KEMENSOSKEMENSOS

Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan SosialSosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial

Welfare pluralism merupakan sebuah konsep yang mengusung gagasan bahwa kesejahteraan rakyat merupakan tanggung jawab bersama antara negara, pasar dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola relasi dan kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan swasta yang diagendakan dalam program reformasi birokrasi untuk mendorong investasi swasta ke desa dengan tujuan menggerakkan ekonomi perdesaan supaya tumbuh dan merata. Hasil studi ini menunjukkan bahwa masuknya investor swasta ke desa tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kemakmuran masyarakat setempat tetapi justru mensubordinasi mereka. Bentuk-bentuk subordinasi tersebut mencakup: (1) dominasi perusahaan; tidak ada realisasi kolaborasi (2) pemberdayaan manipulatif; (3) membuat pemerintah desa powerless; (4) isu lingkungan; (5) CSR dengan pendekatan karitatif. Dalam kasus ini, implementasi welfare pluralism sebagai agenda kesejahteraan gotong royong antara negara, pasar dan masyarakat belum mampu mengembangkan ekonomi masyarakat lokal, karena yang terjadi bukan kolaborasi tetapi subordinasi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tujuan pengembangan ekonomi masyarakat lokal dengan konsep welfare pluralism belum mampu mewujudkan kemakmuran.Investasi swasta yang diharapkan mendorong peningkatan lapangan kerja justru menempatkan masyarakat pada posisi subordinat.Subordinasi ini termanifestasi dalam dominasi perusahaan, pemberdayaan manipulatif, melemahnya peran pemerintah desa, isu lingkungan, dan pendekatan karitatif dalam CSR.Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih setara dan berpihak pada masyarakat dalam kolaborasi pengembangan ekonomi.

Berdasarkan temuan penelitian, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan model kolaborasi yang setara antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Penelitian ini dapat mengeksplorasi mekanisme pembentukan konsensus yang adil, pengelolaan risiko bersama, dan pembagian manfaat yang transparan. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengkaji peran Bumdes sebagai instrumen penguatan ekonomi lokal dan peningkatan daya tawar masyarakat. Lebih lanjut, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan strategi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akses terhadap teknologi, dan pengembangan produk-produk lokal yang memiliki nilai tambah. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan pembangunan ekonomi lokal yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Read online
File size587.45 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test