STISIPOLP12STISIPOLP12

Jurnal Studia AdministrasiJurnal Studia Administrasi

Kajian tentang Pendidikan politik merupakan instrumen strategis dalam membangun demokrasi yang partisipatif dan inklusif. Dalam konteks demokrasi lokal, perempuan masih menghadapi keterbatasan akses, representasi, dan pengaruh dalam proses pengambilan keputusan publik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan politik dalam meningkatkan partisipasi dan kapasitas politik perempuan serta implikasinya terhadap penguatan demokrasi lokal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (Sugiyono, 2019), dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi terhadap organisasi perempuan, program Pendidikan politik serta kebijakan daerah terkait pemberdayaan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan politik berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran politik perempuan, namun pelaksanaannya belum terlembagakan secara berkelanjutan dan masih bersifat programatik. Peran perempuan dalam demokrasi lokal cenderung terfokus pada aktivitas sosial dan partisipatif, sementara keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan strategis masih terbatas. Artikel ini merekomendasikan penguatan kebijakan pendidikan politik yang terintegrasi, berkelanjutan dan responsif gender sebagai prasyarat penguatan demokrasi lokal.

Pendidikan politik memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi politik perempuan di tingkat lokal.Peran tersebut semakin relevan dengan adanya regulasi yang mendorong keterlibatan Perempuan dalam struktur partai politik, termasuk ketentuan kuota minimal 30% keterwakilan perempuan.Namun, dalam praktiknya implementasi kebijakan tersebut masih sering bersifat administratif dan belum sepenuhnya mencerminkan komitmen substantif terhadap penguatan peran perempuan.Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih terintegrasi antara pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, partai politik dan organisasi masyarakat sipil untuk memperkuat program Pendidikan politik yang berkelanjutan dan berbasis komunitas.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai model Pendidikan politik yang diterapkan di tingkat lokal, dengan membandingkan pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah, partai politik, dan organisasi masyarakat sipil. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor penghambat partisipasi politik perempuan di Bangka Belitung, seperti norma sosial, budaya patriarki, atau keterbatasan akses terhadap sumber daya politik, serta merumuskan strategi untuk mengatasi hambatan tersebut. Ketiga, studi lanjutan dapat mengkaji dampak implementasi kebijakan kuota 30% terhadap peningkatan representasi perempuan di lembaga legislatif dan eksekutif, serta mengevaluasi apakah kebijakan tersebut benar-benar mampu mendorong perubahan substantif dalam pengambilan keputusan publik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya penguatan demokrasi lokal dan peningkatan peran perempuan dalam proses politik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta menjadi referensi bagi daerah lain yang memiliki permasalahan serupa. Dengan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika Pendidikan politik dan partisipasi perempuan, diharapkan dapat dirumuskan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk mewujudkan demokrasi yang inklusif dan berkeadilan.

Read online
File size504.77 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test