PUBMEDIAPUBMEDIA
Journal of Contemporary Law StudiesJournal of Contemporary Law StudiesPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi yuridis dan implikasi hukum status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu dalam sistem kepegawaian negara Indonesia berdasarkan peraturan terbaru, khususnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara dan peraturan pelaksananya. Studi ini mengidentifikasi adanya ambiguitas normatif yang menyebabkan ketidakpastian hukum serta potensi pelanggaran terhadap prinsip-prinsip hukum administrasi dan perlindungan hak pegawai. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif melalui analisis dokumen hukum dan literatur hukum terkait. Temuan menunjukkan bahwa pengaturan PPPK paruh waktu masih belum memiliki dasar hukum yang kuat di tingkat undang-undang, sehingga menghambat penerapan yang adil dan konsisten. Ketidakcukupan regulasi menyebabkan lemahnya perlindungan hak pegawai dan disparitas dalam pelaksanaan di lapangan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan kerangka hukum melalui revisi UU Aparatur Sipil Negara dan penerbitan peraturan pelaksana yang komprehensif untuk secara eksplisit mengatur status hukum dan perlindungan bagi pegawai PPPK paruh waktu. Hal ini penting guna menegakkan prinsip kepastian hukum dan keadilan dalam sistem kepegawaian nasional. Temuan penelitian ini memberikan perspektif baru dalam pengembangan kebijakan kepegawaian yang lebih inklusif dan responsif dalam era reformasi birokrasi.
Keberadaan skema kerja paruh waktu merupakan inovasi administratif dalam reformasi birokrasi, namun belum memiliki dasar hukum yang kuat karena hanya diatur dalam keputusan menteri, bukan undang-undang.Ketidakhadiran pengaturan eksplisit dalam UU ASN menyebabkan ketidakpastian hukum terhadap status, hak, dan kewajiban PPPK paruh waktu serta membuka ruang terjadinya disparitas perlakuan antar instansi.Untuk mewujudkan keadilan administratif, diperlukan revisi UU ASN dan penetapan standar nasional minimum yang mengatur jaminan sosial, hak cuti, pengembangan karier, serta mekanisme alih status yang transparan dan akuntabel.
Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk merancang model hukum ideal yang mengintegrasikan PPPK paruh waktu secara eksplisit dalam Undang-Undang ASN, termasuk kriteria pengangkatan, hak dasar, dan perlindungan hukum, agar status mereka memiliki dasar hukum yang kuat dan terhindar dari sengketa administratif. Kedua, perlu dikaji secara mendalam bagaimana penerapan standar nasional minimum untuk hak-hak PPPK paruh waktu seperti jaminan pensiun, cuti, dan pelatihan dapat diimplementasikan secara merata di seluruh instansi pemerintah, dengan mempertimbangkan kondisi anggaran daerah dan kebutuhan pelayanan publik. Ketiga, perlu dikembangkan mekanisme evaluasi kinerja yang objektif dan transparan guna mendukung jalur karier yang adil, termasuk sistem alih status dari PPPK paruh waktu ke penuh waktu, serta memastikan bahwa tidak ada diskriminasi struktural terhadap pegawai dengan status kontrak fleksibel. Penelitian-penelitian ini penting untuk memastikan bahwa fleksibilitas dalam sistem kepegawaian tidak dikorbankan demi keadilan dan perlindungan hukum yang setara. Dengan rancangan hukum yang lebih kuat dan sistem evaluasi yang adil, PPPK paruh waktu dapat berkontribusi optimal tanpa mengorbankan hak-hak dasarnya. Penelitian lanjutan juga harus mengevaluasi dampak sosial dan psikologis dari status kerja paruh waktu terhadap kesejahteraan aparatur, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak pada manusia. Pendekatan multidisiplin yang menggabungkan hukum, kebijakan publik, dan sosiologi kerja dapat memberikan gambaran utuh tentang tantangan dan solusi terbaik. Hasil penelitian ini akan menjadi dasar kuat bagi penyusunan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan dalam reformasi birokrasi. Tanpa dukungan empiris dan konseptual yang kuat, inovasi kepegawaian berisiko hanya menjadi bentuk formal tanpa makna substansial. Oleh karena itu, penelitian lanjutan harus dilakukan secara sistematis dan terus menerus seiring dengan dinamika kebijakan.
- The State's Injustice: Failing to Protect Fixed-Term Workers' Rights | Journal of Human Rights,... jhcls.org/index.php/JHCLS/article/view/531The States Injustice Failing to Protect Fixed Term Workers Rights Journal of Human Rights jhcls index php JHCLS article view 531
- GOVERNMENT OFFICERS WITH WORK AGREEMENTS: LEGAL PROTECTION MEASURES AGAINST TERMINATION OF EMPLOYMENT... doi.org/10.30996/dia.v20i01.6261GOVERNMENT OFFICERS WITH WORK AGREEMENTS LEGAL PROTECTION MEASURES AGAINST TERMINATION OF EMPLOYMENT doi 10 30996 dia v20i01 6261
| File size | 379.45 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
MAHADEWAMAHADEWA Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas mahasiswa dalam penerapan model pembelajaran GI sangat baik dan terdapat korelasi yang signifikan (r xyHasil penelitian menunjukkan bahwa akuntabilitas mahasiswa dalam penerapan model pembelajaran GI sangat baik dan terdapat korelasi yang signifikan (r xy
STEBIS IGMSTEBIS IGM Lebih lanjut, akurasi data berperan sebagai mediator parsial yang signifikan antara SIMEDHI dan kinerja serta kompetensi mediator. Temuan ini menunjukkanLebih lanjut, akurasi data berperan sebagai mediator parsial yang signifikan antara SIMEDHI dan kinerja serta kompetensi mediator. Temuan ini menunjukkan
STIAMISTIAMI Keberhasilan Cuti‑E bergantung pada komunikasi yang efektif, manajemen sumber daya manusia, fasilitas digital, serta pengelolaan anggaran yang tepat.Keberhasilan Cuti‑E bergantung pada komunikasi yang efektif, manajemen sumber daya manusia, fasilitas digital, serta pengelolaan anggaran yang tepat.
UNIRA MALANGUNIRA MALANG Oleh karena itu, Dinas Perikanan perlu terus memperkuat peranannya melalui investasi infrastruktur, perluasan jaringan pemasaran, dan program pendampinganOleh karena itu, Dinas Perikanan perlu terus memperkuat peranannya melalui investasi infrastruktur, perluasan jaringan pemasaran, dan program pendampingan
UNIRA MALANGUNIRA MALANG Penelitian ini merekomendasikan penyempurnaan strategi perencanaan SDM, pengembangan kompetensi berkelanjutan, sistem pengarahan yang lebih terukur, danPenelitian ini merekomendasikan penyempurnaan strategi perencanaan SDM, pengembangan kompetensi berkelanjutan, sistem pengarahan yang lebih terukur, dan
IAIIIAII Hasil ini mengindikasikan bahwa teknik yang diterapkan dalam penelitian ini dapat menjadi alternatif yang baik dalam meningkatkan kinerja model CNN dalamHasil ini mengindikasikan bahwa teknik yang diterapkan dalam penelitian ini dapat menjadi alternatif yang baik dalam meningkatkan kinerja model CNN dalam
JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION Environmental Factor menempati urutan prioritas ketiga dengan nilai 12,66 % dengan sub kriteria yang paling berpengaruh adalah Aspek Fasilitas. MaterialEnvironmental Factor menempati urutan prioritas ketiga dengan nilai 12,66 % dengan sub kriteria yang paling berpengaruh adalah Aspek Fasilitas. Material
UCYUCY Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas layanan pendidikan terhadap kepuasan mahasiswa setelah mengikuti proses pendidikan, dan hasilPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas layanan pendidikan terhadap kepuasan mahasiswa setelah mengikuti proses pendidikan, dan hasil
Useful /
ACADEMICAREVIEWACADEMICAREVIEW Hal ini dapat dilihat dari skor N Gain rata-rata sebesar 0,806498609 dengan kategori sangat efektif. Penelitian ini menghasilkan modul pembelajaran untukHal ini dapat dilihat dari skor N Gain rata-rata sebesar 0,806498609 dengan kategori sangat efektif. Penelitian ini menghasilkan modul pembelajaran untuk
UMKUMK Results indicated a significant relationship between affective filter levels and language use patterns, suggesting that emotional and psychological barriersResults indicated a significant relationship between affective filter levels and language use patterns, suggesting that emotional and psychological barriers
INDOPUBLISHINGINDOPUBLISHING Penelitian ini dilakukan di Dinas PUPR Provinsi Sumatera Selatan, yang dimulai pada tanggal 17 Februari 2025 hingga 30 April 2025 sebagai kerja praktikPenelitian ini dilakukan di Dinas PUPR Provinsi Sumatera Selatan, yang dimulai pada tanggal 17 Februari 2025 hingga 30 April 2025 sebagai kerja praktik
INDOPUBLISHINGINDOPUBLISHING Dengan memberdayakan perempuan dalam pengolahan sampah menjadi produk kerajinan tangan, akan terjadi dampak positif lainnya, seperti meningkatnya peluangDengan memberdayakan perempuan dalam pengolahan sampah menjadi produk kerajinan tangan, akan terjadi dampak positif lainnya, seperti meningkatnya peluang