NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL
Jurnal Ilmiah Global EducationJurnal Ilmiah Global EducationPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran Group Investigation (GI) dengan pola Lesson Study terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa kelas X MA Sabilurrasyad NW Barabali pada tahun pelajaran 2018/2019. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen kuasi dengan desain posttest‑only control group, melibatkan 37 siswa yang dibagi menjadi kelas eksperimen (IPA) dan kelas kontrol (IPS) secara random. Instrumen berupa tes essay sebanyak 8 soal menunjukkan rata‑rata nilai post‑test kelas eksperimen 74,2 dibanding kontrol 66,17; analisis t‑test menghasilkan t‑hitung 3,418 lebih besar dari t‑tabel 1,690 pada taraf signifikansi 5%, menandakan adanya pengaruh signifikan penerapan GI dengan Lesson Study terhadap kemampuan pemecahan masalah.
Penelitian menunjukkan adanya pengaruh pembelajaran Group Investigation (GI) dengan pola Lesson Study terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa kelas X MA Sabilurrasyad NW Barabali tahun 2018/2019.Kelas eksperimen memperoleh rata‑rata nilai akhir 74,2, lebih tinggi dibanding kelas kontrol 66,17, dan uji‑t menunjukkan t‑hitung 3,418 > t‑tabel 1,690 (p < 0.Model pembelajaran ini juga meningkatkan aktivitas belajar mengajar serta kemampuan siswa dalam memecahkan berbagai permasalahan secara kritis.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh penerapan Group Investigation dengan pola Lesson Study terhadap kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran lain, seperti matematika atau bahasa, serta pada jenjang kelas yang lebih tinggi untuk menguji generalisasi temuan. Selain itu, diperlukan studi longitudinal yang meneliti dampak jangka panjang penerapan model tersebut terhadap retensi kemampuan problem solving siswa selama beberapa semester atau tahun pelajaran. Selanjutnya, perbandingan antara Group Investigation‑Lesson Study dengan pendekatan kolaboratif lain, misalnya Project Based Learning atau Cooperative Learning, dapat memberikan insight tentang efektivitas relatif masing‑masing metode dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa.
| File size | 120.14 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
ABULYATAMAABULYATAMA Nilai t-tabel yang ditemukan adalah 2. 15 dan t-skor adalah 3. 04. Ini berarti hipotesis dapat diterima. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas satu SMANilai t-tabel yang ditemukan adalah 2. 15 dan t-skor adalah 3. 04. Ini berarti hipotesis dapat diterima. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas satu SMA
ABULYATAMAABULYATAMA Hal ini juga terlihat dari nilai mean post-test dari kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol (79,13 dan 68,83). Dari pengolahan data kuesionerHal ini juga terlihat dari nilai mean post-test dari kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol (79,13 dan 68,83). Dari pengolahan data kuesioner
ABULYATAMAABULYATAMA Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan One-shoot Study Case. Data dianalisis dengan uji t, dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitianPenelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan One-shoot Study Case. Data dianalisis dengan uji t, dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian
ABULYATAMAABULYATAMA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan penilaian diri dalam membentuk kebiasaan berpikir produktif siswa yang diaplikasikan padaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan penilaian diri dalam membentuk kebiasaan berpikir produktif siswa yang diaplikasikan pada
UINUIN Metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design digunakan pada 60 siswa kelas V di dua sekolah dasar negeri di Kota Bandung. InstrumenMetode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design digunakan pada 60 siswa kelas V di dua sekolah dasar negeri di Kota Bandung. Instrumen
IAIN KEDIRIIAIN KEDIRI T-test sampel berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam keterampilan menulis antara kedua kelas tersebut. T-test sampel independen menunjukkanT-test sampel berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam keterampilan menulis antara kedua kelas tersebut. T-test sampel independen menunjukkan
OJSOJS Sampel diambil menggunakan teknik total sampling, Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 soal. Pengambilan sampelSampel diambil menggunakan teknik total sampling, Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 soal. Pengambilan sampel
STKIPPACITANSTKIPPACITAN Mata pelajaran Matematika di SD/MI sangat membutuhkan media dan model pembelajaran yang nyata dalam penyampaiannya. Hal ini dikarenakan anak tingkat sekolahMata pelajaran Matematika di SD/MI sangat membutuhkan media dan model pembelajaran yang nyata dalam penyampaiannya. Hal ini dikarenakan anak tingkat sekolah
Useful /
ABULYATAMAABULYATAMA Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai signifikansi paired sample t-test sebesar 0,000 dengan nilai t hitung 10,346. Oleh karena siginifikansiBerdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai signifikansi paired sample t-test sebesar 0,000 dengan nilai t hitung 10,346. Oleh karena siginifikansi
ABULYATAMAABULYATAMA Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara self-concept dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara self-concept dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
UINUIN Selain faktor keagamaan, tekanan sosial, konformitas, FOMO, dan misinformasi di media sosial berperan signifikan dalam membentuk persepsi dan perilakuSelain faktor keagamaan, tekanan sosial, konformitas, FOMO, dan misinformasi di media sosial berperan signifikan dalam membentuk persepsi dan perilaku
UINUIN Para Nabi dan sahabat menerapkan prinsip ini dengan hati‑tinggi, menyeimbangkan keadilan dan belas‑kasihan melalui penolakan hukuman yang tidak pasti.Para Nabi dan sahabat menerapkan prinsip ini dengan hati‑tinggi, menyeimbangkan keadilan dan belas‑kasihan melalui penolakan hukuman yang tidak pasti.