GREENATIONPUBLISHERGREENATIONPUBLISHER

Journal of Law and Humanities ReviewJournal of Law and Humanities Review

Artikel ini memberikan wawasan praktis mengenai pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi di tempat kerja, khususnya dalam konteks industri perbankan besar di Indonesia. Data yang dikumpulkan dari 3047 karyawan perbankan di seluruh negeri dianalisis secara ketat menggunakan analisis regresi sederhana. Temuan menunjukkan bahwa kepuasan kerja merupakan prediktor komitmen organisasi, dengan skor 0,205 atau pengaruh sebesar 20,5%, yang sangat signifikan terhadap munculnya komitmen organisasi. Selain itu, hasil juga menunjukkan bahwa kepuasan kerja merupakan prediktor yang lebih efektif terhadap komitmen berkelanjutan dibandingkan dua dimensi lain dari komitmen organisasi. Temuan ini didukung oleh motivasi karyawan untuk bergabung dan bertahan dalam organisasi. Implikasi praktis dari temuan ini sangat besar karena dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterlibatan karyawan, perilaku kewarganegaraan organisasi, kesejahteraan psikologis, dan kesejahteraan di tempat kerja, sehingga berdampak positif terhadap kinerja karyawan maupun organisasi.

Kepuasan kerja merupakan prediktor komitmen organisasi, tidak hanya terbatas pada komitmen berkelanjutan tetapi juga berkorelasi dengan komitmen afektif dan normatif.Kepuasan kerja yang tinggi mendorong karyawan untuk tetap bekerja dan setia terhadap organisasi.Kepuasan kerja penting karena mendukung pengembangan komitmen organisasi, kesejahteraan psikologis, kesejahteraan kerja, perilaku kewarganegaraan organisasi, dan keterlibatan karyawan, yang pada akhirnya meningkatkan kinerja organisasi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian komparatif untuk mengeksplorasi apakah hubungan antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi berbeda pada sektor non-perbankan, seperti industri manufaktur atau teknologi, guna melihat pengaruh karakteristik industri terhadap temuan ini. Kedua, penelitian lanjutan dapat menyelidiki peran variabel perantara seperti dukungan organisasi atau iklim psikologis dalam memperkuat atau melemahkan hubungan antara kepuasan kerja dan dimensi komitmen organisasi, terutama pada karyawan dengan status kontrak atau outsource. Ketiga, diperlukan studi longitudinal untuk mengamati bagaimana perubahan tingkat kepuasan kerja dari waktu ke waktu memengaruhi kestabilan komitmen organisasi, terutama selama masa transformasi organisasi atau krisis seperti masa pandemi, agar dapat dipahami dinamika jangka panjang dari hubungan tersebut. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini yang terbatas pada satu organisasi perbankan dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang mekanisme di balik keterikatan karyawan.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037//0021-9010.76.5.698APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0021 9010 76 5 698
Read online
File size829.76 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test