UMSUMS

Journal of Nutraceuticals and Herbal MedicineJournal of Nutraceuticals and Herbal Medicine

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang dapat mengancam nyawa. Pengobatan DM tipe 2 dapat menggunakan obat hipoglikemik oral, namun terkadang menimbulkan efek samping yang signifikan. Ekstrak daun sirih merah merupakan obat antidiabetik yang berasal dari alam. Ekstrak tersebut masih mengandung pengotor yang dapat mengganggu efektivitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan senyawa flavonoid dan pengaruh masing-masing fraksi daun sirih merah sebagai agen penurun kadar gula darah. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen analitik dengan ekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dan dilanjutkan dengan fraksinasi cair-cair menggunakan pelarut air, etil asetat, dan n-heksana. Aktivitas antidiabetik diukur menggunakan glukometer dan ditunjukkan oleh persentase penurunan kadar gula darah pada masing-masing kelompok. Hasil identifikasi flavonoid menunjukkan bahwa ekstrak, fraksi air, dan fraksi etil asetat daun sirih merah mengandung senyawa flavonoid, sedangkan fraksi n-heksana tidak mengandung senyawa flavonoid. Persentase penurunan kadar gula darah pada masing-masing kelompok adalah kontrol negatif (9,19%), kontrol positif (50,04%), ekstrak (41,70%), fraksi air (47,33%), fraksi etil asetat (56,40%), dan fraksi n-heksana daun sirih merah (34,95%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kelompok fraksi etil asetat dan fraksi air daun sirih merah memiliki potensi sebagai antidiabetik karena tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif glibenklamid. Nilai persentase penurunan gula darah terbaik adalah kelompok fraksi etil asetat daun sirih merah dengan rata-rata 56,40%.

Tidak ditemukan senyawa flavonoid dalam fraksi n-heksana, namun terdapat senyawa flavonoid dalam ekstrak, fraksi etil asetat, dan fraksi air daun sirih merah.Hasil uji antidiabetik pada tikus menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dan fraksi air daun sirih merah memiliki potensi sebagai antidiabetik karena tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif glibenklamid.Fraksi etil asetat daun sirih merah merupakan fraksi terbaik dalam menurunkan kadar gula darah dengan nilai rata-rata penurunan persentase kadar glukosa darah sebesar 56,40%.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menguji efek kombinasi fraksi etil asetat dan fraksi air daun sirih merah dalam satu formula, apakah sinergi kedua fraksi tersebut dapat meningkatkan aktivitas antidiabetik secara signifikan dibandingkan penggunaan tunggal. Selain itu, perlu diteliti pula mekanisme kerja spesifik dari senyawa flavonoid dalam fraksi etil asetat, khususnya dalam regenerasi sel beta pankreas pasca kerusakan akibat aloksan, untuk memahami potensi penyembuhan jangka panjang. Penelitian lebih lanjut juga sebaiknya mengevaluasi keamanan kronis fraksi etil asetat melalui uji toksisitas jangka panjang pada hewan coba, guna memastikan tidak adanya efek samping terhadap organ vital seperti hati dan ginjal sebelum pengembangan ke uji klinis pada manusia.

  1. PENETAPAN KADAR FENOLIK DAN FLAVONOID FRAKSI DAUN INSULIN (Smallanthus sonchifolius) SECARA SPEKTROFOTOMETRI... ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/pmj/article/view/48197PENETAPAN KADAR FENOLIK DAN FLAVONOID FRAKSI DAUN INSULIN Smallanthus sonchifolius SECARA SPEKTROFOTOMETRI ejournal unsrat ac v3 index php pmj article view 48197
  2. Flavonoids as Antidiabetic Agents | Cahyana | Indonesian Journal of Chemistry. flavonoids antidiabetic... journal.ugm.ac.id/ijc/article/view/58439Flavonoids as Antidiabetic Agents Cahyana Indonesian Journal of Chemistry flavonoids antidiabetic journal ugm ac ijc article view 58439
  3. Journal Pharmaceutical Care and Sciences. journal care sciences title issn sinta sk kpt doi prefix jpcs... doi.org/10.33859/jpcsJournal Pharmaceutical Care and Sciences journal care sciences title issn sinta sk kpt doi prefix jpcs doi 10 33859 jpcs
Read online
File size373.6 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test