UNKAUNKA

FOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas SintangFOKUS : Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang

Di Indonesia, perjalanan demokrasi telah mengalami kemajuan signifikan, dengan kepercayaan rakyat terhadap elit politik mendorong penerapan demokrasi langsung, termasuk dalam pemilihan kepala daerah. Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati secara langsung merupakan fenomena kenegaraan baru di Indonesia yang dilaksanakan secara serentak, sehingga aspek-aspek pendukungnya perlu dikaji secara mendalam. Partisipasi politik masyarakat dalam konteks ini mencakup hubungan antara negara dan rakyat dalam bingkai demokrasi lokal, asas desentralisasi, serta keterlibatan masyarakat. Kabupaten Sintang menjadi salah satu daerah yang menyelenggarakan pesta demokrasi pada tahun 2020. Pelaksanaan pemungutan suara dilakukan pada tanggal 9 Desember 2020 di seluruh kecamatan di Kabupaten Sintang sesuai dengan PKPU Nomor 6 Tahun 2020, yang kemudian diubah dengan PKPU Nomor 10 Tahun 2020 dan PKPU Nomor 13 Tahun 2020 terkait pelaksanaan pemilihan dalam kondisi bencana non-alam Covid-19. Partisipasi politik masyarakat dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sintang mencapai 82,75% dari total pemilih. Faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi tersebut meliputi perangsang politik, karakteristik pribadi, karakteristik sosial, dan keadaan politik.

Pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sintang tahun 2020 telah sesuai dengan ketentuan PKPU Nomor 6 Tahun 2020 yang telah direvisi melalui PKPU Nomor 10 dan Nomor 13 Tahun 2020 terkait pelaksanaan pemilihan dalam kondisi bencana non-alam Covid-19.Partisipasi politik masyarakat mencapai 82,75%, menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2015 dan melampaui target nasional, meskipun digelar di tengah pandemi.Faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi meliputi perangsang politik, karakteristik pribadi, karakteristik sosial, dan keadaan politik.

Pertama, perlu penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi efektivitas pendidikan politik berbasis komunitas dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula di daerah terdampak pandemi, dengan fokus pada pendekatan lokal yang melibatkan tokoh agama dan adat. Kedua, perlu dikaji bagaimana kampanye digital selama pemilihan di masa pandemi memengaruhi persepsi dan keputusan politik masyarakat, terutama di wilayah dengan akses internet terbatas seperti Kabupaten Sintang. Ketiga, penting untuk mengevaluasi dampak protokol kesehatan ketat terhadap partisipasi pemilih rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas, serta merancang model pemungutan suara inklusif yang tetap menjaga keselamatan kesehatan tanpa mengorbankan hak politik. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan kertas kerja dengan wawasan praktis dan empiris untuk memperkuat demokrasi lokal di masa krisis.

  1. #keputusan pembelian#keputusan pembelian
  2. #keterlibatan masyarakat#keterlibatan masyarakat
Read online
File size69.38 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-26l
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test