POLNAMPOLNAM
Journal AgregateJournal AgregatePemakaian beton sebagai bahan bangunan telah lama dikenal di Indonesia. Pada dasarnya beton didefinisikan yaitu campuran antara semen hidraulik lainnya, agregat halus, agregat kasar dan air dengan atau tanpa bahan tambahan (admixture) yang membentuk masa padat. Secara historis putih telur sendiri telah dipakai sebagai salah satu bahan campuran dalam beton putih telur mengandung zat kalsium karbonat (CaCO3), Magnesium Oksida (Mg), Besi Oksida (Fe2O3) dan Fosfor Pentoksida (P2O5) yang mana zat ini juga terkandung di dalam semen. Putih telur akan menjadi bahan tambah dalam campuran beton pada pengujian ini dengan persentase bahan tambah yang dipakai sebesar 0%, 2% dan 2,3% dari berat semen. Benda uji beton dibuat berbentuk kubus dengan ukuran 15×15×15 cm dan dibuat sesuai dengan metode SNI 03-2834-2000. Parameter yang akan diuji berupa slump test dan kuat tekan beton dengan standar kuat tekan 200 Kg/cm² pada umur beton 7 hari. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu kuat tekan beton dengan bahan tambah putih telur 0% sebesar 223,7 kg/cm2, 2% sebesar 181,8 kg/cm2, dan 2,3% sebesar 221,1 kg/cm2. Nilai slump test persentase 0% = 9 cm, 2% = 10,8 cm dan 2,3% = 8 cm. Maka dapat disimpulkan bahwa pemakaian putih telur sebagai bahan tambah berpengaruh terhadap kuat tekan, karena semakin banyak bahan tambah putih telur dalam beton maka semakin kuat tekan beton dan slump test yang dihasilkan. Dapat dilihat dari penggunaan bahan tambah 2% menghasilkan kuat tekan sebesar 181,8 kg/cm2 dan 2,3% menghasilkan 221,1 kg/cm2.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan putih telur sebagai bahan tambah pada campuran beton belum dapat secara konsisten meningkatkan kuat tekan melebihi beton normal yang memenuhi standar K-200.Hasil uji menunjukkan bahwa beton dengan 2% putih telur menghasilkan kuat tekan 181,8 Kg/cm², di bawah standar, sedangkan 2,3% menghasilkan 221,1 Kg/cm², yang memenuhi standar tetapi tidak melampaui beton normal sebesar 223,7 Kg/cm².Meskipun demikian, tren peningkatan kuat tekan terlihat seiring dengan penambahan persentase putih telur yang lebih tinggi, mengindikasikan bahwa optimalisasi persentase mungkin diperlukan untuk mencapai atau melampaui kuat tekan beton konvensional.
Penelitian ini membuka jalan bagi studi lebih lanjut tentang potensi putih telur sebagai bahan tambahan beton. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang mencakup beberapa aspek penting. Pertama, perlu diselidiki secara mendalam apakah ada rentang persentase penambahan putih telur yang optimal (misalnya antara 2,5% hingga 4%, seperti yang disarankan sebelumnya) yang tidak hanya dapat secara signifikan meningkatkan kuat tekan beton, tetapi juga memperbaiki sifat kelecakan (slump) dan mencapai kekuatan yang lebih tinggi pada umur beton yang lebih matang, yaitu 28 hari, sebagai standar umum. Ini akan membantu menentukan dosis paling efektif agar putih telur dapat berkontribusi maksimal pada kualitas beton. Kedua, penelitian berikutnya dapat memperluas fokus tidak hanya pada kuat tekan, tetapi juga pada sifat-sifat mekanis beton lainnya yang kritis, seperti modulus elastisitas, ketahanan terhadap retak, atau durabilitas jangka panjang. Penting juga untuk meninjau bagaimana putih telur mempengaruhi perilaku hidrasi semen dan struktur mikro beton pada berbagai umur. Ketiga, mengingat sejarah penggunaan putih telur sebagai bahan pengikat di masa lalu, akan menarik untuk mengeksplorasi potensi putih telur sebagai pengganti parsial semen atau bahan pengikat alternatif lainnya. Ini bisa dilakukan dengan mengkombinasikannya dengan bahan limbah lain yang ramah lingkungan, seperti abu terbang, untuk menghasilkan beton yang lebih berkelanjutan tanpa mengorbankan performa. Dengan demikian, kita bisa memahami secara utuh peran putih telur dalam inovasi material konstruksi masa depan.
| File size | 324.75 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Strategi penyampaian dalam pembelajaran dikelas menggunakan model klasikal dan sorogan, untuk pengelompokan belajar disesuaikan dengan kemampuan santri.Strategi penyampaian dalam pembelajaran dikelas menggunakan model klasikal dan sorogan, untuk pengelompokan belajar disesuaikan dengan kemampuan santri.
UMSUMS Program Sosialisasi Pentingnya Menabung Sejak Usia Dini di SMP Muhammadiyah 5 Randublatung berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta didikProgram Sosialisasi Pentingnya Menabung Sejak Usia Dini di SMP Muhammadiyah 5 Randublatung berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta didik
UMSUMS Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan, ditandai dengan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, memilahHasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan, ditandai dengan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, memilah
UMSUMS Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam penguatan literasi digital di MI Muhammadiyah Ceporan dan mendorong pihak sekolah untuk terus mengintegrasikanProgram ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam penguatan literasi digital di MI Muhammadiyah Ceporan dan mendorong pihak sekolah untuk terus mengintegrasikan
UMSUMS Program pengabdian ini dilaksanakan melalui kegiatan edukasi keamanan pangan di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kota Madiun dengan tujuan meningkatkanProgram pengabdian ini dilaksanakan melalui kegiatan edukasi keamanan pangan di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kota Madiun dengan tujuan meningkatkan
UMSUMS Nilai-nilai utama seperti pentingnya shalat lima waktu, keimanan kepada Allah SWT, serta peningkatan akhlak dan kedisiplinan berhasil ditanamkan melaluiNilai-nilai utama seperti pentingnya shalat lima waktu, keimanan kepada Allah SWT, serta peningkatan akhlak dan kedisiplinan berhasil ditanamkan melalui
STAI TBHSTAI TBH Terdapat perbedaan signifikan dalam hasil pemecahan masalah matematika antara siswa kelas 5 SD Gugus Dwija Wiyata yang menggunakan model pembelajaran PBLTerdapat perbedaan signifikan dalam hasil pemecahan masalah matematika antara siswa kelas 5 SD Gugus Dwija Wiyata yang menggunakan model pembelajaran PBL
POLNAMPOLNAM Metode menentukan kualitas air hujan dilakukan dengan penampungan air hujan kemudian dilakukan pengujian pada laboratorium. Analisis frekuensi curah hujanMetode menentukan kualitas air hujan dilakukan dengan penampungan air hujan kemudian dilakukan pengujian pada laboratorium. Analisis frekuensi curah hujan
Useful /
UNIMUNIM Data collection was carried out using a structured questionnaire, then analyzed through multiple linear regression with the help of SPSS software versionData collection was carried out using a structured questionnaire, then analyzed through multiple linear regression with the help of SPSS software version
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Selain itu, siswa yang mengalami permasalahan kecerdasan interpersonal cenderung asik sendiri dengan dunianya serta pola asuh orang tua yang berpengaruhSelain itu, siswa yang mengalami permasalahan kecerdasan interpersonal cenderung asik sendiri dengan dunianya serta pola asuh orang tua yang berpengaruh
UNIMUNIM Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert 5 poin dan disebarkan melalui Google Form. Jumlah responden sebanyak 100 orang, yangData primer dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert 5 poin dan disebarkan melalui Google Form. Jumlah responden sebanyak 100 orang, yang
UNIMUNIM Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel persepsi kegunaan atau manfaat (perceived usefulness), persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use), persepsiHasil uji F menunjukkan bahwa variabel persepsi kegunaan atau manfaat (perceived usefulness), persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use), persepsi