POLIBATAMPOLIBATAM

JOURNAL OF APPLIED MULTIMEDIA AND NETWORKINGJOURNAL OF APPLIED MULTIMEDIA AND NETWORKING

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas film pendek animasi 3D Generate dengan menerapkan metode pose-to-pose yang didukung oleh penggunaan video referensi yang efektif. Sebelumnya, animasi dibuat menggunakan metode straight-ahead, yang dianggap kurang optimal dalam hal penekanan pada pose utama, garis gerak tubuh, timing, dan siluet karakter, sehingga penyampaian cerita dan ekspresi karakter menjadi kurang jelas dan efektif. Metode pose-to-pose, yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam pembuatan animasi karakter 3D, memungkinkan animator untuk merancang keseluruhan rangkaian gerakan karakter dan menentukan pose kunci terlebih dahulu. Pendekatan ini meningkatkan akurasi dan kesinambungan gerakan, serta mengurangi beban kerja animator dalam pembuatan pose menengah secara manual. Namun, efektivitas metode ini bergantung pada kemampuan animator dalam mengidentifikasi dan mengekstrak pose kunci yang tepat dari video referensi. Penelitian ini menawarkan kerangka kerja praktis yang dapat menjembatani proses belajar animasi di lingkungan akademik dengan standar industri profesional.

Penerapan metode pose to pose yang terintegrasi dengan video referensi terbukti meningkatkan kualitas animasi, khususnya dalam aspek timing dan arc.Pendekatan ini memberikan struktur kerja yang lebih rapi dan memudahkan animator dalam mengontrol alur gerakan.Metode ini efektif, terutama bagi animator pemula, karena membantu mereka membangun pose kunci yang kuat dan menyusun animasi secara efisien.Namun, tantangan tetap ada dalam hal kemampuan memahami referensi secara akurat dan menerapkannya dengan tepat.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum pembelajaran animasi di institusi pendidikan dan menjembatani kesenjangan antara praktik pembelajaran dengan standar industri profesional.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan pengembangan kurikulum pembelajaran animasi yang lebih terstruktur dan aplikatif, dengan menekankan pada penggunaan referensi visual dan analisis mendalam. Selain itu, perlu ada pelatihan intensif dalam menganalisis referensi dan pemahaman prinsip-prinsip animasi untuk membantu animator pemula dalam mengoptimalkan aspek staging dan penyampaian cerita secara visual. Penelitian selanjutnya juga dapat mengeksplorasi tantangan-tantangan yang dihadapi animator pemula dalam membaca dan menerapkan referensi, serta mengembangkan strategi untuk mengatasi kendala tersebut.

  1. Implementasi Gerakan Manusia Pada Animasi 3D Dengan Menggunakan Menggunakan Metode Pose to pose | Jurnal... doi.org/10.35793/jti.9.1.2016.14641Implementasi Gerakan Manusia Pada Animasi 3D Dengan Menggunakan Menggunakan Metode Pose to pose Jurnal doi 10 35793 jti 9 1 2016 14641
  2. Implementasi MDLC dan Pose to Pose dalam Film Animasi 3D Sejarah Kerajaan Melayu Siak | Journal of Applied... jurnal.polibatam.ac.id/index.php/JAIC/article/view/3367Implementasi MDLC dan Pose to Pose dalam Film Animasi 3D Sejarah Kerajaan Melayu Siak Journal of Applied jurnal polibatam ac index php JAIC article view 3367
  3. Implementasi Media Pembelajaran Pada Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Pertama : Studi Analisis Tematik... ojs.unida.info/karimahtauhid/article/view/14412Implementasi Media Pembelajaran Pada Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Pertama Studi Analisis Tematik ojs unida karimahtauhid article view 14412
Read online
File size6.89 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test