UMSUMS

Sinektika: Jurnal ArsitekturSinektika: Jurnal Arsitektur

Islam merupakan agama yang tidak hanya membawa ajaran spiritual dan sosial, tetapi juga melahirkan tradisi artistik dan arsitektural yang khas. Masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan aktivitas sosial menjadi media penting dalam mengekspresikan nilai-nilai estetika Islam, salah satunya melalui penggunaan pola geometri. Pola-pola ini tidak sekadar ornamen dekoratif, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mencerminkan prinsip keteraturan, kesatuan, dan keabadian dalam ajaran tauhid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pola geometri pada elemen arsitektural Masjid Abdul Jalil di Jatipurno, Kabupaten Wonogiri. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara. Fokus analisis ditujukan pada bentuk dasar geometri, sistem simetri, serta nilai estetika dan simbolik dari ornamen yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola geometri yang mendominasi adalah fourfold symmetry, dengan bentuk dasar berupa lingkaran, segi empat, dan pola bintang berulang. Ornamen tersebut diterapkan secara konsisten pada fasad, mihrab, dan elemen struktural lainnya. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan arsitektur Islam berbasis lokal serta mendukung pelestarian warisan seni ornamentasi Islam.

Ornamen pada Masjid Abdul Jalil memiliki pola geometri yang seragam dan menunjukkan konsistensi visual yang kuat pada berbagai elemen arsitekturnya.Pola fourfold mendominasi hampir semua ornamen, mencerminkan nilai estetika yang menekankan keteraturan, keseimbangan, dan simetri khas seni geometri Islam.Integrasi ornamen kaligrafi ALLAH dengan elemen geometri fourfold di mihrab memperkuat identitas artistik masjid sekaligus memperdalam nilai religiusnya.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana pola geometri Islam di masjid-masjid lokal seperti Masjid Abdul Jalil dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika berbasis etnomatematika di sekolah-sekolah sekitar, karena ornamen geometrisnya memiliki struktur matematis yang sistematis dan berulang. Kedua, sebaiknya dikaji secara mendalam penerapan pola fractal dalam ornamen arsitektur masjid Jawa, termasuk kemungkinan adanya karakteristik fractal yang tersembunyi dalam pola fourfold dan tenfold yang ditemukan, untuk memahami kompleksitas desain tradisional dalam konteks sains modern. Ketiga, perlu dikembangkan studi komparatif antara pola ornamen pada masjid-masjid yang direnovasi seperti Masjid Abdul Jalil dengan masjid tradisional yang belum mengalami perubahan signifikan, guna mengidentifikasi pergeseran makna simbolik dan estetika akibat modernisasi, serta bagaimana nilai-nilai lokal dan keislaman dipertahankan atau berubah dalam proses tersebut.

Read online
File size1.02 MB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test