UMSUMS
Sinektika: Jurnal ArsitekturSinektika: Jurnal ArsitekturHousing incremental muncul sebagai salah satu strategi yang digunakan oleh masyarakat permukiman informal. Pada prinsipnya, housing incremental berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh kebutuhan penghuni yang bertambah dan disesuaikan dengan kemampuan penghuni dalam mengakses hunian berkualitas. Penelitian ini mengkaji housing incremental dengan sudut pandang housing as a process pada permukiman informal yang terletak di Sleman, Yogyakarta. Pendekatan penelitian kualitatif diterapkan dengan menganlisis transformasi fisik yang terjadi pada hunian, serta melihat hubungan keterkaitan antara aspek ruang dan kapasitas ekonomi yang muncul sebagai faktor penting dalam permukiman informal. Dari 36 bangunan yang diidentifikasi pada lokasi penelitian, diambil lima hunian incremental yang digunakan sebagai studi kasus. Proses analisis merujuk pada konsep housing as a process yang dikemukakan oleh Turner dan teori housing transformation yang disampaikan Habraken. Hasil penelitian menunjukkan bahwa housing process terjadi dengan didominasi transformasi bentuk berupa penambahan massa bangunan secara horizontal dan vertikal, serta proses pengurangan massa pada kasus tertentu. Ditemukan pula penambahan fungsi komersial pada area hunian. Aspek yang mengendalikan housing process pada kasus ini adalah kapasitas ekonomi penghuni.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa housing incremental di permukiman informal merupakan proses dinamis, bertahap, dan berkelanjutan dari hunian, bukan produk perumahan akhir.Transformasi perumahan bervariasi antara hunian dan tidak berkembang melalui urutan tetap atau linier.Hal ini berkembang melalui interaksi berkelanjutan yang melibatkan penghuni sebagai aktor utama, ruang sebagai objek transformasi, dan aktivitas harian yang terus berubah seiring waktu.Faktor utama yang mendorong transformasi perumahan adalah meningkatnya permintaan ruang, yang berasal dari perkembangan aktivitas pengguna.Kapasitas ekonomi memainkan peran kunci dalam menentukan tingkat dan kompleksitas transformasi fisik, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.Rumah tangga dengan stabilitas ekonomi yang lebih besar cenderung melakukan transformasi yang lebih kompleks yang menggabungkan fungsi perumahan dan ekonomi, sedangkan rumah tangga dengan sumber daya terbatas cenderung mengalami perubahan yang lebih lambat dan sederhana yang fokus terutama pada memenuhi kebutuhan perumahan dasar.
Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: . . 1. Menganalisis lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan penghuni dalam melakukan transformasi hunian, seperti faktor ekonomi, sosial, dan budaya. . . 2. Meneliti strategi-strategi yang digunakan oleh penghuni dalam meningkatkan kualitas hunian mereka, termasuk penggunaan ruang multifungsi dan penambahan fungsi komersial. . . 3. Menjelajahi peran pemerintah dan pihak-pihak terkait dalam mendukung dan memfasilitasi proses housing incremental di permukiman informal, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi dalam upaya peningkatan kualitas perumahan dan kualitas hidup penghuni.
- Elemen Pembentuk Permukiman Tradisional Kampung Naga | Tata Kota dan Daerah. elemen pembentuk permukiman... tatakota.ub.ac.id/index.php/tatakota/article/view/326Elemen Pembentuk Permukiman Tradisional Kampung Naga Tata Kota dan Daerah elemen pembentuk permukiman tatakota ub ac index php tatakota article view 326
- Forms of Informality: Morphology and Visibility of Informal Settl...: Ingenta Connect. forms informality... ingentaconnect.com/content/alex/benv/2011/00000037/00000001/art00002;jsessionid=glwwpgrbh48n.x-ic-live-03Forms of Informality Morphology and Visibility of Informal Settl Ingenta Connect forms informality ingentaconnect content alex benv 2011 00000037 00000001 art00002 jsessionid glwwpgrbh48n x ic live 03
- Incremental housing as a node for intersecting flows of city-making: rethinking the housing shortage... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0956247819887679Incremental housing as a node for intersecting flows of city making rethinking the housing shortage journals sagepub doi 10 1177 0956247819887679
| File size | 1.16 MB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSUMS The results show a 300-meter flood coverage zone, with one shelter and worship facility within the flood-affected zone. This research produced a map ofThe results show a 300-meter flood coverage zone, with one shelter and worship facility within the flood-affected zone. This research produced a map of
UMSUMS Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana nilai-nilai keagamaan, identitas budaya, dan dinamika transformasi perkotaan berinteraksi dalam karakteristikPenelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana nilai-nilai keagamaan, identitas budaya, dan dinamika transformasi perkotaan berinteraksi dalam karakteristik
UMSUMS Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa formula ESTIHA dapat digunakan untuk mengukur estetika komposisi arsitektur, meskipun masih terdapat kelemahanBerdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa formula ESTIHA dapat digunakan untuk mengukur estetika komposisi arsitektur, meskipun masih terdapat kelemahan
UMSUMS Hal itu mempengaruhi cara pengguna di dalam memandang lingkungan di luar, sehingga membentuk persepsi pengguna mengenai makna tempat. Strategi lapisanHal itu mempengaruhi cara pengguna di dalam memandang lingkungan di luar, sehingga membentuk persepsi pengguna mengenai makna tempat. Strategi lapisan
UMSUMS Hal ini mengindikasikan bahwa respons fisiologis terhadap lingkungan dapat terdeteksi bahkan melalui paparan virtual. Temuan ini membuka peluang penerapanHal ini mengindikasikan bahwa respons fisiologis terhadap lingkungan dapat terdeteksi bahkan melalui paparan virtual. Temuan ini membuka peluang penerapan
UMSUMS Penelitian ini berhasil memetakan elemen fisik yang membentuk citra kota Pangkalpinang melalui persepsi kognitif masyarakat, menunjukkan bahwa landmarkPenelitian ini berhasil memetakan elemen fisik yang membentuk citra kota Pangkalpinang melalui persepsi kognitif masyarakat, menunjukkan bahwa landmark
UMSUMS In contrast, Gang Rukunan RW 07, while retaining some traditional elements, has undergone modern alterations that make its original Javanese architecturalIn contrast, Gang Rukunan RW 07, while retaining some traditional elements, has undergone modern alterations that make its original Javanese architectural
ARITEKINARITEKIN Keterbatasan lahan urban di Jabodetabek menuntut munculnya pendekatan hunian yang lebih adaptif terhadap kebutuhan ruang yang terus berkembang. PenelitianKeterbatasan lahan urban di Jabodetabek menuntut munculnya pendekatan hunian yang lebih adaptif terhadap kebutuhan ruang yang terus berkembang. Penelitian
Useful /
UMSUMS Future research should build on this foundation by exploring comparative evaluations of feeder stations, adopting advanced methods such as behavioral mappingFuture research should build on this foundation by exploring comparative evaluations of feeder stations, adopting advanced methods such as behavioral mapping
UMSUMS Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara. Fokus analisisMetode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara. Fokus analisis
UMSUMS Penelitian ini berhasil mendemonstrasikan bahwa limbah tekstil pasca-industri yang dikombinasikan dengan resin poliester dapat diubah menjadi materialPenelitian ini berhasil mendemonstrasikan bahwa limbah tekstil pasca-industri yang dikombinasikan dengan resin poliester dapat diubah menjadi material
ARITEKINARITEKIN Hasil ini mengindikasikan bahwa aktivitas menyusun rangka meja menjadi titik kritis yang paling berpengaruh terhadap efisiensi produksi. Implikasi dariHasil ini mengindikasikan bahwa aktivitas menyusun rangka meja menjadi titik kritis yang paling berpengaruh terhadap efisiensi produksi. Implikasi dari