KPUKPU
Electoral Governance Jurnal Tata Kelola Pemilu IndonesiaElectoral Governance Jurnal Tata Kelola Pemilu IndonesiaPenelitian ini berupaya menganalisis aspek legal-konstitusional penggunaan kekuasaan negara oleh pemegang dan pelaksana cabang kekuasaan eksekutif (Presiden beserta jajarannya) dalam menggalang dukungan bagi kandidat tertentu khususnya pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024 serta implikasinya terhadap demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tiga hal yakni pertama, dalam kondisi semacam apa abusive executive power terjadi. Kedua, dalam hal apa sarana legal-konstitusional mengizinkan Presiden beserta jajarannya terlibat dalam kampanye. Ketiga, bagaimana implikasi abusive executive power terhadap demokrasi serta upaya memulihkannya. Penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif berdasarkan data sekunder dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan pertama, abusive executive power oleh presiden beserta jajarannya terjadi dengan melanggar prinsip konstitusional Pemilu terutama adil dan prinsip good governance. Kedua, aturan legal-konstitusional memberikan hak berkampanye secara terbatas kepada presiden, yakni dalam hal dirinya mencalonkan kembali pada periode kedua. Ketiga, persoalan kedua menyumbang pada kemunduran demokrasi di Indonesia karena penggunaan kekuasaan negara untuk mendukung salah satu kandidat dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden menegasikan penyelenggaraan Pemilu yang adil. Dibutuhkan reformulasi terhadap aturan hukum Pemilu dengan mendesain adaptabilitasnya terhadap prinsip-prinsip good governance dan batasan yang jelas terkait keterlibatan presiden dalam kampanye.
Aturan legal-konstitusional memberikan hak berkampanye terbatas kepada presiden dan jajarannya, hanya berlaku bagi presiden jika mencalonkan kembali pada periode kedua.Praktik penyalahgunaan kekuasaan eksekutif oleh presiden dan jajarannya melanggar prinsip Pemilu yang adil serta prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, berkontribusi pada kemunduran demokrasi di Indonesia.Oleh karena itu, diperlukan reformulasi aturan hukum Pemilu untuk mengadaptasi prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan memperjelas batasan keterlibatan presiden serta penyelenggara negara lain dalam kampanye guna mencegah dampak negatif pada demokrasi.
Penelitian lanjutan perlu mendalami berbagai aspek praktik kekuasaan eksekutif dalam pemilihan umum untuk memperkuat demokrasi Indonesia. Pertama, sangat penting untuk meneliti secara komprehensif bagaimana pembentukan dan implementasi undang-undang khusus atau kode etik kepresidenan dapat secara efektif mencegah penyalahgunaan wewenang. Studi ini dapat mengidentifikasi celah hukum dalam Undang-Undang Pemilu yang ada dan merumuskan mekanisme penegakan yang kuat, utamanya mengenai batasan peran presiden dan jajarannya saat tidak mencalonkan diri kembali, dengan mempertimbangkan studi komparatif dari negara lain. Kedua, fokus penelitian dapat diperluas untuk menganalisis bagaimana lembaga demokrasi di tingkat lokal dan sub-nasional dapat diberdayakan agar lebih tangguh sebagai pengawas dan penyeimbang terhadap potensi campur tangan eksekutif pusat dalam proses pemilihan umum. Penelitian ini dapat mencari praktik terbaik dari tata kelola pemerintahan daerah yang berhasil mempertahankan integritas demokrasi di tengah tekanan politik, guna merumuskan strategi penguatan otonomi daerah untuk pemilu yang jujur dan adil. Ketiga, perlu dikaji dampak jangka panjang dari dugaan penyalahgunaan kekuasaan eksekutif terhadap kepercayaan publik pada institusi demokrasi. Studi ini harus mengukur tingkat erosi kepercayaan masyarakat, menganalisis dampaknya terhadap partisipasi pemilih serta legitimasi hasil pemilu di masa depan, dan mengeksplorasi strategi non-hukum, seperti pendidikan politik, untuk memulihkan keyakinan publik dan mencegah kemunduran demokrasi secara berkelanjutan.
- Analisis Konstitusionalitas Batasan Kewenangan Presiden dalam Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti... jurnalkonstitusi.mkri.id/index.php/jk/article/view/1733Analisis Konstitusionalitas Batasan Kewenangan Presiden dalam Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti jurnalkonstitusi mkri index php jk article view 1733
- Aturan Hukum Keberpihakan Presiden dalam Pemilu | AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum. aturan keberpihakan presiden... doi.org/10.47776/alwasath.v5i1.1004Aturan Hukum Keberpihakan Presiden dalam Pemilu AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum aturan keberpihakan presiden doi 10 47776 alwasath v5i1 1004
| File size | 326.31 KB |
| Pages | 22 |
| DMCA | Report |
Related /
UHBUHB Secara keseluruhan, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pipeline prediksi medis berbasis data tidak seimbang dan menegaskan bahwa Naïve BayesSecara keseluruhan, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pipeline prediksi medis berbasis data tidak seimbang dan menegaskan bahwa Naïve Bayes
ISASISAS Untuk mengontrol keamanan dan kondisi lingkungan di greenhouse, digunakan aplikasi robotika yaitu robot penjaga lahan pertanian yang fungsinya mengontrolUntuk mengontrol keamanan dan kondisi lingkungan di greenhouse, digunakan aplikasi robotika yaitu robot penjaga lahan pertanian yang fungsinya mengontrol
UNPARUNPAR Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan berhasil mencapai kinerja tinggi dengan presisi 98%, recall 94%, dan akurasi 94%. Metode MSERHasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan berhasil mencapai kinerja tinggi dengan presisi 98%, recall 94%, dan akurasi 94%. Metode MSER
UNPARUNPAR Penelitian ini membahas pemanfaatan machine learning dalam perencanaan lokasi Optical Distribution Point (ODP) untuk mendukung pemerataan akses internet.Penelitian ini membahas pemanfaatan machine learning dalam perencanaan lokasi Optical Distribution Point (ODP) untuk mendukung pemerataan akses internet.
UNPARUNPAR Penerapan LIME berhasil meningkatkan transparansi dan akuntabilitas model, memungkinkan identifikasi kata pemicu yang relevan secara linguistik dan kontekstual.Penerapan LIME berhasil meningkatkan transparansi dan akuntabilitas model, memungkinkan identifikasi kata pemicu yang relevan secara linguistik dan kontekstual.
GOVERNMENTJOURNALGOVERNMENTJOURNAL Penelitian ini menyimpulkan bahwa proses legislasi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 mengenai Tentara Nasional Indonesia dinilai oleh mahasiswa sebagaiPenelitian ini menyimpulkan bahwa proses legislasi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 mengenai Tentara Nasional Indonesia dinilai oleh mahasiswa sebagai
UMMUUMMU Metode yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif-empiris dengan mengkaji peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, serta data empirisMetode yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif-empiris dengan mengkaji peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, serta data empiris
DINASTIREVDINASTIREV Ketiadaan judicial independence berdampak langsung pada menurunnya akuntabilitas, transparansi, serta efektivitas pemerintahan. Oleh karena itu, dibutuhkanKetiadaan judicial independence berdampak langsung pada menurunnya akuntabilitas, transparansi, serta efektivitas pemerintahan. Oleh karena itu, dibutuhkan
Useful /
UMSUMS The findings show that the Quran upholds the ontological and spiritual equality of men and women while also recognizing certain contextual and functionalThe findings show that the Quran upholds the ontological and spiritual equality of men and women while also recognizing certain contextual and functional
UMSUMS Selain itu, penelitian ini mengusulkan dan melakukan validasi empiris dari alat pengukuran gradien tiga tingkat (lemah, moderat, kuat) yang langsung menjawabSelain itu, penelitian ini mengusulkan dan melakukan validasi empiris dari alat pengukuran gradien tiga tingkat (lemah, moderat, kuat) yang langsung menjawab
DINASTIREVDINASTIREV Tujuan penelitian ingin mengetahui urgensi reformulasi pengaturan kedudukan wakil kepala daerah serta ingin mengetahui pengaturan yang dapat menghindariTujuan penelitian ingin mengetahui urgensi reformulasi pengaturan kedudukan wakil kepala daerah serta ingin mengetahui pengaturan yang dapat menghindari
UMSUMS Sukidis thinking emphasizes the importance of tradition in shaping interpretive models, highlighting that meaning resides within the ongoing intellectualSukidis thinking emphasizes the importance of tradition in shaping interpretive models, highlighting that meaning resides within the ongoing intellectual