STIKEP PPNIJABARSTIKEP PPNIJABAR

jurnal keperawatan komprehensifjurnal keperawatan komprehensif

Latar Belakang: Gagal jantung kronis (CHF) merupakan masalah kesehatan utama yang berhubungan dengan morbiditas, rawat inap berulang, dan tuntutan manajemen diri jangka panjang. Meskipun perawatan diri penting untuk mengendalikan gejala dan mencegah perburukan, banyak pasien kesulitan mempertahankan manajemen harian yang efektif. Self-efficacy dianggap sebagai faktor psikologis penting yang dapat mendukung perilaku perawatan diri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara self-efficacy dan perawatan diri pada pasien dengan gagal jantung kronis dan mengkontekstualisasikan peran self-efficacy dalam mendukung perilaku manajemen diri. Metode: Studi cross-sectional dilakukan dengan melibatkan 74 pasien dengan CHF. Data dikumpulkan menggunakan Indeks Perawatan Diri Gagal Jantung (SCHFI) v.6.2 dan Skala Self-Efficacy Umum (GSE). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, uji-t independen, dan regresi linier berganda. Hasil: Sebagian besar peserta adalah laki-laki (70,3%), dengan usia rata-rata 52,01 ± 13,46 tahun. Skor self-efficacy rata-rata adalah 35,00 ± 3,75, dan skor perawatan diri rata-rata adalah 69,66 ± 3,80. Self-efficacy berkorelasi positif dengan perawatan diri (r = 0,343, p = 0,003) dan tetap menjadi prediktor signifikan dalam analisis multivariat (β = 0,31, p = 0,004). Kesimpulan: Self-efficacy berhubungan positif dengan perawatan diri pada pasien dengan gagal jantung kronis, tetapi kekuatan hubungan yang moderat menunjukkan bahwa perawatan diri dibentuk oleh berbagai faktor yang berinteraksi. Temuan ini mendukung pandangan bahwa self-efficacy berfungsi sebagai enabler perilaku daripada penentu tunggal perawatan diri. Intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan manajemen diri CHF oleh karena itu harus menggabungkan strategi membangun kepercayaan diri dengan dukungan pendidikan, klinis, dan kontekstual yang lebih luas.

Self-efficacy berhubungan positif dengan perawatan diri pada pasien gagal jantung kronis.Namun, kekuatan hubungan yang moderat menunjukkan bahwa perawatan diri dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi.Temuan ini mendukung pandangan bahwa self-efficacy berfungsi sebagai enabler perilaku, bukan penentu tunggal perawatan diri.Oleh karena itu, intervensi untuk meningkatkan manajemen diri CHF harus menggabungkan strategi membangun kepercayaan diri dengan dukungan pendidikan, klinis, dan kontekstual yang lebih luas.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual spesifik, seperti dukungan sosial, akses ke layanan kesehatan, dan tingkat literasi kesehatan, yang dapat memoderasi hubungan antara self-efficacy dan perilaku perawatan diri pada pasien CHF. Kedua, studi intervensi yang dirancang untuk meningkatkan self-efficacy dan keterampilan perawatan diri secara bersamaan diperlukan untuk menentukan apakah pendekatan kombinasi lebih efektif daripada hanya berfokus pada peningkatan self-efficacy saja. Penelitian ini dapat menguji berbagai strategi intervensi, seperti pelatihan keterampilan, konseling individu, dan kelompok dukungan sebaya. Ketiga, penelitian longitudinal diperlukan untuk memahami bagaimana self-efficacy dan perilaku perawatan diri berubah seiring waktu pada pasien CHF, dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memprediksi keberhasilan jangka panjang dalam manajemen penyakit. Studi ini dapat membantu mengidentifikasi periode kritis di mana intervensi paling efektif dan untuk menyesuaikan strategi perawatan berdasarkan kebutuhan individu pasien. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi perawatan diri pada pasien CHF dan untuk mengembangkan intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan hasil klinis dan kualitas hidup mereka.

  1. Self‐care of heart failure patients: practical management recommendations from the Heart Failure... doi.org/10.1002/ejhf.2008SelfyAAAacare of heart failure patients practical management recommendations from the Heart Failure doi 10 1002 ejhf 2008
  2. Educational Attainment Level and Risk of Mortality and Cardiopulmonary Outcomes in High‐Risk Patients... ahajournals.org/doi/10.1161/JAHA.124.040221Educational Attainment Level and Risk of Mortality and Cardiopulmonary Outcomes in HighAaRisk Patients ahajournals doi 10 1161 JAHA 124 040221
  3. jurnal keperawatan komprehensif. self efficacy behavioral enabler care chronic heart failure jurnal keperawatan... journal.stikep-ppnijabar.ac.id/jkk/article/view/992jurnal keperawatan komprehensif self efficacy behavioral enabler care chronic heart failure jurnal keperawatan journal stikep ppnijabar ac jkk article view 992
  4. A qualitative, grounded theory exploration of the determinants of self-care behavior among Indian patients... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0245659A qualitative grounded theory exploration of the determinants of self care behavior among Indian patients journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0245659
  5. 0. ry ib 0o ru kddddddd j0 f6 0k xq 5e sg p1g ql ug 6u f2 uwk 6v 3g ls5um5 e6 kx oad lk jne a6g ur j6... oamjms.eu/index.php/mjms/article/view/83420 ry ib 0o ru kddddddd j0 f6 0k xq 5e sg p1g ql ug 6u f2 uwk 6v 3g ls5um5 e6 kx oad lk jne a6g ur j6 oamjms eu index php mjms article view 8342
Read online
File size873.5 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test