UMMUMM
Legality : Jurnal Ilmiah HukumLegality : Jurnal Ilmiah HukumStudi ini secara kritis meneliti integrasi antara hukum Syariah dan hukum sipil di Brunei Darussalam, dengan menyoroti gesekan institusional, konflik normatif, serta tantangan dalam menyeimbangkan legitimasi Islam dengan kohesi sosial. Penelitian menganalisis ketegangan struktural dalam sistem hukum ganda dan mengusulkan solusi yang dapat ditindaklanjuti untuk memperkuat koherensi serta kepercayaan publik. Metode kualitatif yang digunakan mencakup analisis dokumen, wawancara pakar, dan studi kasus, guna mengkaji pola keberfungsian koeksistensi antara Syariah dan hukum sipil serta implikasinya bagi pemangku kepentingan hukum. Temuan mengungkap bahwa proses integrasi menimbulkan ambiguitas struktural, jurisdiksi yang tumpang tindih, dan penerimaan masyarakat yang tidak merata, terutama di kalangan perempuan dan minoritas non‑Muslim. Isu‑isu ini menekankan perlunya reformasi terarah untuk menjamin keadilan dan inklusivitas.
Brunei Darussalam memiliki model pluralisme hukum yang mengintegrasikan Syariah dan hukum positif secara terpusat pada legitimasi teokratis, tanpa mekanisme partisipatif atau akuntabilitas yudisial, berbeda dengan Indonesia dan Malaysia yang menggunakan mekanisme konstitusional.Implementasi Kode Penal Syariah tanpa konsultasi legislatif dan prosedur yang tidak transparan memperkuat marginalisasi suara minoritas dan norma sekuler, sebagaimana terlihat pada perubahan SPCO 2019 dan kasus‑kasus hudud serta moral policing.Untuk mengatasi paradoks ini, diperlukan peralihan ke integrasi deliberatif yang melibatkan negosiasi terbuka antara norma sipil dan agama melalui mekanisme hukum inklusif.
Penelitian pertama dapat mengeksplorasi cara menginstitusionalisasikan mekanisme ijtihad partisipatif di Brunei, dengan melibatkan para ulama, akademisi, dan masyarakat sipil dalam revisi undang‑undang syariah, serta menilai dampaknya terhadap hak minoritas dan keadilan gender. Penelitian kedua dapat membandingkan efektivitas pengawasan yudisial terdesentralisasi versus otoritas monarki terpusat dalam menyelesaikan konflik antara hukum syariah dan hukum positif, khususnya pada kasus warisan dan apostasi. Penelitian ketiga dapat menilai konsekuensi sosial‑hukumnya dari penerapan model hukuman hibrida yang menggantikan sanksi hudud dengan hukuman penjara, dengan fokus pada persepsi publik, tingkat residivisme, dan kepatuhan terhadap standar hak asasi manusia internasional. Setiap studi diharapkan menggunakan metodologi kualitatif dan kuantitatif, seperti analisis dokumen, wawancara mendalam, dan survei masyarakat, untuk menghasilkan temuan yang komprehensif. Hasilnya dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang mendukung reformasi hukum yang lebih inklusif, transparan, dan berkeadilan. Selain itu, penelitian ini dapat memperkaya literatur tentang pluralisme hukum di negara‑negara dengan sistem hukum dualistik. Dengan demikian, agenda penelitian ini berpotensi memperkuat legitimasi legal Brunei dan mengurangi ketegangan antara norma agama dan sekuler.
| File size | 425.81 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
IAI TABAHIAI TABAH Fenomena childfree, yakni keputusan sadar untuk tidak memiliki keturunan, merupakan dinamika sosial kontemporer yang berimplikasi terhadap sistem hukumFenomena childfree, yakni keputusan sadar untuk tidak memiliki keturunan, merupakan dinamika sosial kontemporer yang berimplikasi terhadap sistem hukum
UMMUMM Meskipun penting, kerangka konseptual dan karakteristik rezim suksesi belum dipetakan secara sistematis atau komprehensif. Untuk mengisi kesenjangan ini,Meskipun penting, kerangka konseptual dan karakteristik rezim suksesi belum dipetakan secara sistematis atau komprehensif. Untuk mengisi kesenjangan ini,
ALFARABIALFARABI Mahasiswa merupakan komponen penting dalam kemajuan bangsa. Sebagai penerus kepemimpinan dan calon manajer pembangunan, mahasiswa harus mempersiapkan diriMahasiswa merupakan komponen penting dalam kemajuan bangsa. Sebagai penerus kepemimpinan dan calon manajer pembangunan, mahasiswa harus mempersiapkan diri
UINUIN Di Timur Tengah, hukum Islam menjadi sentral dalam kewarganegaraan, terutama menyangkut status berbasis agama dan hukum keluarga, dengan integrasi mendalamDi Timur Tengah, hukum Islam menjadi sentral dalam kewarganegaraan, terutama menyangkut status berbasis agama dan hukum keluarga, dengan integrasi mendalam
UNARUNAR Penentuan ssample menggunakan rumus Yamane didapatkan 88 sampel. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner SDSCA dan DQOL. Penelitian ini dilaksanakanPenentuan ssample menggunakan rumus Yamane didapatkan 88 sampel. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner SDSCA dan DQOL. Penelitian ini dilaksanakan
UMMUMM Pembentukan forum tata kelola kolaboratif, dewan etik, dan alat transparansi digital menjadi langkah penting guna memperkuat tata kelola lokal yang demokratisPembentukan forum tata kelola kolaboratif, dewan etik, dan alat transparansi digital menjadi langkah penting guna memperkuat tata kelola lokal yang demokratis
UMMUMM Studi ini bersifat normatif, menggunakan data primer dan sekunder, serta menerapkan tiga pendekatan: statutori, perbandingan, dan konseptual. Hasil studiStudi ini bersifat normatif, menggunakan data primer dan sekunder, serta menerapkan tiga pendekatan: statutori, perbandingan, dan konseptual. Hasil studi
UNEJUNEJ Namun, model penegakan umum ini sering kali dikritik karena terlalu lemah atau tidak konsisten untuk penerapan universal yang sebenarnya. Meskipun penegakanNamun, model penegakan umum ini sering kali dikritik karena terlalu lemah atau tidak konsisten untuk penerapan universal yang sebenarnya. Meskipun penegakan
Useful /
UMMUMM Hal ini menghambat upaya untuk menjadikan investasi domestik Indonesia sebagai investasi utama dalam ekonomi Indonesia. Sebagai negara berkembang, IndonesiaHal ini menghambat upaya untuk menjadikan investasi domestik Indonesia sebagai investasi utama dalam ekonomi Indonesia. Sebagai negara berkembang, Indonesia
UINUIN Artikel ini menelusuri kerangka hukum dan spiritual Jamaah Tabligh (JT) di Indonesia yang bersifat diam-diam namun terstruktur, berdasarkan observasi lapangan,Artikel ini menelusuri kerangka hukum dan spiritual Jamaah Tabligh (JT) di Indonesia yang bersifat diam-diam namun terstruktur, berdasarkan observasi lapangan,
UINUIN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji apakah fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut hanya sekadar ancaman bebas terhadapTujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji apakah fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut hanya sekadar ancaman bebas terhadap
UINUIN Dengan memanfaatkan pendekatan historis‑analitis, penelitian ini mengambil sumber-sumber hukum Islam primer, koleksi hadits, dan teks yuridis bersamaDengan memanfaatkan pendekatan historis‑analitis, penelitian ini mengambil sumber-sumber hukum Islam primer, koleksi hadits, dan teks yuridis bersama