STIKEP PPNIJABARSTIKEP PPNIJABAR

jurnal keperawatan komprehensifjurnal keperawatan komprehensif

Latar belakang: Stroke merupakan gangguan neurologis yang sering menyebabkan kelemahan otot wajah, disartria, gangguan artikulasi, dan menurunnya kemampuan komunikasi. Intervensi rehabilitatif seperti latihan ekspresi wajah dan latihan motorik oral umumnya digunakan untuk merangsang otot orofasial dan mendukung pemulihan fungsi komunikasi. Tujuan: Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis efek latihan ekspresi wajah dan latihan motorik oral terhadap kemampuan komunikasi pada pasien stroke. Metode: Pencarian literatur dilakukan di PubMed, Scopus, ScienceDirect, CINAHL, dan Google Scholar untuk studi yang diterbitkan antara tahun 2000 hingga 2025. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan, dan dua belas studi relevan dianalisis menggunakan pendekatan sintesis naratif. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa latihan ekspresi wajah dan latihan motorik oral dikaitkan dengan peningkatan kekuatan otot wajah, koordinasi bibir dan lidah, kejelasan ujaran, serta keterpahaman berbicara. Beberapa studi juga melaporkan perbaikan fungsi menelan; namun, hasil tersebut terpisah dari ukuran komunikasi. Intervensi berbasis teknologi, termasuk aplikasi terapi berbicara, menunjukkan potensi sebagai alat pelengkap, meskipun bukti masih terbatas. Kesimpulan: Latihan orofasial tampaknya merupakan intervensi yang aman dan layak yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan hasil komunikasi pada pasien stroke. Namun, kekuatan bukti bervariasi antar studi, dan penelitian berkualitas tinggi lebih lanjut diperlukan sebelum merekomendasikan penerapan secara luas atau rutin.

Latihan ekspresi wajah dan latihan motorik oral terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi pada pasien stroke melalui peningkatan kekuatan otot wajah, koordinasi gerakan bibir dan lidah, serta kejelasan artikulasi dan produksi suara.Latihan ini juga memberikan dampak positif tidak langsung terhadap fungsi menelan yang mendukung komunikasi verbal.Meskipun demikian, variasi dalam desain penelitian, ukuran sampel kecil, dan perbedaan instrumen pengukuran menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk menetapkan protokol standar dan keberlanjutan efektivitas intervensi.

Pertama, perlu dikaji apakah kombinasi latihan ekspresi wajah, latihan motorik oral, dan terapi berbasis teknologi digital dapat memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan intervensi tunggal dalam memperbaiki fungsi komunikasi jangka panjang pasien stroke. Kedua, penting untuk meneliti efektivitas pelatihan mandiri berbasis aplikasi mobile dengan panduan suara dan umpan balik visual secara real-time terhadap konsistensi latihan dan motivasi pasien di rumah. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang durasi, intensitas, dan frekuensi ideal program rehabilitasi orofasial berbasis rumah yang dipantau secara virtual oleh tenaga kesehatan, guna menjamin keberlanjutan dan personalisasi perawatan sesuai tahap pemulihan pasien stroke.

  1. jurnal keperawatan komprehensif. effect facial expression gymnastics motoric exercise supporting stroke... doi.org/10.33755/jkk.v12i2.995jurnal keperawatan komprehensif effect facial expression gymnastics motoric exercise supporting stroke doi 10 33755 jkk v12i2 995
Read online
File size902.9 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test