POLNAMPOLNAM

Journal AgregateJournal Agregate

Dalam pelaksanaan proyek sering terjadi penyelesaian proyek yang tidak sesuai dengan perencanaan baik dari segi biaya dan waktu, sehingga untuk mengatasinya diperlukan manajemen proyek yang baik berupa pengendalian biaya dan waktu pelaksanaan yang baik agar dapat membantu pelaksanaan sesuai yang direncanakan. pada Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru MIN 5 Maluku Tengah yang berlokasi di Desa Tulehu, Kec. Salahutu, Kab. Maluku Tengah yang dimana memiliki angaran sebesar Rp. 2,891,000,000.00 dengan rencana waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender pada bulan Juni hingga Oktober tahun 2022 tetapi realisasinya proyek terlambat dan selesai pada 161 hari kalender. untuk mengatasi permasalahan tersebut maka penulis menggunakan metode Nilai Hasil.Metode Earned Value (nilai hasil) merupakan metode pengendalian yang digunakan untuk mengendalikan biaya dan waktu proyek secara terpadu. Pengendalian waktu atau jadwal proyek merupakan sebuah proses pemantauan terhadap status aktivitas proyek untuk mengetahui kemajuan atau progress proyek. Sedangkan pengendalian biaya proyek merupakan sebuah proses pemantauan terhadap status biaya proyek untuk mengetahui biaya proyek pada saat proyek berlangsung. Dari hasil analisa pada bulan ke-3 dilihat dari nilai varian biaya (CV) menunjukkan angka (-), yang artinya biaya pengeluaran proyek lebih besar dari anggaran. Sedangkan nilai (SV) varian jadwal menunjukan (-), yang berarti pekerjaan terlaksana lebih lambat dari pekerjaan. Namun evaluasi pada bulan ke-4 dilihat dari nilai varian biaya (CV) menunjukan angka ( ), yang artinya biaya pengeluaran lebih kecil dari anggaran (Rp.2,891,000,000,00) dengan biaya actual (ACWP) bulan ke-4 sebesar (Rp.1,775,028,092.00). Keuntungan yang diperoleh pihak kontraktor sebesar (Rp.174,661,809). Dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek adalah 5,53 bulan.

Mengingat perkiraan ilmiah yang telah diselesaikan pada bagian sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.Penilaian pelaksanaan proyek pada bulan keempat melihat nilai perubahan biaya (CV) menunjukkan angka positif, yang berarti konsumsi tugas lebih kecil dibandingkan anggaran (Rp 2.Dari hasil investigasi waktu pelaksanaan yang diharapkan selesainya proyek yaitu 5,53 bulan dari 4 bulan yang direncanakan.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan proyek konstruksi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang menyebabkan keterlambatan proyek, seperti masalah koordinasi antar pihak terkait, kendala dalam pengadaan material, atau perubahan desain yang tidak terduga. Dengan memahami akar permasalahan ini, langkah-langkah mitigasi yang lebih tepat dapat diterapkan untuk mencegah keterlambatan di masa depan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model prediksi biaya dan waktu yang lebih akurat, dengan mempertimbangkan berbagai variabel yang memengaruhi kinerja proyek, seperti kondisi cuaca, ketersediaan sumber daya, dan tingkat risiko. Model ini dapat membantu para pengelola proyek dalam membuat perencanaan yang lebih realistis dan mengambil keputusan yang lebih tepat. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi penerapan teknologi digital, seperti Building Information Modeling (BIM) dan Internet of Things (IoT), untuk meningkatkan transparansi, kolaborasi, dan efisiensi dalam pengelolaan proyek konstruksi. Teknologi ini dapat membantu dalam memantau kemajuan proyek secara real-time, mengidentifikasi potensi masalah sejak dini, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

Read online
File size200.83 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test