SEANINSTITUTESEANINSTITUTE
INFOKUMINFOKUMPengelolaan zakat di Indonesia tidak lagi dipahami sebagai kegiatan filantropi semata, melainkan sebagai instrumen kebijakan publik yang berkontribusi pada pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan. Dalam konteks ini, negara melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memiliki mandat strategis untuk mengkoordinasikan pengelolaan zakat secara nasional, termasuk melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di kementerian, lembaga negara, BUMN, dan sektor swasta.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada Bab IV, dapat disimpulkan bahwa praktik Collaborative Governance Regime (CGR) antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang terdiri dari kementerian, lembaga negara, BUMN, dan sektor swasta telah dilaksanakan, tetapi belum sepenuhnya optimal.Sehubungan dengan rumusan masalah penelitian, praktik CGR telah memenuhi unsur keterlibatan multi-aktor, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam hal kepercayaan, kapasitas institusi, dan kekuatan regulasi.Dari perspektif CGR sebagaimana diusulkan oleh Emerson dan Nabatchi, proses kolaboratif antara BAZNAS dan UPZ telah menunjukkan keterlibatan yang berprinsip, ditandai dengan pembentukan UPZ melalui Keputusan Ketua BAZNAS, koordinasi institusi, dan dukungan kebijakan internal di beberapa kementerian dan BUMN.Lingkungan pengelolaan zakat nasional menunjukkan bahwa harmonisasi kebijakan dan penguatan jaringan antara pemangku kepentingan tetap menjadi kebutuhan mendasar.Kompleksitas sistem pengelolaan zakat yang melibatkan berbagai aktor dengan wewenang, kepentingan, dan kapasitas yang beragam menekankan bahwa pengelolaan zakat tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu aktor saja.Situasi ini menciptakan urgensi untuk implementasi tata kelola kolaboratif lintas sektoral sebagai prasyarat untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan distribusi zakat kepada mustahiq.
Untuk memperkuat tata kelola kolaboratif dalam pengelolaan zakat, diperlukan strategi kolaborasi yang lebih sistematis, terintegrasi, dan berbasis kepercayaan. Evaluasi dan monitoring yang lebih kuat dalam praktik tata kelola kolaboratif diperlukan untuk meningkatkan efektivitas distribusi zakat. Evaluasi harus berfokus pada kejelasan tujuan kolaborasi, keselarasan peran antara aktor (BAZNAS, UPZ Kementerian/Lembaga, BUMN, dan Sektor Swasta), serta konsistensi dalam koordinasi dan pelaporan data. Monitoring tidak hanya harus berfokus pada pencapaian output distribusi, tetapi juga mengukur dampak distribusi zakat terhadap perubahan kondisi sosial dan ekonomi penerima, termasuk keberlanjutan manfaat yang diterima. Melalui evaluasi dan monitoring yang terstruktur, terintegrasi, dan berorientasi dampak, diharapkan pengelolaan zakat kolaboratif menjadi lebih efektif, akuntabel, dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan penerima.
- SINERGITAS ORGANISASI PENGELOLA ZAKAT DAN WAKAF DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI DI INDONESIA | Jurnal Al-Kharaj:... doi.org/10.30863/alkharaj.v1i1.1400SINERGITAS ORGANISASI PENGELOLA ZAKAT DAN WAKAF DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI DI INDONESIA Jurnal Al Kharaj doi 10 30863 alkharaj v1i1 1400
- http://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/manajemen/. permasalahan solusi pengelolaan zakat jurnal manajemen... ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/manajemen/article/view/1533ejournal uika bogor ac index php manajemen permasalahan solusi pengelolaan zakat jurnal manajemen ejournal uika bogor ac index php manajemen article view 1533
| File size | 283.13 KB |
| Pages | 21 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Semakin lama waktu hidrolisis, semakin tinggi kadar glukosa yang dihasilkan, dengan nilai tertinggi mencapai 41,80 % kadar glukosa pada 120 menit. PersentaseSemakin lama waktu hidrolisis, semakin tinggi kadar glukosa yang dihasilkan, dengan nilai tertinggi mencapai 41,80 % kadar glukosa pada 120 menit. Persentase
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI ANOVA menunjukkan kampuh sebagai faktor paling berpengaruh, disusul diameter elektroda dan arus. Kombinasi parameter terbaik untuk menghasilkan kekuatanANOVA menunjukkan kampuh sebagai faktor paling berpengaruh, disusul diameter elektroda dan arus. Kombinasi parameter terbaik untuk menghasilkan kekuatan
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Dari ketiga metode tersebut, pemanasan bertahap merupakan cara yang paling umum digunakan. Proses ini memerlukan alat pemanas yang stabil agar menghasilkanDari ketiga metode tersebut, pemanasan bertahap merupakan cara yang paling umum digunakan. Proses ini memerlukan alat pemanas yang stabil agar menghasilkan
SEANINSTITUTESEANINSTITUTE Sementara itu, dimensi manajemen menunjukkan mekanisme tindak lanjut yang lemah, pemantauan yang suboptimal, dan inovasi berbasis teknologi yang terbatas.Sementara itu, dimensi manajemen menunjukkan mekanisme tindak lanjut yang lemah, pemantauan yang suboptimal, dan inovasi berbasis teknologi yang terbatas.
SEANINSTITUTESEANINSTITUTE Studi ini menyimpulkan bahwa Scrum tidak hanya efektif dalam mengakomodasi perubahan persyaratan dinamis tetapi juga meningkatkan kepuasan pemangku kepentingan,Studi ini menyimpulkan bahwa Scrum tidak hanya efektif dalam mengakomodasi perubahan persyaratan dinamis tetapi juga meningkatkan kepuasan pemangku kepentingan,
SEANINSTITUTESEANINSTITUTE Yayasan Saengtham Wittaya School di Thailand memilih UISU karena merupakan institusi pendidikan Islam dengan rekam jejak menghasilkan lulusan berkualitasYayasan Saengtham Wittaya School di Thailand memilih UISU karena merupakan institusi pendidikan Islam dengan rekam jejak menghasilkan lulusan berkualitas
SEANINSTITUTESEANINSTITUTE Bunga Flour Mills Medan sebagai solusi alternatif dalam mengurangi ketergantungan pada energi konvensional. Metode penelitian meliputi pengukuran dayaBunga Flour Mills Medan sebagai solusi alternatif dalam mengurangi ketergantungan pada energi konvensional. Metode penelitian meliputi pengukuran daya
TRI GUNA DHARMATRI GUNA DHARMA Sistem monitoring infus berbasis NodeMCU menggunakan metode Simplex berhasil direalisasikan untuk memantau sisa cairan infus dan memberikan notifikasiSistem monitoring infus berbasis NodeMCU menggunakan metode Simplex berhasil direalisasikan untuk memantau sisa cairan infus dan memberikan notifikasi
Useful /
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Sekolah disarankan bekerja sama dengan puskesmas untuk mendukung penyediaan jajanan sehat. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi mahasiswaSekolah disarankan bekerja sama dengan puskesmas untuk mendukung penyediaan jajanan sehat. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi mahasiswa
SEANINSTITUTESEANINSTITUTE Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media sosial dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi mahasiswa di Universitas Islam LamonganPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media sosial dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi mahasiswa di Universitas Islam Lamongan
UBTUBT Namun, usaha ini menghadapi tantangan utama dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Meskipun petani telah menggunakan pestisida kimia danNamun, usaha ini menghadapi tantangan utama dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Meskipun petani telah menggunakan pestisida kimia dan
UBTUBT Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat berbasis Revolusi mental dengan gerakan Indonesia Bersih dan Gerakan Indonesia Mandiri di Desa Binai dan Desa PuraKegiatan Program Kemitraan Masyarakat berbasis Revolusi mental dengan gerakan Indonesia Bersih dan Gerakan Indonesia Mandiri di Desa Binai dan Desa Pura