UNIPASBYUNIPASBY

Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan MatematikaBuana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal matematika model TIMSS yang digunakan pada siswa kelas VIII di Kota Baubau. Penelitian ini merupakan jenis ex-post facto yang memadukan dua pendekatan, yakni pendekatan rasional dan empiris. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 400 siswa kelas VIII yang terdiri dari 5 SMP dari total keseluruhan 29 SMP yang ada di Kota Baubau. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes pilihan ganda dengan soal-soal matematika yang mengadopsi model TIMSS. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Bilog-MG dan SPSS. Berdasarkan hasil analisis kecocokan model menggunakan Teori Respon Butir, ditemukan bahwa model yang paling sesuai adalah model dua parameter logistik (2-PL). Hasil output dari Bilog-MG menunjukkan bahwa seluruh butir soal (sebanyak 30 butir) memiliki indeks daya beda yang tergolong baik. Sementara itu, untuk tingkat kesulitan butir, ditemukan bahwa 27 soal berada dalam kategori sedang, satu soal (butir 27) tergolong terlalu mudah, dan dua soal (butir 26 dan 30) termasuk dalam kategori terlalu sulit.

Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan program Bilog-MG dapat disimpulkan bahwa instrumen tes matematika model TIMSS yang digunakan dalam penelitian ini telah memenuhi asumsi unidimensional yang berarti semua soal mengukur satu konstruk utama yaitu kemampuan matematika.Dengan terpenuhinya asumsi unidimensional tersebut, maka secara umum asumsi independensi lokal dianggap telah terpenuhi.Model Item Response Theory yang paling tepat untuk menganalisis soal dalam penelitian ini menghasilkan dua parameter utama yaitu daya beda (parameter a) dan tingkat kesulitan butir soal (parameter b) yang menunjukkan kemampuan soal dalam membedakan siswa berdasarkan tingkat kemampuannya dan tingkat kesulitan relatif masing-masing butir soal.Dengan analisis model 2-PL seluruh itemnya yang terdiri dari 30 butir soal model TIMSS memiliki daya beda yang baik.Adapun untuk tingkat kesulitan butir didapatkan 27 butir tergolong kategori baik sedangkan butir lainnya yaitu sebanyak 3 butir tergolong tidak baik.Output softwer Bilog MG bahwa dari 30 butir soal ditemukan satu butir yang terlalu mudah, dua butir tergolong sulit dan lainnya tergolong sedang.Model ini adalah model yang paling sesuai.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi pengaruh karakteristik siswa, seperti gaya belajar atau tingkat motivasi, terhadap kinerja mereka dalam mengerjakan soal-soal model TIMSS. Hal ini penting untuk memahami apakah terdapat perbedaan signifikan dalam kemampuan siswa dengan gaya belajar yang berbeda. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan soal-soal matematika model TIMSS yang lebih adaptif dan responsif terhadap tingkat kemampuan siswa. Pengembangan soal adaptif dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi computer-based testing (CBT) yang memungkinkan penyesuaian tingkat kesulitan soal secara otomatis berdasarkan respon siswa. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas penggunaan model Item Response Theory (IRT) dalam mengidentifikasi dan mengatasi miskonsepsi matematika pada siswa. Dengan memanfaatkan informasi yang diperoleh dari analisis IRT, guru dapat merancang intervensi pembelajaran yang lebih tepat sasaran untuk membantu siswa mengatasi kesulitan belajar mereka.

Read online
File size712.96 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test