4141

Jurnal Bisnis Dan Kajian Strategi ManajemenJurnal Bisnis Dan Kajian Strategi Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai mediasi pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pasaman. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Partial Least Square dengan model persamaan Structural Equation Modeling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dan observasi. Responden penelitian berjumlah 57 orang pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pasaman. Metode penarikan sampel mengunakan metode total sampling. Pengujian hipotesis dihitung dengan program SmartPLS. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa pengaruh langsung budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, kompetensi dan disiplin kerja tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, kepuasan kerja dan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, budaya organisasi dan disiplin kerja tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Pengaruh tidak langsung kepuasan kerja sebagai mediasi berpengaruh antara budaya organisasi dan kinerja serta berpengaruh antara disiplin kerja dan kinerja. Namun kepuasan kerja sebagai mediasi tidak berpengaruh antara kompetensi dan kinerja pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pasaman.

Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, tetapi tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja pegawai.Kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja, namun tidak terhadap kepuasan kerja, dan kepuasan kerja tidak memediasi hubungan antara kompetensi dan kinerja.Kepuasan kerja berperan sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara budaya organisasi dan kinerja, serta antara disiplin kerja dan kinerja.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh pengembangan kompetensi berbasis pelatihan spesifik terhadap peningkatan kinerja pegawai, apakah kompetensi yang ditingkatkan melalui pelatihan relevan dengan tugas pokok bisa langsung meningkatkan kinerja tanpa harus melalui peningkatan kepuasan kerja. Kedua, perlu dikaji lebih dalam mengapa disiplin kerja tidak secara langsung memengaruhi kepuasan kerja, dengan mengeksplorasi faktor tambahan seperti persepsi keadilan organisasi atau gaya kepemimpinan yang mungkin menghambat hubungan tersebut. Ketiga, perlu dilakukan penelitian komparatif dengan instansi lain untuk melihat apakah peran mediasi kepuasan kerja antara budaya organisasi dan kinerja bersifat konsisten di berbagai konteks birokrasi daerah, atau hanya terjadi pada organisasi dengan karakteristik khusus seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pasaman.

Read online
File size643.62 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test