STIKEP PPNIJABARSTIKEP PPNIJABAR

jurnal keperawatan komprehensifjurnal keperawatan komprehensif

Latar belakang: Budaya keselamatan pasien merupakan komponen penting dari kualitas layanan kesehatan dan berperan penting dalam mengurangi kesalahan medis. Memahami persepsi tenaga kesehatan terhadap keselamatan pasien penting untuk mengidentifikasi kekuatan dan area yang memerlukan peningkatan dalam sistem rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai budaya keselamatan pasien di antara staf rumah sakit di rumah sakit swasta tunggal untuk mendukung inisiatif peningkatan kualitas. Metode: Penelitian cross-sectional kuantitatif dilakukan pada 217 staf rumah sakit yang bekerja di unit klinis dan non-klinis di rumah sakit swasta tunggal. Data dikumpulkan menggunakan Hospital Survey on Patient Safety Culture. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menghitung frekuensi, persentase, dan persentase respons positif untuk setiap dimensi. Hasil: Temuan menunjukkan variasi sedang di seluruh dimensi budaya keselamatan pasien. Respons positif tertinggi diamati terhadap kesalahan (73,5%), diikuti oleh penyerahan dan pertukaran informasi (68,7%). Dimensi lain, termasuk komunikasi tentang kesalahan (64%), staf dan kecepatan kerja (63,5%), keterbukaan komunikasi (63%), kerja tim (62%), dan peringkat keselamatan pasien secara keseluruhan (62%), juga mencerminkan persepsi sedang. Namun, pelaporan kejadian keselamatan pasien memiliki respons positif terendah (43%), yang mengindikasikan potensi kesenjangan dalam praktik pelaporan insiden. Kesimpulan: Secara keseluruhan, budaya keselamatan pasien di pengaturan ini menunjukkan persepsi positif sedang di beberapa dimensi. Namun, skor yang relatif rendah dalam pelaporan insiden menunjukkan bahwa area ini mungkin memerlukan perhatian lebih lanjut. Temuan ini menyoroti perlunya evaluasi berkelanjutan terhadap praktik pelaporan untuk lebih memahami hambatan yang mendasari dan mendukung upaya peningkatan kualitas yang berkelanjutan.

Secara keseluruhan, budaya keselamatan pasien di pengaturan ini menunjukkan persepsi positif sedang di beberapa dimensi.Namun, skor yang relatif rendah dalam pelaporan insiden menunjukkan bahwa area ini mungkin memerlukan perhatian lebih lanjut.Temuan ini menyoroti perlunya evaluasi berkelanjutan terhadap praktik pelaporan untuk lebih memahami hambatan yang mendasari dan mendukung upaya peningkatan kualitas yang berkelanjutan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman tentang budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Pertama, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam persepsi dan pengalaman staf rumah sakit terkait dengan pelaporan insiden, termasuk faktor-faktor yang menghambat atau memfasilitasi pelaporan. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi tren perubahan budaya keselamatan pasien dari waktu ke waktu, serta faktor-faktor yang memengaruhi perubahan tersebut. Ketiga, penelitian intervensi dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai strategi intervensi dalam meningkatkan budaya keselamatan pasien, seperti pelatihan, program penghargaan, atau perubahan kebijakan.

  1. jurnal keperawatan komprehensif. patient safety culture hospital settings quality improvement cross sectional... doi.org/10.33755/jkk.v12i2.1004jurnal keperawatan komprehensif patient safety culture hospital settings quality improvement cross sectional doi 10 33755 jkk v12i2 1004
Read online
File size870.15 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test