UNESAUNESA

Jurnal Rekayasa MesinJurnal Rekayasa Mesin

Alat pencetak briket masih relatif mahal bagi pengusaha berskala home industry sehingga masih membuat briket dengan cara manual. Dengan cara manual membutuhkan banyak waktu dan tenaga sehingga kurang efisien. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk membuat mesin pencetak briket dengan menggunakan screw extruder. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan tahapan mendesain mesin sesuai dengan komponen yang diperlukan yang meliputi proses perakitan pengelasan, pemotongan plat, pengeboran, dan pembubutan dan yang terakhir adalah uji fungsi alat. Hasil yang didapatkan dari perancangan mesin ini adalah mesin screw extruder arang briket berbahan baku batok kelapa semi otomatis yang berkapasitas 2kg/10 menit. Briket terbaik didapatkan pada perbandingan arang dan perekat 4:1 dan takaran air 250ml.

Setelah melakukan rancang bangun dan uji fungsi alat mesin screw extruder arang briket berbahan baku batok kelapa semi otomatis, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.Mesin pada penelitian ini memiliki dimensi panjang 70cm, lebar 40cm, dan tinggi 50cm.Menggunakan penggerak motor listrik ¾ Hp dengan kecepatan putar 2800 rpm.Sistem transmisi menggunakan pulley dengan perbandingan 5 yang ditransmisikan menggunakan gearbox dengan rasio 1.20 sehingga nilau putar screw menjadi 56rpm.Mesin screw extruder arang briket ini dapat berfungsi dan dapat menghasilkan briket 2kg.Untuk mendapatkan hasil briket yang terbaik pada penelitian ini maka dibutuhkan kadar air 250ml dan proses pencetakanya 10menit 16detik.Karena kadar air yang rendah dapat mempengaruhi kepadatan adonan briket.

Berdasarkan latar belakang yang menyoroti keterbatasan modal dan efisiensi waktu dalam produksi briket skala home industry, serta hasil penelitian yang menunjukkan keberhasilan mesin screw extruder, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif terhadap efisiensi energi dan kualitas briket yang dihasilkan oleh mesin screw extruder ini dibandingkan dengan metode manual, dengan mempertimbangkan aspek biaya operasional dan dampak lingkungan. Kedua, pengembangan sistem otomatisasi pada mesin, seperti penambahan sensor untuk mengontrol kadar air adonan dan sistem pengontrol suhu, dapat meningkatkan kualitas briket secara konsisten dan mengurangi ketergantungan pada operator. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada optimalisasi jenis perekat yang digunakan, dengan mengeksplorasi bahan-bahan alami alternatif yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis, serta menguji pengaruhnya terhadap nilai kalor dan durasi pembakaran briket. Integrasi ketiga saran ini diharapkan dapat menghasilkan mesin briket yang lebih efisien, berkualitas, dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan industri briket skala kecil di Indonesia.

  1. Analisa Efisiensi Gearbox pada Motor Penggerak Listrik Kapal Nelayan | Jurnal Riset & Teknologi Terapan... doi.org/10.25042/jrt2k.062023.04Analisa Efisiensi Gearbox pada Motor Penggerak Listrik Kapal Nelayan Jurnal Riset Teknologi Terapan doi 10 25042 jrt2k 062023 04
  2. Analisis perbandingan bahan dan jumlah perekat terhadap briket tempurung kelapa dan ampas tebu: Comparative... jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/Teknologi-Pangan/article/view/1899Analisis perbandingan bahan dan jumlah perekat terhadap briket tempurung kelapa dan ampas tebu Comparative jurnal yudharta ac v2 index php Teknologi Pangan article view 1899
Read online
File size578.17 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test