PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Indonesia Sosial TeknologiJurnal Indonesia Sosial Teknologi

Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi kini sedang menjalani masa jabatan kedua sebagai presiden Indonesia. Namun, perjalanan periode keduanya tidak berjalan mulus. COVID-19 telah menyerbu Indonesia sejak Maret 2020. Berbagai pernyataan Pemerintah terkait COVID-19 seolah menjadi bahan tertawaan yang menimbulkan kontroversi. Selanjutnya, berbagai pernyataan pemerintah mengenai berbagai isu publik, seperti Undang-Undang Cipta Kerja, menimbulkan gesekan yang berujung pada konflik. Komunikasi merupakan hal yang penting dalam memimpin. Dengan komunikasi, pemimpin dapat mempengaruhi orang lain. Jika terjadi kegagalan komunikasi, maka akan sulit untuk mencapai target. Artikel ini menggunakan metode studi literatur dan observasi dengan analisis kualitatif terhadap data yang terkumpul untuk menjelaskan mengapa komunikasi Jokowi menimbulkan permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka komunikasi Jokowi mengalami kegagalan yang berujung pada inkonsistensi, ketidaksinkronan antara kerangka komunikasi pemerintah dan masyarakat. Kemudahan kepuasan masyarakat, ketidakpercayaan masyarakat, pergeseran kepemimpinan transformasional ke transaksional dan kegagalan target merupakan dampak dari kegagalan komunikasi tersebut. Di sisa masa jabatan keduanya, Jokowi harus memperbaiki kerangka komunikasinya untuk dirinya sendiri, dan pejabat pemerintahannya untuk mengurangi kemungkinan konflik di masa depan.

Komunikasi yang gagal pada awal periode kedua kepresidenan Jokowi menimbulkan beragam kontroversi, konflik seperti UU Ciptaker, serta menurunkan kepercayaan masyarakat dan mengubah kepemimpinan transformasional menjadi transaksional.Dengan sisa tiga tahun masa jabatan, Jokowi perlu memperbaiki kerangka komunikasi pemerintahnya untuk mencegah konflik lebih lanjut dan mempertahankan legitimasi.Menerapkan prinsip relevansi, kesederhanaan, organisasi, pengulangan, dan fokus dalam komunikasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas komunikasi serta citra kepemimpinan Jokowi.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas strategi komunikasi digital terintegrasi, termasuk peran buzzer‑influencer, dalam meningkatkan kepercayaan publik selama krisis kesehatan seperti pandemi COVID‑19, dengan mengukur persepsi masyarakat, tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan, serta dampaknya terhadap penyebaran informasi yang akurat. Selanjutnya, studi dapat menganalisis pengaruh komunikasi kebijakan yang bersifat transparan dan konsisten terhadap pengurangan kontroversi serta peningkatan penerimaan masyarakat terhadap reformasi ekonomi, khususnya implementasi Undang‑Undang Cipta Kerja, melalui survei kepuasan, wawancara mendalam, dan analisis wacana media sosial. Selain itu, penelitian komparatif antara gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional dapat meneliti hubungan antara tipe kepemimpinan presiden dan hasil komunikasi kebijakan, dengan membandingkan periode pertama dan kedua Jokowi serta pemimpin lain di negara berkembang, guna mengidentifikasi faktor‑faktor kunci yang mempengaruhi efektivitas komunikasi politik. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi mekanisme koordinasi vertikal antara pemerintah pusat dan daerah dalam penyampaian kebijakan publik, agar inkonsistensi pernyataan dapat diminimalkan. Akhirnya, hasil-hasil kajian diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan untuk merancang kerangka komunikasi yang berprinsip relevansi, kesederhanaan, organisasi, pengulangan, dan fokus, sehingga meningkatkan legitimasi dan citra kepemimpinan di masa mendatang.

  1. Seeing Jokowi, The President of Indonesia's Leadership: Case Study of Goldhaber's The Charisma... atlantis-press.com/proceedings/bcm-17/25892227Seeing Jokowi The President of Indonesias Leadership Case Study of Goldhabers The Charisma atlantis press proceedings bcm 17 25892227
  2. Policy Communication and the Solidity of the Jokowi's Second Term Coalition in Handling Covid-19... doi.org/10.21787/jbp.13.2021.257-268Policy Communication and the Solidity of the Jokowis Second Term Coalition in Handling Covid 19 doi 10 21787 jbp 13 2021 257 268
Read online
File size742.34 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test