POLNAMPOLNAM
Journal AgregateJournal AgregateDalam manajemen pelaksanaan proyek terdiri dari beberapa aspek seperti rencana pelaksanaaan dan jadwal pelaksanaan, metode pelaksanaan, dan lain-lain. Timbulnya permasalahan pada aspek manajemen pelaksanaan akan menyebabkan dampak negatif pada pelaksanaan proyek. Dampak umum yang sering terjadi adalah keterlambatan proyek. Maka alternatif yang biasanya digunakan untuk mendukung percepatan kegiatan adalah menambah jam kerja sehingga berdampak pada total biaya proyek. Pada Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Maluku Tengah ini dipilih untuk studi penelitian karena mengalami keterlambatan. Metode CPM (critical path method) dapat digunakan untuk menganalisa waktu pelaksanaan proyek agar dapat memperoleh pekerjaan kritis yang tidak memiliki kelonggaran hari agar dapat dipercepat. Waktu optimal dan biaya diperoleh dari Crash Program menggunakan metode Crashing dengan melakukan penambahan jam kerja pada masing-masing pekerjaan kritis yang akan dipercepat. Dari percepatan tersebut akan diperoleh nilai cost slope. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pekerjaan apa saja yang kritis pada proyek dan juga memperoleh hasil analisis perhitungan waktu dan biaya pekerjaan setelah dilakukan percepatan. Dari hasil penelitian menunjukan total anggaran biaya proyek pada kondisi normal sebesar Rp 2.891.000.000 dengan durasi pelaksanaan 78 hari kerja, pada kondisi setelah melakukan crashing dengan alternatif penambahan jam kerja selama dua jam diperoleh biaya sebesar Rp 3.523.659.694 atau lebih besar dari total anggaran biaya proyek dalam kondisi normal dan pengurangan durasi pelaksanaan proyek menjadi 69 hari kerja atau lebih cepat dari durasi normal. Dan total nlai cost slope yang di peroleh sebesar Rp 632.659.694.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode CPM mengidentifikasi empat pekerjaan kritis pada proyek pembangunan ruang kelas baru MIN 5 Maluku Tengah, yaitu pekerjaan tanah, lantai dasar kanopi dan meja wastafel, dinding, serta besi dan railing.Percepatan durasi menggunakan metode crashing dengan penambahan dua jam kerja lembur pada pekerjaan struktur dan arsitektur lantai 1 menghasilkan total biaya proyek sebesar Rp 2.364, yang lebih tinggi dari biaya normal Rp 2.Namun, durasi proyek berhasil dipersingkat dari 120 hari menjadi 110 hari, menunjukkan efisiensi waktu dengan biaya yang meningkat.
Penelitian ini telah berhasil menunjukkan efektivitas metode Crashing untuk mempercepat durasi proyek meskipun dengan peningkatan biaya. Untuk memperkaya pemahaman di masa mendatang, disarankan untuk melakukan studi komparatif mendalam mengenai berbagai alternatif percepatan proyek. Penelitian selanjutnya dapat membandingkan secara kuantitatif efisiensi biaya dan waktu antara penambahan jam kerja, penambahan jumlah tenaga kerja, atau kombinasi keduanya, dengan mempertimbangkan dampak terhadap produktivitas jangka panjang dan kualitas pekerjaan. Hal ini penting untuk mengidentifikasi strategi percepatan yang paling optimal tidak hanya dari segi durasi dan biaya langsung, tetapi juga keberlanjutan proyek secara keseluruhan. Selain itu, mengingat bahwa faktor eksternal seperti cuaca hujan disebutkan sebagai penyebab keterlambatan, studi lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana mengintegrasikan analisis risiko cuaca atau faktor-faktor tidak terduga lainnya ke dalam model penjadwalan dan percepatan. Ini akan memungkinkan perencanaan yang lebih tangguh dan adaptif terhadap kondisi lapangan yang dinamis. Terakhir, karena produktivitas merupakan elemen kunci dalam metode Crashing, penelitian dapat mendalami variasi koefisien produktivitas. Misalnya, menguji bagaimana indeks produktivitas yang berbeda berdasarkan jenis pekerjaan spesifik, tingkat kelelahan pekerja, atau kondisi lingkungan proyek yang berbeda memengaruhi hasil percepatan dan perhitungan cost slope. Pendekatan ini akan memberikan rekomendasi yang lebih nuansatif dan relevan bagi para praktisi manajemen proyek dalam menghadapi tantangan percepatan proyek konstruksi.
| File size | 393.47 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
POLNAMPOLNAM Faktor-faktor yang memengaruhi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada proyek Rehab Rumdis Hubdam XVI/Pattimura-Ambon meliputi variabelFaktor-faktor yang memengaruhi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada proyek Rehab Rumdis Hubdam XVI/Pattimura-Ambon meliputi variabel
UMJ PremiumUMJ Premium Biaya percepatan proyek dengan metode PERT adalah Rp 89.000, sedangkan dengan metode CPM adalah Rp 115. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa setiapBiaya percepatan proyek dengan metode PERT adalah Rp 89.000, sedangkan dengan metode CPM adalah Rp 115. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa setiap
JPR PNPJPR PNP Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap penambahan 1 kg volume pembesian meningkatkan biaya sebesar Rp19.303,00, sementara setiap penambahan 1 m³ betonHasil penelitian menunjukkan bahwa setiap penambahan 1 kg volume pembesian meningkatkan biaya sebesar Rp19.303,00, sementara setiap penambahan 1 m³ beton
UNSULTRAUNSULTRA Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Critical Path Method (CPM) dalam penjadwalan proyek pembangunan gedung bertingkat untuk meningkatkan efektivitasPenelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Critical Path Method (CPM) dalam penjadwalan proyek pembangunan gedung bertingkat untuk meningkatkan efektivitas
UMSBUMSB Dari keenam faktor tersebut, Faktor Bukti Fisik diidentifikasi sebagai faktor dominan. Oleh karena itu, solusi untuk meningkatkan kinerja kontraktor diDari keenam faktor tersebut, Faktor Bukti Fisik diidentifikasi sebagai faktor dominan. Oleh karena itu, solusi untuk meningkatkan kinerja kontraktor di
UM SURABAYAUM SURABAYA Presentase kesamaan respon risiko pengguna jasa sebesar 55% dan presentase kesamaan respon risiko penyedia jasa sebesar 39%. Hasil respon risiko dari penggunaPresentase kesamaan respon risiko pengguna jasa sebesar 55% dan presentase kesamaan respon risiko penyedia jasa sebesar 39%. Hasil respon risiko dari pengguna
POLNAMPOLNAM Pekerjaan konstruksi terdiri dari perencanaan rencana anggaran biaya hingga merencanakan jadwal pelaksanaan proyek. Tujuan penelitian ini adalah menghitungPekerjaan konstruksi terdiri dari perencanaan rencana anggaran biaya hingga merencanakan jadwal pelaksanaan proyek. Tujuan penelitian ini adalah menghitung
UBBUBB Perhitungan kuantitas baja tulangan menggunakan Bar Bending Schedule disesuaikan dengan tahapan kebutuhan pengadaan baja tulangan pada lantai 3 dan 4.Perhitungan kuantitas baja tulangan menggunakan Bar Bending Schedule disesuaikan dengan tahapan kebutuhan pengadaan baja tulangan pada lantai 3 dan 4.
Useful /
UMSBUMSB Pergerakan menuju kampus ini menuntut ketersediaan beragam moda transportasi yang dapat memenuhi kebutuhan mobilitas mereka. Penelitian ini menggunakanPergerakan menuju kampus ini menuntut ketersediaan beragam moda transportasi yang dapat memenuhi kebutuhan mobilitas mereka. Penelitian ini menggunakan
UMSBUMSB Metode yang digunakan adalah eksperimen, dengan subjek berupa perancangan dan pengujian sistem kendali berbasis PLC untuk pasokan listrik hibrida yangMetode yang digunakan adalah eksperimen, dengan subjek berupa perancangan dan pengujian sistem kendali berbasis PLC untuk pasokan listrik hibrida yang
POLNAMPOLNAM Penelitian ini menyimpulkan bahwa batu bata dari Desa Hatu dan Desa Laha menunjukkan kualitas yang berbeda berdasarkan pengujian fisik dan mekanis. SecaraPenelitian ini menyimpulkan bahwa batu bata dari Desa Hatu dan Desa Laha menunjukkan kualitas yang berbeda berdasarkan pengujian fisik dan mekanis. Secara
POLNAMPOLNAM Hasil dari penelitian ini kita dapat mengetahui jenis pekerjaan yang dilakukan menggunakan metode NATM yaitu: pekerjaan survey lapangan, pekerjaan galianHasil dari penelitian ini kita dapat mengetahui jenis pekerjaan yang dilakukan menggunakan metode NATM yaitu: pekerjaan survey lapangan, pekerjaan galian