UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Fenomena terorisme di Indonesia dalam satu dekade terakhir telah menyedot perhatian publik, baik nasional maupun internasional. Ada yang menyikapinya biasa-biasa saja, namun ada juga yang berasumsi berdasarkan perspektif politik, agama, sosial, maupun ideologi. Sebagai alat informasi yang strategis, media massa sangat mungkin mengonstruksi realitas di lapangan menjadi sebuah produk berita yang tidak hanya mempunyai nilai bisnis, tapi juga sarat dengan kepentingan ideologi media itu sendiri. Dalam konteks Ilmu Komunikasi, untuk menggambarkan proses penyeleksian dan penyorotan aspek-aspek khusus sebuah realita pada produk jurnalistik, analisis framing (pembingkaian) dapat mewakili tradisi yang mengedepankan pendekatan atau perspektif multidisipliner untuk menganalisis fenomena atau aktivitas komunikasi.

Teori framing menjadi penting di sejumlah sektor bagi masyarakat media kontemporer.Teori framing sebagaimana pandangan Volkmer, juga bisa digunakan oleh spin doctor untuk menyusun isu-isu politik dalam kampanye pemilu yang ditujukan bagi audiensi spesifik.Trans7 melalui program Mata Najwa episode 23 Mei 2018 telah berhasil mengonstruksi realitas isu terorisme menjadi sebuah isu yang menarik dan bermakna.Begitu juga dengan cara penggiringan interpretasi khalayak terkait isu terorisme telah mampu dikemas Mata Najwa menjadi sebuah isu yang lebih positif dan edukatif.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang dari framing media terhadap persepsi publik terhadap terorisme. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antar budaya dalam pemberitaan terorisme untuk memahami perbedaan perspektif media di berbagai negara. Terakhir, peneliti juga dapat mengeksplorasi peran media sosial dalam membangun narasi terorisme, terutama dalam konteks globalisasi informasi dan pengaruhnya terhadap opini publik.

Read online
File size245.03 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test