ikan demersal yang potensial. Salah satu produk olahan dari ikan kambing-kambing adalah ikan asin. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan perubahan mutu ikan asin selama penyimpanan. Perlakuan pada penelitian ini adalah pengemasan vakum dan tanpa vakum, serta penyimpanan selama 3 bulan. Pengolahan data penyimpanan ikan asin menggunakan sample t-test. Parameter yang diamati adalah kadar air, aktivitas air (aw) dan total mikroba (TPC) selama 3 bulan. Pada bulan ke 0, nilai kadar air, Aw dan TPC pada kemasan vakum masing-masing 32.30±0.39%; 0.723±0.00; 3.34±0.00 log cfu/g dan nilai kadar air, Aw dan TPC pada kemasan tanpa vakum masing-masing 32.30±0.39%; 0.723±0.00; 3.34±0.00 log cfu/g. Pada bulan ke 3, nilai kadar air, Aw dan TPC pada kemasan vakum masing-masing 31.95±0.18%, 0.710±0.00 dan negatif, serta nilai kadar air, Aw dan TPC pada kemasan tanpa vakum masing-masing 31.29±0.41%; 0.702±0.02; 4.14±0.00 log cfu/g. Setelah penyimpanan selama 3 bulan, nilai ketiga parameter mengalami fluktuasi, namun tidak signifikan.

Perbedaan kemasan vakum dan non vakum pada ikan asin mempengaruhi jumlah mikroorganisme, kadar air dan aktivitas air pada ikan asin yang disimpan selama tiga bulan, namun tidak signifikan.Kadar lemak dan protein cenderung menurun setelah disimpan selama tiga bulan dan sebaliknya kadar abu semakin bertambah baik pada kemasan vakum maupun tidak vakum.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji pengaruh penambahan antimikroba alami, seperti ekstrak jahe atau bawang putih, terhadap pertumbuhan mikroorganisme pada ikan asin selama penyimpanan, dengan tujuan untuk meningkatkan keamanan pangan dan memperpanjang umur simpan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengujian berbagai jenis kemasan aktif, seperti kemasan yang mengandung oksigen absorber atau karbon dioksida, untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam menjaga kualitas ikan asin dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Ketiga, penting untuk menginvestigasi pengaruh variasi konsentrasi garam dan lama proses pengasinan terhadap karakteristik kimia dan mikrobiologi ikan asin, serta dampaknya terhadap daya terima konsumen, sehingga dapat diperoleh formula pengasinan yang optimal untuk menghasilkan produk dengan kualitas terbaik.

Read online
File size311.46 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test