4141

Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi KonstruksiJurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi

Gampong Leuhan merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Aceh Barat di mana sebagian besar masyarakat masih menggunakan air tanah sebagai sumber kebutuhan sehari-hari. Meskipun beberapa masyarakat telah menggunakan sumur artesis atau sumur bor, biaya pembuatan sangat mahal. Pemanfaatan air tanah dari sistem pengeboran dapat menyebabkan penurunan permukaan tanah. Untuk mengatasi permasalahan kebutuhan air bersih dan kekurangan air bagi masyarakat, diperlukan sistem yang lebih efektif dan efisien. Salah satu caranya adalah membuat sistem pemanenan air hujan dari atap bangunan/perumahan dengan memaksimalkan curah hujan yang tinggi. Survei lapangan menunjukkan bahwa kondisi bangunan di Gampong Leuhan sudah baik dan layak huni dengan dominasi atap seng, yang akan sangat optimal dalam proses pemanenan air hujan. Analisis potensi pemanenan air hujan di Gampong Leuhan menunjukkan 887.892 liter/hari, dengan potensi rata-rata pemanenan air hujan untuk setiap rumah sebesar 862.031 liter/hari. Rasio antara jumlah total air yang dipanen dengan total penggunaan air untuk kebutuhan masyarakat Gampong Leuhan menunjukkan bahwa dengan teknik pemanenan air hujan, kebutuhan air bersih dapat terpenuhi dan menjadi salah satu alternatif penyediaan air bersih.

Hasil analisis terhadap potensi pemanenan air hujan di Gampong Leuhan menunjukkan sebesar 887.892 liter/hari, dengan rerata potensi pemanenan untuk setiap rumah sebesar 862.Perbandingan antara jumlah total air yang dipanen dengan total penggunaan air untuk kebutuhan masyarakat Gampong Leuhan menunjukkan bahwa dengan teknik pemanenan air hujan akan sangat mencukupi dan mampu menjadi salah satu alternatif dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.Luas bangunan hunian di Gampong Leuhan sudah dalam kondisi baik dan layak huni dengan atap rumah dominan terbuat dari seng, sehingga kondisi ini akan sangat maksimal dalam proses pemanenan air hujan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai jenis material atap terhadap potensi pemanenan air hujan, dengan mempertimbangkan faktor biaya dan kualitas air yang dihasilkan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem filtrasi air hujan yang sederhana, murah, dan efektif untuk menghilangkan kontaminan yang mungkin terdapat pada air hujan, sehingga air yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi. Ketiga, penting untuk dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat dan cara pemanfaatan sistem pemanenan air hujan secara berkelanjutan, serta memberikan pelatihan praktis dalam pembuatan dan perawatan sistem tersebut, sehingga masyarakat dapat secara mandiri mengelola sumber air bersih mereka sendiri.

Read online
File size513.4 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test